Breaking News
light_mode

Sepiring Nasi dan Waktu yang Hilang: Tafsir Kehidupan dari Pengajian Gus Baha

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • print Cetak

Oleh : Kang WeHa

Wartaedukasi – Dalam sebuah pengajian yang disampaikan oleh ulama kharismatik KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, terselip perumpamaan sederhana namun menggelitik nalar.

“Gajah itu makannya banyak sekali, tapi waktunya tidur ya tidur. Kamu mencari makan sepiring saja dibela-belain sampai tidak bisa tidur.”

Sekilas, ungkapan ini terdengar ringan, bahkan cenderung jenaka. Namun jika ditelaah lebih dalam, ia mengandung kritik sosial yang tajam terhadap realitas kehidupan modern.

Hari ini, tidak sedikit manusia hidup dalam tekanan. Bukan semata karena ambisi akan kemewahan, melainkan sekadar untuk memenuhi kebutuhan dasar. Ironisnya, demi “sepiring nasi”, banyak orang rela mengorbankan waktu istirahat, mengabaikan kesehatan, hingga kehilangan ketenangan batin.

Dalam perspektif Islam, keseimbangan hidup merupakan prinsip yang tidak bisa ditawar. Allah SWT berfirman:

“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat.”
(QS. An-Naba: 9)

Ayat ini menegaskan bahwa tidur bukan sekadar kebutuhan biologis, tetapi bagian dari rahmat Ilahi—mekanisme pemulihan bagi tubuh dan jiwa. Namun dalam praktiknya, malam yang seharusnya menjadi ruang istirahat justru berubah menjadi arena mengejar dunia.

Rasulullah SAW pun telah mengingatkan dengan tegas:

“Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu.”
(HR. Bukhari)

Hadis ini menempatkan tubuh sebagai amanah, bukan alat yang bisa dipaksa tanpa batas. Ada hak yang harus ditunaikan: istirahat, kesehatan, dan keseimbangan hidup.

Ketika Ritme Hidup Kehilangan Arah

Perumpamaan “gajah” yang disampaikan Gus Baha bukan sekadar soal hewan. Ia merupakan simbol kesadaran alamiah. Bahwa makhluk sebesar itu pun memahami kapan harus makan dan kapan harus berhenti, sementara manusia justru kerap kehilangan kendali.

Realitas hari ini menunjukkan adanya tekanan sistemik: jam kerja yang panjang, waktu istirahat yang menyempit, kebutuhan hidup yang terus meningkat, serta hasil yang tidak selalu sebanding. Akibatnya, hidup bergeser dari konsep “cukup” menjadi sekadar “bertahan”.

Rezeki dan Dimensi Keberkahan

Dalam ajaran Islam, rezeki tidak semata diukur dari jumlah, tetapi juga keberkahan. Allah SWT berfirman:

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar dan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)

Ayat ini menegaskan adanya dimensi spiritual dalam mencari nafkah—takwa, tawakal, dan keyakinan kepada Allah. Rezeki tidak selalu harus dikejar dengan mengorbankan seluruh aspek kehidupan.

Refleksi Kehidupan

Pesan yang disampaikan melalui perumpamaan sederhana ini menjadi cermin bagi manusia modern. Jangan sampai manusia yang dianugerahi akal dan iman justru kalah bijak dalam mengatur hidup dibanding makhluk lain.

Ketika hidup mulai diwarnai dengan sulit tidur karena beban, bekerja tanpa jeda, dan kehilangan waktu untuk diri sendiri maupun Tuhan, maka yang perlu dievaluasi bukan hanya sistem, tetapi juga cara memaknai kehidupan itu sendiri.

Penutup

Hidup bukan sekadar tentang mencari makan, tetapi tentang menjaga keseimbangan. Pada akhirnya, bukan mereka yang paling sibuk yang akan menang, melainkan mereka yang mampu menjalani hidup dengan tenang dan penuh kesadaran.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rokok Ilegal: Api Dalam Sekam yang Dibiarkan Membakar Negeri

    Rokok Ilegal: Api Dalam Sekam yang Dibiarkan Membakar Negeri

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Rokok Ilegal: Api Dalam Sekam yang Dibiarkan Membakar Negeri Oleh: Kang WeHa Peredaran rokok ilegal di negeri ini bukan lagi sekadar pelanggaran hukum—ini adalah bentuk pengkhianatan terang-terangan terhadap negara. Di saat pemerintah berupaya menambal kebocoran anggaran dan mendorong pembangunan dari berbagai sektor, justru ada “industri bayangan” yang dengan santainya menggerogoti pendapatan negara tanpa rasa bersalah. […]

  • Tiga Perampok Uang Rp800 Juta di Tulangbawang Barat Ditangkap, Satu Pelaku Masih Buron

    Tiga Perampok Uang Rp800 Juta di Tulangbawang Barat Ditangkap, Satu Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANGBAWANG BARAT, WARTAEDUKASI.COM – Aparat gabungan berhasil meringkus tiga pelaku perampokan uang tunai Rp800 juta yang terjadi di Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung. Ketiganya ditangkap pada Rabu (18/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di wilayah Sumatera Utara. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Tekab 308 Polda Lampung, Tekab 308 Polres Tulangbawang Barat, serta Tim Buser Polres Batu Bara. […]

  • 10 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Bandar Lampung Ditembak Polisi Saat Melawan

    10 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor di Bandar Lampung Ditembak Polisi Saat Melawan

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, Warta Edukasi – Kasus curanmor di Bandar Lampung kembali terungkap. Aparat dari Polresta Bandar Lampung berhasil menangkap seorang pemuda berusia 21 tahun berinisial MY alias Komeng yang diduga telah melakukan pencurian kendaraan bermotor hingga 10 kali di sejumlah wilayah kota. Pelaku ditangkap di kawasan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, setelah sebelumnya masuk dalam daftar […]

  • PINJOL: Ketika Negara Gagal Hadir, Aplikasi Datang Menagih

    PINJOL: Ketika Negara Gagal Hadir, Aplikasi Datang Menagih

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Feature Tajam WartaEdukasi.com(Diadaptasi dari laporan CNA) Klik.Dana cair.Hidup terasa aman. Begitulah jebakan itu dimulai. Dimbon (43), bukan nama sebenarnya, awalnya hanya ingin beli tiket pesawat. Beberapa sentuhan jari di layar ponsel, uang masuk. Tanpa tatap muka. Tanpa jaminan. Tanpa rasa bersalah. Empat tahun kemudian, ia terdaftar di 18 aplikasi pinjaman — 16 legal, 2 ilegal. […]

  • Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Dalam film Snowpiercer, dunia telah membeku akibat eksperimen iklim yang gagal. Bumi menjadi bola es. Umat manusia yang tersisa hidup di dalam satu kereta raksasa yang terus bergerak tanpa henti mengelilingi dunia. Kereta itu bukan sekadar alat transportasi.Ia adalah sistem. Ia adalah negara. Di gerbong paling belakang, manusia hidup berhimpitan, kelaparan, […]

  • Ketika Ingin Cepat Sampai Mengalahkan Keselamatan

    Ketika Ingin Cepat Sampai Mengalahkan Keselamatan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh : Kang WeHa Di tengah mobilitas yang semakin padat, banyak orang merasa waktu adalah segalanya. Keinginan untuk cepat sampai di tujuan sering kali mendorong pengendara mengambil jalan pintas yang berbahaya. Salah satunya adalah melawan arus lalu lintas. Bagi sebagian orang, tindakan ini mungkin dianggap sepele atau sekadar cara praktis untuk menghindari kemacetan. […]

expand_less