Fakta Terungkap! SDN 1 Sidoharjo Tegaskan Tak Pernah Tuduh Santri Soal Kaca Pecah
- account_circle Redaksi
- calendar_month Senin, 27 Apr 2026
- print Cetak

Lampung Selatan, Warta Edukasi — Polemik dugaan perusakan kaca di SDN 1 Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, akhirnya mendapat kejelasan. Pihak sekolah menegaskan tidak pernah menuduh pihak mana pun, termasuk santri pondok pesantren, sebagai pelaku kejadian tersebut.
Kepala SDN 1 Sidoharjo, Enny Kurniasih, menjelaskan bahwa peristiwa kaca pecah baru diketahui saat aktivitas sekolah kembali berlangsung. Namun, tidak ada informasi pasti mengenai siapa pelakunya. “Kami tidak tahu kejadiannya kapan. Sekolah sampai siang, lalu keesokan harinya saat datang, kaca sudah dalam kondisi bolong. Kami juga tidak melaporkan ke mana-mana, hanya ke komite sekolah,” ujarnya.
Ia menegaskan, sejak awal pihak sekolah tidak memiliki bukti yang mengarah kepada pihak tertentu. “Kami tidak memiliki bukti. Jadi tidak mungkin langsung menuduh. Kami tidak pernah menyebut santri,” tegasnya.
Guru Bantah Tuduhan terhadap Santri
Hal serupa disampaikan oleh salah satu guru SDN 1 Sidoharjo, Muryati, yang sebelumnya sempat dikaitkan dalam pemberitaan. Ia membantah pernah menuduh santri sebagai pelaku.
“Saya tegaskan, saya tidak pernah menuduh santri yang memecahkan kaca,” ujarnya.
Menurutnya, saat ia membuka sekolah pada pagi hari, kaca sudah dalam kondisi pecah. “Saat saya datang dan membuka pintu, kaca sudah pecah. Jadi saya tidak mengetahui siapa pelakunya,” jelasnya.
Narasi yang Berkembang Tidak Berdasar
Klarifikasi dari pihak sekolah menegaskan bahwa tidak ada tuduhan resmi terhadap santri. Namun, sebelumnya sempat berkembang narasi di ruang publik yang mengaitkan kejadian tersebut dengan santri dari Ponpes Darussalamah.
Padahal, informasi yang beredar hanya sebatas dugaan keberadaan seseorang di sekitar lokasi, bukan tindakan perusakan.
Berdasarkan keterangan pihak sekolah:
- Tidak ada saksi yang melihat langsung kejadian
- Tidak ada bukti yang mengarah kepada pihak tertentu
- Tidak ada pernyataan resmi yang menuduh santri
Dengan demikian, informasi yang menyebut santri atau lembaga tertentu sebagai pelaku tidak memiliki dasar yang kuat.
Masalah Sudah Diselesaikan
Pihak sekolah menyampaikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal. Kaca yang pecah telah diperbaiki, dan tidak ada konflik lanjutan. “Sekarang kaca sudah diganti. Tidak ada masalah lagi,” kata Enny.
Muryati juga mengimbau agar persoalan ini tidak diperpanjang. “Saya mohon, ini dihentikan. Masalah kecil jika dibesar-besarkan di media bisa merugikan nama baik sekolah dan pesantren,” ujarnya.
Utamakan Kondusivitas Lingkungan Pendidikan
Pihak sekolah menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif dan menyelesaikan persoalan secara bijak serta kekeluargaan, khususnya di lingkungan pendidikan. “Yang terpenting, anak-anak kita, baik siswa maupun santri, tetap dalam kondisi baik,” tutupnya.
(ARIF)
- Penulis: Redaksi

