Hasan, Putra Asli Kagungan Ratu Agung, Siap Mengabdi dan Bangun Tiyuh Bersama Warga
- account_circle Redaksi
- calendar_month 9 jam yang lalu
- print Cetak

TULANG BAWANG BARAT — Hasan, putra asli Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Kepalo Tiyuh Kagungan Ratu Agung pada Pemilihan Kepalo Tiyuh (Pilkati) 2026.
Lahir dan tumbuh di tengah masyarakat Kagungan Ratu Agung, Hasan mengaku terpanggil untuk mengabdikan diri sekaligus ikut mengambil bagian dalam membangun tiyuh kelahirannya.
Menurut Hasan, pencalonannya bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk ikhtiar dan pengabdian kepada masyarakat.
“Ayo pade, bukde, pilih wong e dewe. Hasan wong e dewe,” ujar Hasan, menyampaikan ajakannya kepada masyarakat Kagungan Ratu Agung.
Hasan Tak Ingin Umbar Janji
Dalam pencalonannya, Hasan menegaskan tidak ingin mengumbar janji berlebihan kepada masyarakat. Baginya, masyarakat membutuhkan pemimpin yang mampu bekerja, mendengarkan keluhan warga, serta berani mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.
“Bagi saya, tidak perlu banyak janji. Yang terpenting adalah bagaimana harapan masyarakat bisa kita perjuangkan dan kita wujudkan bersama. Seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan masyarakat,” tegasnya.
Hasan menyadari bahwa pembangunan tiyuh tidak dapat dilakukan seorang diri. Menurutnya, kemajuan tiyuh membutuhkan kebersamaan antara pemerintah tiyuh dan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur tiyuh, serta seluruh elemen warga.
Ia menilai kekuatan utama sebuah tiyuh berada pada persatuan dan kepedulian masyarakatnya.
“Kalau bukan putra tiyuh yang peduli terhadap tiyuhnya sendiri, lalu siapa lagi? Kalau bukan kita yang ikut memikirkan dan membangun tiyuh kita, siapa yang akan melakukannya?” katanya.
Pemimpin Harus Hadir di Tengah Masyarakat
Hasan juga menekankan pentingnya seorang pemimpin berada di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, persoalan warga tidak cukup hanya diketahui melalui laporan, tetapi perlu dilihat dan dirasakan secara langsung.
Dengan demikian, kebijakan dan solusi yang diambil pemerintah tiyuh diharapkan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Bagi Hasan, jabatan Kepalo Tiyuh bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang memiliki konsekuensi besar. Karena itu, seorang pemimpin harus siap bekerja untuk masyarakat dan mempertanggungjawabkan amanah yang diterimanya.
Pilkati Momentum Menjaga Persatuan
Di tengah tahapan Pilkati 2026, Hasan mengajak seluruh masyarakat Kagungan Ratu Agung tetap menjaga persatuan dan kerukunan.
Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak sampai memutus hubungan kekeluargaan maupun persaudaraan antarwarga.
“Siapa pun nanti yang mendapat amanah dari masyarakat, kita harus tetap bersatu. Karena tujuan kita sama, yaitu melihat Tiyuh Kagungan Ratu Agung menjadi lebih maju, masyarakatnya sejahtera, dan tiyuh kita semakin baik ke depan,” ungkapnya.
Hasan berharap pesta demokrasi di tingkat tiyuh dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang benar-benar mampu membawa kepentingan warga menuju arah yang lebih baik.
Ia pun kembali menyerukan pentingnya kebersamaan dalam membangun Tiyuh Kagungan Ratu Agung.
“Mari kita bersama-sama membangun tiyuh yang kita cintai. Jangan hanya berharap kepada satu orang. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjadikan Tiyuh Kagungan Ratu Agung lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkas Hasan.
(Imam/Sahadi)
- Penulis: Redaksi











