Breaking News
light_mode

Rapat Deadlock, Buay Bulan Bersatu Ancam Duduki Lahan PTPN 1

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • print Cetak

Rapat Buay Bulan Bersatu dan PTPN 1 Belum Temui Kesepakatan

TULANG BAWANG BARAT — Rapat antara perwakilan Buay Bulan Bersatu (B3) dan PTPN 1 yang digelar di Kantor PTPN 1 Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026), belum menghasilkan kesepakatan terkait persoalan lahan yang disengketakan.

Rapat tersebut dihadiri pimpinan PTPN 1, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Nadirsyah, Anggota DPRD Tubaba Arib Bandarsyah, Asisten I Untung Budiono, Ketua Buay Bulan Bersatu beserta anggota, serta tim kuasa hukum B3.

Pertemuan yang diharapkan dapat menghasilkan titik temu justru berakhir tanpa keputusan yang dianggap memberikan kepastian bagi pihak Buay Bulan Bersatu.

Buay Bulan Bersatu Nyatakan Kekecewaan

Juru Bicara Buay Bulan Bersatu, Aswar, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil pertemuan tersebut. Ia menyebut keputusan rapat belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan.

Menurut Aswar, pihaknya menilai terdapat ketidaksesuaian dengan kesepakatan yang sebelumnya dibuat pada 20 Agustus 2026.

“Karena meraka ingkar dengan kesepakatan bersama, mereka tidak menghargai kesepakatan bersama pada 20 Agustus 2026, mereka tidak menghargai marwah kami masyarakat adat, mereka tidak menghargai Pemerintah Daerah Tubaba, mereka tidak menghargai pihak kepolisian RI, maka sepulangnya kami dari sini kami akan duduki lahan apa yang menjadi objek yang kami perkarankan,” kata Aswar.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan lahan antara masyarakat adat yang tergabung dalam B3 dan PTPN 1 masih belum menemukan titik penyelesaian.

Kuasa Hukum B3 Soroti Persoalan HGU

Ketua Kuasa Hukum Buay Bulan Bersatu (B3), Alfian Suni, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil rapat.

Ia mengatakan pihaknya telah menyampaikan persoalan tersebut dengan mengacu pada prosedur hukum dan alat bukti yang dimiliki. Namun, menurutnya, rapat belum menghasilkan keputusan yang diharapkan.

“Disini kami sangat kecewa atas keputusan oleh PTPN 1, karena dari awal kita sudah sanggup sesuai dengan prosedur hukum yang ada alat alat bukti yang ada, ternyata dia tidak memberikan keputusan, dia (pihak PTPN) bicara muter-muter dari pimpinan satu ke pimpinan yang lain, dia bicara kedepan sementara dosa dosa dia seolah olah gak tau nah ini yang menjadi kekecewaan kami, setelah ini masyarakat ijin kepada kami akan menduduki lahan agar HGU tidak di perpanjang.”

Alfian juga meminta pemerintah daerah, kepolisian, serta pemerintahan tiyuh agar tidak memberikan rekomendasi terkait perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) yang menjadi bagian dari persoalan tersebut.

“Jadi kami minta kepada pemerintah daerah dan kepolisian serta tiyuh agar tidak merekomendasikan ijin perpanjangan HGU. Pasti kami tarik lahan itu karena lahan itu lahan adat kami dari tahun 84,” tegas Alfian Suni.

PTPN 1: Kewenangan Perwakilan Terbatas

Sementara itu, pihak PTPN 1 menjelaskan bahwa hasil rapat belum dapat menghasilkan keputusan karena kewenangan perwakilan yang hadir dalam pertemuan tersebut terbatas.

Perwakilan PTPN 1, Sasmika, mengatakan hasil pembahasan akan disampaikan kepada pimpinan yang memiliki kewenangan lebih tinggi untuk mengambil keputusan.

“Jadi kewenangan kita terbatas, ada di atas lagi, dari hasil rapat itu kita berkomitmen memberikan aturan yang bisa kita berikan kedepan bukan yang ke belakang, kalau kebelakang kami belum ada, itu kan sudah lama sementara kewenangan kami terbatas,” ungkap Sasmika.

Dengan demikian, persoalan lahan yang dipersoalkan Buay Bulan Bersatu dan PTPN 1 masih menunggu tindak lanjut dari pihak yang memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan.

Sementara itu, pernyataan mengenai rencana pendudukan lahan yang disampaikan pihak B3 menjadi perkembangan lanjutan yang perlu mendapat perhatian para pihak terkait agar persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mekanisme hukum dan dialog yang berlaku. (Reki)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Dalam film Snowpiercer, dunia telah membeku akibat eksperimen iklim yang gagal. Bumi menjadi bola es. Umat manusia yang tersisa hidup di dalam satu kereta raksasa yang terus bergerak tanpa henti mengelilingi dunia. Kereta itu bukan sekadar alat transportasi.Ia adalah sistem. Ia adalah negara. Di gerbong paling belakang, manusia hidup berhimpitan, kelaparan, […]

  • Program Kelas Cangkok 2026 Buka Jalan Siswa 3T Lampung

    Program Kelas Cangkok 2026 Buka Jalan Siswa 3T Lampung

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Program Kelas Cangkok 2026 Jadi Harapan Baru Siswa Daerah Terpencil Bandar Lampung, Warta Edukasi.Com— Program Kelas Cangkok 2026 menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa dari daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar. Melalui program tersebut, pemerintah menyeleksi siswa berprestasi dari wilayah terpencil lalu menempatkan mereka untuk belajar di […]

  • Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Tubaba Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Semakin Profesional dan Dipercaya Masyarakat

    Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Tubaba Bacakan Amanat Presiden: Polri Harus Semakin Profesional dan Dipercaya Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi– Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Upacara Mapolres Tulang Bawang Barat, Rabu (1/7/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tulang Bawang Barat, Ny. Nina Sendi Antoni. Turut hadir dalam […]

  • Potret Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama besar dan waliyullah Nusantara asal Madura yang dikenal sebagai guru para kiai dan tokoh penting dalam sejarah Islam Indonesia.

    Syaikhona Kholil Bangkalan: Wali Allah, Guru Para Kiai, dan Pemilik Nasihat yang Abadi

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Majelis Sholawat Nariyah Tubaba
    • 0Komentar

    Oleh : Majelis Sholawat Nusantara Tubaba Di antara deretan ulama besar Nusantara, nama Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan menempati posisi yang sangat istimewa. Beliau bukan hanya dikenal sebagai seorang ulama yang memiliki kedalaman ilmu, tetapi juga diyakini oleh banyak kalangan pesantren sebagai seorang waliyullah yang memperoleh kemuliaan dari Allah SWT. Sosok beliau telah melampaui batas ruang […]

  • Ilustrasi penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi tanpa tebang pilih sebagai simbol keadilan dan transparansi di Indonesia serta refleksi terhadap dugaan korupsi di Tulang Bawang Barat.

    Ketika Penegak Hukum Diuji: Korupsi Harus Diberantas Tanpa Tebang Pilih

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh : Wawan Hidayat ( Ketua DPD Jaringan Pemdamping Kebijkan Pembangunan Tulang Bawang Barat ) Kepercayaan publik terhadap penegakan hukum merupakan fondasi utama berdirinya sebuah negara yang berkeadilan. Namun fondasi itu akan rapuh apabila muncul dugaan bahwa hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Karena itu, setiap dugaan tindak pidana korupsi, […]

  • Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Merbau Mataram, Korban Hingga Melahirkan, Pelaku Belum Ditangkap

    Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Merbau Mataram, Korban Hingga Melahirkan, Pelaku Belum Ditangkap

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi – Keluarga korban melaporkan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap seorang anak di bawah umur di Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan. Korban yang berinisial M.Z.A. bahkan telah melahirkan bayi setelah mengalami kehamilan akibat dugaan tindakan asusila tersebut. Hingga saat ini, pelaku yang diduga bernama Aji belum berhasil ditangkap oleh aparat penegak […]

expand_less