Breaking News
light_mode

Gen Z Mulai Ubah Dunia Kerja: 12 Kebiasaan Kantor “Jadul” yang Kini Mulai Ditolak

  • account_circle Redaksi Warta Edukasi
  • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
  • print Cetak

Warta Edukasi — Dunia kerja terus mengalami perubahan seiring hadirnya Generasi Z yang kini mulai mendominasi angkatan kerja di berbagai sektor.

Meski terbilang sebagai “pemain baru” dibanding generasi sebelumnya, Gen Z membawa perspektif berbeda dalam memandang karier, keseimbangan hidup, hingga cara bekerja.

Bagi generasi yang lebih tua, banyak aturan kerja selama ini dianggap sebagai hal wajar yang harus dijalani. Namun bagi Gen Z, sebagian aturan tersebut justru dinilai sudah usang, tidak adil, bahkan berpotensi merugikan kesejahteraan karyawan.

Tak heran, generasi ini mulai berani mempertanyakan bahkan menolak sejumlah kebiasaan lama di tempat kerja.

Berdasarkan artikel di YourTango berjudul “12 Old Workplace Habits Gen Z Refuses to Accept” yang ditulis Marielisa Reyes (1 April 2026), berikut beberapa kebiasaan lama yang kini mulai ditinggalkan oleh Generasi Z.

1. Menerima gaji rendah meski sudah berpengalaman

Gen Z tidak lagi mau menerima upah yang tidak sebanding dengan pengalaman dan kontribusi mereka. Bagi mereka, kompensasi yang adil adalah hak dasar, bukan sekadar bonus tambahan.

2. Loyalitas tanpa batas pada satu perusahaan

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tidak melihat loyalitas sebagai kewajiban mutlak. Jika ada peluang yang lebih baik untuk pengembangan karier dan finansial, mereka tidak ragu untuk berpindah.

3. Menyembunyikan kehidupan pribadi dari pekerjaan

Gen Z cenderung lebih terbuka mengenai kehidupan pribadi. Mereka percaya transparansi dapat membantu atasan memahami kondisi karyawan dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih empatik.

4. Menganggap lembur sebagai hal normal

Bagi Gen Z, lembur tanpa batas bukanlah tanda dedikasi. Mereka lebih mengutamakan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi demi menjaga kesehatan fisik dan mental.

5. Mengabaikan kesehatan mental

Kesadaran terhadap kesehatan mental semakin tinggi di kalangan Gen Z. Mereka cenderung menghindari lingkungan kerja yang tidak peduli pada kesejahteraan psikologis karyawan.

6. Tetap diam dan tidak menyuarakan pendapat

Gen Z dikenal lebih vokal dalam menyampaikan gagasan. Mereka tidak ingin hanya menjadi pengikut, tetapi juga ingin terlibat aktif dalam pengambilan keputusan.

7. Aturan berpakaian yang terlalu kaku

Bagi Gen Z, penampilan tetap penting, namun tidak harus dibatasi aturan yang tidak relevan. Mereka lebih memilih gaya yang nyaman namun tetap profesional.

8. Selalu siap dihubungi di luar jam kerja

Generasi ini menetapkan batas yang jelas antara waktu kerja dan waktu pribadi. Mereka tidak merasa wajib merespons email atau pesan kantor di luar jam kerja.

9. Bertahan di pekerjaan yang tidak membahagiakan

Jika pekerjaan dirasa tidak sehat atau tidak memberikan kepuasan, Gen Z cenderung memilih keluar daripada terus bertahan dalam kondisi yang merugikan diri sendiri.

10. Wajib datang ke kantor setiap hari

Kemajuan teknologi membuat Gen Z melihat sistem kerja jarak jauh atau hybrid sebagai solusi yang lebih efisien dan fleksibel.

11. Menoleransi perlakuan tidak hormat

Rasa hormat di tempat kerja dianggap sebagai hal yang tidak bisa ditawar. Jika merasa diperlakukan tidak adil, Gen Z tidak segan untuk menegur atau bahkan meninggalkan pekerjaan tersebut.

12. Terikat pada jam kerja yang kaku

Bagi Gen Z, fleksibilitas waktu kerja menjadi hal penting. Selama pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, mereka tidak melihat alasan untuk selalu terikat pada jadwal kerja yang kaku.

Pada akhirnya, perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa dunia kerja tidak lagi hanya berbicara tentang produktivitas semata. Kini, kesejahteraan karyawan dan kualitas hidup juga menjadi faktor penting.

Generasi Z secara tidak langsung mendorong perusahaan untuk menjadi lebih adaptif, manusiawi, dan terbuka terhadap perubahan zaman.

Bukan berarti semua kebiasaan lama harus ditinggalkan. Namun evaluasi tetap diperlukan untuk melihat mana yang masih relevan dan mana yang justru menghambat perkembangan dunia kerja modern.(Redaksi Warta Edukasi)

 

  • Penulis: Redaksi Warta Edukasi
  • Editor: Kang WeHa

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rupiah Tertekan Global, BI Sebut Masih Undervalued dan Siapkan 7 Jurus Stabilisasi

    Rupiah Tertekan Global, BI Sebut Masih Undervalued dan Siapkan 7 Jurus Stabilisasi

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, warta edukasi – Nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.425 per dolar Amerika Serikat (AS) mendapat perhatian serius dari otoritas moneter. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa posisi rupiah saat ini sebenarnya masih berada di bawah nilai wajarnya (undervalued), meski didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat. Perry menyampaikan hal tersebut usai mengikuti […]

  • 15 Personel Diterjunkan, Polsek Gunung Agung Amankan Grasstrack Championship 2026 di Tubaba

    15 Personel Diterjunkan, Polsek Gunung Agung Amankan Grasstrack Championship 2026 di Tubaba

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com — Kepolisian Sektor Gunung Agung, Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba), melaksanakan pengamanan Kejuaraan Grasstrack Championship Motorace 2026 yang digelar di Sirkuit Taman Terang Sakti, Kecamatan Gunung Terang, Minggu (15/2/2026). Ajang balap bergengsi yang berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (14–15 Februari 2026), tersebut mendapat pengamanan ketat dari jajaran Polsek Gunung Agung bersama […]

  • Jalan Berlubang di Panaragan Jaya Telan Korban Jiwa, Paman Acong Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

    Jalan Berlubang di Panaragan Jaya Telan Korban Jiwa, Paman Acong Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Kondisi jalan rusak dan berlubang di wilayah Panaragan Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), kembali menuai sorotan setelah menyebabkan kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan masyarakat, termasuk dari Herwanto atau yang lebih dikenal dengan nama Paman Acong. Selain dikenal sebagai konten kreator, […]

  • Ketika Fatayat Kehilangan Cahaya: Rere Abyasa Mengenang Jejak Inspiratif Margaret

    Ketika Fatayat Kehilangan Cahaya: Rere Abyasa Mengenang Jejak Inspiratif Margaret

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Jakarta, WARTA EDUKASI.COM – Pagi itu terasa berbeda bagi kader Fatayat NU di berbagai daerah. Kabar wafatnya Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, pada Minggu (1/3/2026), menyebar cepat dan menyisakan hening yang panjang. Bagi sebagian orang, kabar itu adalah berita duka organisasi. Namun bagi Rere Abyasa, Host Podcast Nongkrong Online NU […]

  • Putusan MA Kukuhkan Otto Hasibuan, PERADI Bandar Lampung Gelar Tasyakuran dan Serukan Rekonsiliasi Nasional

    Putusan MA Kukuhkan Otto Hasibuan, PERADI Bandar Lampung Gelar Tasyakuran dan Serukan Rekonsiliasi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, Warta Edukasi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bandar Lampung menggelar tasyakuran serentak bersama DPC PERADI di seluruh Indonesia, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) Nomor 57/TUN/2026 oleh Mahkamah Agung (MA) yang mengukuhkan kepengurusan PERADI di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan. […]

  • URC Legend Gandeng RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Layanan Antar Obat untuk Percepat Pelayanan Pasien

    URC Legend Gandeng RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Layanan Antar Obat untuk Percepat Pelayanan Pasien

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Layanan antar obat dari URC Legend bersama RSUD Abdul Moeloek di Bandar Lampung mempercepat distribusi obat bagi pasien. Program ini membantu proses pelayanan kesehatan agar lebih cepat, tepat, dan efisien melalui sistem kerja terkoordinasi. Kolaborasi URC Legend dan RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, Warta Edukasi — Komunitas relawan URC Legend terus memperkuat kontribusi di bidang […]

expand_less