Breaking News
light_mode

Menkeu Purbaya Respons Dugaan Aliran Uang ke Dirjen Bea Cukai, Tegaskan Ikuti Arahan Presiden

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • print Cetak

Jakarta, Warta Edukasi — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi dugaan aliran dana kepada Direktur Jenderal Bea dan Cukai (Dirjen Bea Cukai) Djaka Budi Utama yang mencuat dalam persidangan kasus dugaan korupsi importasi barang.

Purbaya menegaskan akan mengikuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait langkah yang akan diambil terhadap jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

“Saya akan ikutin perintah Bapak Presiden,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Meski demikian, Purbaya belum memberikan keterangan lebih jauh terkait kemungkinan pencopotan Djaka Budi Utama dari jabatannya sebagai Dirjen Bea dan Cukai.

“Ya kita lihat minggu depan ya,” katanya singkat.

Dugaan aliran uang tersebut terungkap dalam sidang perkara dugaan suap importasi barang di lingkungan Bea Cukai. Dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan Orlando Hamonangan Sianipar alias Ocoy, Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I Direktorat Penindakan dan Penyidikan DJBC, sebagai saksi.

Jaksa KPK M. Takdir Suhan memaparkan sejumlah amplop berkode yang diduga berkaitan dengan pembagian uang dari pihak perusahaan swasta BlueRay.

“Izin majelis, kami tampilkan sampling amplop yang ada kodenya,” ujar jaksa dalam persidangan.

Jaksa kemudian menyebut salah satu amplop berkode nomor “1” diduga diperuntukkan bagi Dirjen Bea Cukai dengan nilai mencapai 213.600 dolar Singapura.

Namun, Ocoy mengaku tidak mengetahui pihak yang dimaksud dalam kode tersebut.

“Nomor 1 saya tidak tahu, Pak. Nomor 2 saya tahu, nomor 3 saya tahu,” ujar Ocoy di hadapan majelis hakim.

Saat ditanya mengenai pihak yang menyerahkan amplop kepada masing-masing penerima, Ocoy juga mengaku tidak mengetahui proses penyerahan tersebut.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sempat menyoroti kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai dan meminta institusi tersebut segera melakukan pembenahan.

Dalam pidatonya pada rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5/2026), Prabowo meminta Menteri Keuangan mengambil langkah tegas apabila pimpinan DJBC dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan baik.

“Bea Cukai kita harus diperbaiki. Menteri Keuangan, kalau pimpinan Bea Cukai tidak mampu, segera diganti,” tegas Prabowo.

Kasus dugaan suap importasi barang tersebut hingga kini masih terus bergulir di pengadilan dan menjadi perhatian publik terkait upaya pemberantasan korupsi di sektor kepabeanan.

(Redaksi Warta Edukasi)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Edukasi Kesehatan: PKK Tubaba Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

    Edukasi Kesehatan: PKK Tubaba Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar kegiatan pemeriksaan HPV DNA Co-Testing IVA. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, di Puskesmas Panaragan […]

  • JMSI Tegaskan Pers Bukan Alat Pemecah Bangsa, Tapi Perekat Demokrasi di NKRI

    JMSI Tegaskan Pers Bukan Alat Pemecah Bangsa, Tapi Perekat Demokrasi di NKRI

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sorong, wartaedukasi.com — Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menegaskan bahwa pers bukan alat pemecah persatuan, melainkan perekat bangsa dalam sistem demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Harmonisasi Polri dan Insan Pers yang digelar JMSI Papua Barat Daya di Rylich Panorama, Kota Sorong, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan […]

  • Begal Punya HAM, Rakyat Juga Punya Hak Hidup: Memahami Pernyataan Pigai dan Ketegasan Kapolda Lampung

    Begal Punya HAM, Tetapi Rakyat Juga Punya Hak Hidup

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh: Wawan Hidayat Indonesia kembali dihadapkan pada perdebatan klasik antara penegakan hak asasi manusia dan kebutuhan menjaga keamanan masyarakat. Perdebatan itu mengemuka setelah Menteri HAM, Natalius Pigai, menyatakan bahwa pelaku begal tidak boleh ditembak mati tanpa melalui proses hukum. Di sisi lain, Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas dan menembak […]

  • Menulis Ulang Megahnya Islamic Center Tubaba

    Menulis Ulang Megahnya Islamic Center Tubaba

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Di jantung Kabupaten Tulang Bawang Barat, berdiri sebuah bangunan yang tak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol gagasan besar tentang peradaban. Islamic Center Tulang Bawang Barat bukan hanya megah secara fisik, melainkan kuat secara filosofi. Berbeda dari kebanyakan masjid raya di Indonesia yang identik dengan kubah besar menjulang, Islamic […]

  • Korban Truk Rem Blong PJR Ternyata Istri Pensiunan Polisi, Gugatan Disiapkan

    Korban Truk Rem Blong PJR Ternyata Istri Pensiunan Polisi, Gugatan Disiapkan

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, WARTA EDUKASI. COM — Sore itu, Minggu 15 Februari 2026, Vita Sumiyati masih melayani pembeli di warung kecil miliknya di pinggir Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Tanjakan PJR, Kota Bandar Lampung.  Warung itu bukan sekadar tempat usaha, tetapi menjadi sumber penghasilan keluarga. Namun, dalam hitungan detik, semuanya berubah. Sebuah dump truk yang melaju dari arah […]

  • Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Dalam film Snowpiercer, dunia telah membeku akibat eksperimen iklim yang gagal. Bumi menjadi bola es. Umat manusia yang tersisa hidup di dalam satu kereta raksasa yang terus bergerak tanpa henti mengelilingi dunia. Kereta itu bukan sekadar alat transportasi.Ia adalah sistem. Ia adalah negara. Di gerbong paling belakang, manusia hidup berhimpitan, kelaparan, […]

expand_less