KH. Qosim Bukhori, Pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Gondanglegi Malang
- account_circle Redaksi
- calendar_month 10 jam yang lalu
- print Cetak

Penulis : Majelis Sholawat Nariyah Tubaba
KH. Qosim Bukhori merupakan salah satu ulama kharismatik asal Malang Selatan yang dikenal luas sebagai pendiri Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sosok beliau dikenal sederhana, tawadhu, istiqamah dalam berdakwah, serta memiliki perhatian besar terhadap pengembangan pendidikan Islam berbasis pesantren.
Beliau lahir pada tahun 1942 di Desa Ganjaran, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. KH. Qosim Bukhori merupakan putra dari KH. Bukhori Ismail, seorang ulama besar sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Ganjaran yang dikenal memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan dakwah Islam di wilayah Malang Selatan.
Sejak kecil, KH. Qosim Bukhori tumbuh dalam lingkungan pesantren yang kuat dengan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah. Dari sang ayah, beliau mempelajari dasar-dasar ilmu agama seperti tauhid, fikih, tasawuf, nahwu, sharaf, hingga pendalaman kitab kuning. Pendidikan tersebut membentuk karakter beliau menjadi pribadi yang disiplin, sederhana, dan sangat menghormati ilmu serta para guru.
Dalam tradisi pesantren, sanad keilmuan memiliki posisi yang sangat penting. KH. Qosim Bukhori dikenal memiliki sanad keilmuan yang bersambung melalui jalur ulama-ulama pesantren salaf di Jawa Timur. Beliau belajar kepada sejumlah masyayikh dan ulama besar, di antaranya KH. Bukhori Ismail dan KH. Yahya Syabrawi, serta para ulama Nahdlatul Ulama lainnya yang menjaga tradisi keilmuan pesantren.
Beliau berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dengan mengikuti mazhab Imam Syafi’i dalam fikih, Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dalam akidah, serta ajaran tasawuf Imam Al-Ghazali dan Imam Junaid Al-Baghdadi. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi dasar pendidikan di Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2.
Sekitar tahun 1983, KH. Qosim Bukhori mendirikan Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 di Desa Putukrejo, Gondanglegi. Berdirinya pesantren ini mendapat dukungan masyarakat dan para ulama setempat. Nama “Raudlatul Ulum 2” sendiri diberikan oleh KH. Yahya Syabrawi sebagai bentuk kesinambungan perjuangan dakwah dan pendidikan pesantren Raudlatul Ulum sebelumnya.
Di bawah kepemimpinan KH. Qosim Bukhori, Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 berkembang pesat menjadi salah satu pesantren besar dan berpengaruh di wilayah Malang Raya. Beliau memadukan sistem pendidikan salafiyah dengan pendidikan formal modern tanpa meninggalkan tradisi pesantren. Pengajian kitab kuning, pembinaan akhlak, pendidikan karakter, hingga wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan yang beliau bangun.
Selain fokus pada pendidikan agama, KH. Qosim Bukhori juga memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sosial dan kemasyarakatan. Beliau turut berkontribusi dalam lahirnya berbagai lembaga pendidikan dan pelayanan masyarakat di kawasan Gondanglegi, termasuk perkembangan lembaga pendidikan tinggi dan layanan kesehatan berbasis Islam.
Sebagai ulama pesantren, beliau juga istiqamah menjaga tradisi amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah seperti tahlil, istighatsah, maulid, manaqib, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Tradisi tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan spiritualitas para santri dan masyarakat sekitar.
Keteladanan KH. Qosim Bukhori tercermin dari kehidupan beliau yang sederhana namun penuh pengabdian kepada umat. Ribuan santri telah dididik di bawah bimbingannya dan kini tersebar di berbagai daerah sebagai ulama, pendidik, tokoh masyarakat, serta penggerak dakwah Islam.
Hingga kini, nama KH. Qosim Bukhori tetap dikenang sebagai sosok ulama besar yang berhasil membangun peradaban pesantren dengan semangat keikhlasan, ilmu, dan pengabdian. Warisan perjuangan beliau terus hidup melalui Pondok Pesantren Raudlatul Ulum 2 serta para santri dan alumni yang meneruskan sanad keilmuan dan nilai-nilai perjuangannya.
- Penulis: Redaksi

