Breaking News
light_mode

Takhtiman Yanbu’ul Ulum, Abi Syukron: Khatam Bukan Akhir Belajar

  • account_circle ARIF
  • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
  • print Cetak

Takhtiman Yanbu’ul Ulum Jadi Momentum Santri Memulai Perjalanan Ilmu

Lampung Selatan, Warta Edukasi.Com Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema memenuhi aula Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Diniyyah Putra-Putri Yanbu’ul Ulum, Sabtu malam Ahad (27/6/2026).

Di hadapan para wali santri, ulama, dan tamu undangan, puluhan santri menundukkan kepala dengan penuh khidmat.

Malam itu bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan penanda dimulainya perjalanan panjang dalam menuntut ilmu.

Sebanyak 20 santri menuntaskan Takhtiman Juz Amma, sementara enam santri berhasil menyelesaikan Khataman Kitab Alfiyyah Ibnu Malik.

Prosesi diawali pembacaan Kalam Ilahi, dilanjutkan takhtaman yang berlangsung penuh kekhusyukan di Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum, Jalan Raden Santri, Gang Pondok, Dusun 38, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan.

Pengajian Akbar yang menjadi puncak acara menghadirkan KH. Dimyati Rifa’i, Rois Syuriah PCNU Tulang Bawang, sebagai penceramah.

Turut hadir Mustasyar MWCNU Jati Agung Abah Yai Nurcholis Ahmad, Wakil Rois Syuriah Gus Abdul Roziq, Sekretaris MWCNU Ustadz Nurrohman, Ketua JKSN Gus Budi, Ketua UPZISNU Ustadz Sukri, KH. S. Abdul Aziz Attarmasie, Ketua PAC GP Ansor Jati Agung Waryanto bersama Banser, serta para wali santri.

Bagi Pendiri sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum, Abi A. Syukron Malik, S.H.I., Al-Hafidz, momen takhtiman bukanlah garis akhir.

Justru, malam itu menjadi langkah pertama bagi para santri untuk memasuki jenjang ilmu yang lebih luas.

  • Khataman Menjadi Awal Ilmu yang Bermanfaat

Abi Syukron berharap para santri tidak berhenti pada kebanggaan telah menyelesaikan bacaan ataupun hafalan.

Menurutnya, keberhasilan itu baru akan bernilai ketika melahirkan ilmu yang membawa manfaat bagi kehidupan.

“Anak-anak yang sudah menyelesaikan khataman Al-Qur’an maupun Juz Amma, tentu harapannya agar ilmu yang mereka peroleh dari takhtiman atau khataman Al-Qur’an ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan penuh berkah,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an belum cukup untuk memahami pesan-pesan Allah secara utuh.

Foto Dok Ahmad Royani: Pengasuh Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum, Abi A. Syukron Malik, S.H.I., Al-Hafidz,

Dibutuhkan ilmu alat sebagai kunci untuk membuka makna yang terkandung di dalamnya.

“Karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab dan dalam memahami Al-Qur’an, baik secara gramer maupun secara makna maupun secara tafsir, itu membutuhkan alatnya. Nah, alatnya itulah nahwunya,” jelas Abi Syukron.

  • Alfiyyah Menjadi Jalan Memahami Makna Al-Qur’an

Atas dasar itulah, Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum menjadikan Kitab Alfiyyah Ibnu Malik sebagai salah satu pilar pendidikan santri.

Kitab yang memuat kaidah nahwu tersebut dipelajari agar para santri tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami kandungannya secara benar.

“Dengan mempelajari Kitab Alfiyyah Ibnu Malik maka diharapkan santri itu selain bisa membaca Al-Qur’an ataupun menghafalkan Al-Qur’an, tetapi juga mengetahui makna Al-Qur’an itu sendiri, sehingga tidak salah di dalam menafsirkannya dan mengimplementasikannya. Karena kesalahpahaman di dalam memahami Al-Qur’an, maka Alfiyah atau ilmu alat sangat dibutuhkan dalam memahami Al-Qur’an itu sendiri,” katanya.

Perjalanan menguasai ilmu tersebut bukan sesuatu yang singkat. Menurut Abi Syukron, santri umumnya membutuhkan waktu enam hingga tujuh tahun untuk menamatkan pembelajaran Alfiyyah.

“Kalau khusus di Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum tentunya untuk menyelesaikan Alfiyah Ibnu Malik itu membutuhkan waktu sekitar enam tahun atau bisa sampai tujuh tahun,” ungkapnya.

Sementara untuk hafalan Al-Qur’an, lama waktu setiap santri berbeda-beda sesuai kemampuan dan kesungguhannya.

“Untuk Al-Qur’annya sendiri sebenarnya secara umum bisa dihafalkan selama tiga tahun bagi anak-anak santri yang betul-betul menghafal, tapi biasanya ada yang memang sampai lima atau enam tahun,” lanjutnya.

  • Khatam Bukan Garis Akhir

Di balik prosesi wisuda sederhana itu, Abi Syukron menyampaikan pesan yang menjadi inti dari seluruh rangkaian acara.

Ia meminta para santri tidak menganggap khataman sebagai tujuan akhir.

“Tentunya pesan Abi adalah santri-santri yang sudah dikhatamkan, pertama tidak berhenti di sini. Artinya, karena ini baru khatam, jadi santri baru menghatamkan apa yang dipelajarinya,” pesannya.

Masih ada tahapan berikutnya yang harus ditempuh. Menghatamkan bacaan bukan berarti telah menguasai seluruh isi dan hikmah Al-Qur’an maupun kedalaman ilmu Alfiyyah.

“Masih ada jenjang berikutnya yaitu menghatamkan Al-Qur’an, masih ada jenjang berikutnya yaitu mendalami Al-Qur’an. Nah kemudian untuk Alfiyyah pun seperti itu. Ini baru khatam Alfiyyah, belum sepenuhnya memahami ilmu Alfiyyah,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap seluruh santri terus menjaga semangat belajar sepanjang hayat.

“Maka pesan Abi pada santri-santri yang menghatamkan tentunya tidak berhenti di sini, selalu belajar, belajar dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkan,” tegasnya.

  • Menyiapkan Generasi yang Siap Menjawab Tantangan Zaman

Bagi Abi Syukron, pesantren memiliki tanggung jawab yang jauh lebih besar daripada sekadar melahirkan para penghafal Al-Qur’an.

Pesantren harus mampu mencetak generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus siap menghadapi perubahan zaman.

“Tentunya visi daripada Pondok Pesantren Yanbu’ul Ulum atau umumnya pondok pesantren Nahdlatul Ulama, cita-citanya adalah mencetak generasi yang betul-betul mumpuni dalam bidang ilmu agama, baik Al-Qur’an maupun ilmu kitab, sehingga bisa menjawab tantangan zaman,” tuturnya.

Menurutnya, kemajuan zaman tidak boleh mengikis nilai-nilai agama maupun norma kehidupan bermasyarakat.

Justru santri diharapkan hadir sebagai generasi yang mampu menjawab tantangan tanpa kehilangan jati diri.

“Walaupun zaman itu berkembang, tentunya santri-santri bisa menjawab tantangan tersebut sehingga tidak keluar dari koridor tatanan agama maupun norma sosial di Negara Indonesia untuk menyongsong Generasi Emas,” pungkasnya. (ARIF). 

  • Penulis: ARIF

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mengikuti latihan dasar kemiliteran dalam Program SPPI 2026 yang menjadi sorotan DPR RI terkait usulan penghapusan Latsarmil.

    DPR Desak Latihan Dasar Kemiliteran KDMP Dihapus, Negara Berpotensi Hemat Lebih dari Rp1 Triliun

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Ahmad Royani, S.Pd.I
    • 0Komentar

    Jakarta | Warta Edukasi – Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menuai sorotan. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah menghapus komponen latihan dasar kemiliteran dalam program pendidikan tersebut karena dinilai tidak relevan dengan tugas pengelola koperasi. Menurut Hasanuddin, pemerintah sebaiknya memfokuskan waktu dan anggaran […]

  • Sajak Lampung Lama: Warisan Sastra Lisan yang Sarat Makna dan Adat

    Sajak Lampung Lama: Warisan Sastra Lisan yang Sarat Makna dan Adat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Redaksi Wartaedukasi.com Lampung bukan hanya dikenal karena keindahan alam dan keberagaman budayanya, tetapi juga memiliki kekayaan sastra lisan yang telah hidup sejak ratusan tahun lalu. Di tengah arus modernisasi, sajak-sajak tradisional Lampung tetap menjadi cermin nilai adat, etika, dan falsafah hidup masyarakat. Dalam khazanah budaya Lampung, terdapat beberapa bentuk puisi lama seperti pepaccur, […]

  • Persib Makin Tak Terbendung, Persijap Kian Terancam Degradasi di Pekan ke-31

    Persib Makin Tak Terbendung, Persijap Kian Terancam Degradasi di Pekan ke-31

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Warta Edukasi – Klasemen Super League 2025/2026 semakin dinamis usai tiga pertandingan pekan ke-31 digelar di stadion berbeda pada Senin (4/5). Tiga laga tersebut mempertemukan Persib Bandung kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, PSM Makassar melawan Bhayangkara FC di Stadion BJ Habibie Parepare, serta Persijap Jepara yang menjamu Persija Jakarta di Stadion […]

  • Rokok Ilegal: Api Dalam Sekam yang Dibiarkan Membakar Negeri

    Rokok Ilegal: Api Dalam Sekam yang Dibiarkan Membakar Negeri

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Rokok Ilegal: Api Dalam Sekam yang Dibiarkan Membakar Negeri Oleh: Kang WeHa Peredaran rokok ilegal di negeri ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum—ini adalah bentuk pengkhianatan terang-terangan terhadap negara. Di saat pemerintah berupaya menambal kebocoran anggaran dan mendorong pembangunan dari berbagai sektor, justru ada “industri bayangan” yang dengan santainya menggerogoti pendapatan negara tanpa rasa bersalah. […]

  • Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Tembus Rp2,79 Juta per Gram

    Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tajam, Tembus Rp2,79 Juta per Gram

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, warta edukasi – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan hari ini, Rabu, 6 Mei 2026. Kenaikan terjadi pada hampir seluruh ukuran pecahan emas, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram. Berdasarkan informasi dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam, harga emas Antam ukuran 1 […]

  • Mesuji FC Lolos ke Semifinal Liga 4 Usai Tekuk BUP FC 5-0

    Mesuji FC Lolos ke Semifinal Liga 4 Usai Tekuk BUP FC 5-0

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Langkah Mulus Tim Macan Ragab Menuju Babak Empat Besar Bandar Lampung, WARTA EDUKASI -Mesuji FC memastikan satu tiket ke babak semifinal Liga 4 Piala Gubernur Lampung 2026 setelah menumbangkan Bintang Utara Pratama (BUP) FC dengan skor telak 5-0 pada Selasa (10/02/2026). Tim berjuluk Macan Ragab ini sukses mengamankan posisi runner-up Grup B dengan perolehan total […]

expand_less