Kades Sidoharjo: Ponpes Darussalamah Tak Sekadar Pesantren, tetapi Cahaya Desa
- account_circle arif
- calendar_month 5 jam yang lalu
- print Cetak

Kades Sidoharjo Nilai Ponpes Darussalamah Cetak Generasi Al-Qur’an
Lampung Selatan, Warta Edukasi.Com — Malam itu, suasana Pondok Pesantren Darussalamah di Desa Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, dipenuhi lantunan dzikir dan doa.
Ratusan jamaah memadati lokasi untuk mengikuti rutinan Dzikir Manaqib yang dirangkaikan dengan peresmian Asrama Putri pada Jumat malam Sabtu (11/7/2026).
Di tengah kekhusyukan tersebut, sebuah bangunan baru berdiri menjadi penanda berkembangnya lembaga pendidikan Islam yang selama ini tumbuh dari semangat gotong royong dan dukungan masyarakat.
Bagi warga Desa Sidoharjo, malam itu bukan sekadar peresmian asrama, melainkan momentum lahirnya harapan baru bagi generasi penerus.
Harapan itu pula yang disampaikan Kepala Desa (Kades) Sidoharjo, Slamet. Dalam sambutannya, ia menyebut Pondok Pesantren Darussalamah bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi telah menjadi cahaya yang menerangi kehidupan masyarakat Desa Sidoharjo.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah KH. Nurkholis Ahmad, penceramah KH. Syamsuddin Thohir, Rais Syuriah MWCNU Jati Agung Kyai Masduki, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jati Agung Kyai Ahmad Ansori, Ketua MUI Lampung Selatan Kyai Ahmad Habib, Kyai Jumadi, jajaran PAC Muslimat NU, GP Ansor, para alim ulama, wali santri, serta ratusan jamaah.
-
Ponpes Darussalamah Menjadi Kebanggaan Desa
Slamet mengawali sambutannya dengan mengungkapkan rasa syukur atas berkembangnya Pondok Pesantren Darussalamah yang dinilainya menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus aset penting bagi Desa Sidoharjo.
“Kami selaku Pemerintah Desa Sidoharjo menyampaikan rasa bangga dan bahagia. Desa kita kembali diberi anugerah berupa tempat untuk menimba ilmu dan mendidik generasi Al-Qur’an. Pondok Pesantren Darussalamah adalah cahaya bagi Desa Sidoharjo,” ungkap Slamet.
Menurutnya, keberadaan pondok pesantren bukan hanya menghadirkan bangunan pendidikan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Baginya, kemajuan sebuah desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusia yang dibentuk melalui pendidikan keagamaan.
-
Dzikir Manaqib Menjadi Ikhtiar Memohon Keberkahan
Di hadapan para jamaah, Slamet juga mengajak masyarakat untuk terus menghidupkan tradisi Dzikir Manaqib sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon keberkahan bagi desa.
“Dzikir Manaqib merupakan bentuk ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT, mengenang para wali, serta memohon keberkahan. Insya Allah, dengan istiqamah melaksanakan dzikir di desa kita, Allah akan menjauhkan kita dari bala, memberikan ketenangan, serta melimpahkan keberkahan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan keagamaan yang rutin digelar di Pondok Pesantren Darussalamah mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat kehidupan spiritual masyarakat Desa Sidoharjo.
-
Asrama Putri Menjadi Rumah Kedua Para Santri
Momen peresmian Asrama Putri menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan dalam rangkaian kegiatan malam itu.
Bagi Slamet, bangunan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar fasilitas baru.
Atas nama Pemerintah Desa Sidoharjo, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergotong royong hingga pembangunan asrama dapat diselesaikan.
“Malam ini kita juga menyaksikan peresmian asrama putri. Atas nama Pemerintah Desa Sidoharjo, saya mengucapkan selamat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berjuang mewujudkan asrama ini, terutama kepada pimpinan Pondok Pesantren Darussalamah,” katanya.
Ia menilai keberadaan asrama akan menjadi rumah kedua bagi para santri untuk belajar hidup mandiri, menjaga adab, dan memperdalam ilmu agama.
“Asrama ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan rumah kedua bagi para santri untuk menuntut ilmu, menjaga adab, dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berakhlakul karimah serta bermanfaat bagi agama, nusa, bangsa, dan negara,” lanjutnya.
-
Harapan untuk Melahirkan Generasi Qurani
Menjelang akhir sambutannya, Slamet menitipkan pesan kepada para santri agar menjaga nama baik pondok, menghormati para kiai, rajin belajar, dan senantiasa mendoakan kedua orang tua.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan kepada Pondok Pesantren Darussalamah agar semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi Qurani.
“Saya berpesan kepada seluruh santri agar senantiasa menjaga nama baik pondok, menghormati para kiai, rajin belajar, dan tidak lupa mendoakan kedua orang tua. Kepada seluruh masyarakat, mari kita bersama-sama menjaga dan mendukung keberlangsungan Pondok Pesantren Darussalamah agar terus menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi Qurani,” tutup Slamet.
Peresmian Asrama Putri yang dirangkaikan dengan rutinan Dzikir Manaqib itu menjadi simbol kuatnya sinergi antara pondok pesantren, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun pendidikan Islam.
Dari Desa Sidoharjo, harapan terus tumbuh agar Pondok Pesantren Darussalamah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga terus menjadi cahaya yang menerangi desa melalui lahirnya generasi berilmu, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an. (ARIF)
- Penulis: arif











