Breaking News
light_mode

Dari Hutan ke Puskesmas: Ketika Uang Sitaan Mengingatkan Kita pada Kelalaian yang Terlalu Lama

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • print Cetak

Oleh: Kang WeHa

Ada ironi yang sulit diabaikan dari kabar bahwa uang hasil sitaan negara sebesar Rp10,2 triliun berpotensi digunakan untuk memperbaiki ribuan puskesmas di Indonesia. Di satu sisi, ini kabar baik. Di sisi lain, kabar ini justru menampar kesadaran kita tentang betapa lamanya negara membiarkan sebagian fasilitas kesehatan berjalan dengan napas yang tersengal.

Presiden Prabowo Subianto menyebut sekitar 10.000 puskesmas yang dibangun sejak era Presiden Soeharto belum pernah mengalami perbaikan berarti selama puluhan tahun. Jika benar demikian, maka persoalannya bukan sekadar soal anggaran. Persoalannya adalah prioritas.

Bayangkan. Selama tiga dekade, bangunan-bangunan yang menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat bertahan dengan usia yang terus menua. Atap bocor mungkin ditambal. Cat mengelupas mungkin dicat ulang. Namun renovasi menyeluruh tak kunjung datang. Sementara itu, berbagai proyek yang lebih “fotogenik” sering kali mendapat panggung lebih besar dalam perencanaan pembangunan.

Yang lebih menarik lagi, harapan renovasi kini justru datang dari uang hasil sitaan penegakan hukum. Seolah-olah negara menemukan dompet yang selama ini hilang di bawah sofa, lalu baru teringat ada rumah yang perlu diperbaiki.

Tentu kita patut mengapresiasi keberhasilan Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang berhasil mengamankan aset bernilai fantastis tersebut. Penegakan hukum memang harus memberi manfaat nyata bagi rakyat. Namun apresiasi itu tidak boleh membuat kita lupa bertanya: mengapa kebutuhan dasar seperti renovasi puskesmas harus menunggu datangnya uang sitaan?

Bukankah kesehatan merupakan layanan publik yang seharusnya menjadi prioritas utama dalam perencanaan anggaran negara?

Puskesmas bukan sekadar bangunan. Di sanalah ibu hamil memeriksakan kandungannya. Di sanalah balita mendapatkan imunisasi. Di sanalah warga desa mencari pertolongan pertama ketika rumah sakit masih berjarak puluhan kilometer. Ketika kondisi puskesmas dibiarkan menua selama puluhan tahun, yang sesungguhnya menanggung risikonya bukan tembok atau genteng, melainkan masyarakat itu sendiri.

Pernyataan Presiden bahwa Rp10,2 triliun dapat memperbaiki sekitar 5.000 puskesmas patut disambut positif. Namun pekerjaan yang lebih besar sesungguhnya bukan memperbaiki bangunan, melainkan memperbaiki cara pandang birokrasi terhadap pelayanan dasar.

Jangan sampai setiap kali ada uang sitaan, rakyat baru mendapat fasilitas yang layak. Jangan sampai pembangunan layanan publik bergantung pada keberhasilan memburu pelanggaran hukum. Negara idealnya membangun puskesmas karena itu memang kewajibannya, bukan karena kebetulan menemukan dana tak terduga.

Rakyat tentu senang jika 5.000 puskesmas bisa direnovasi. Tetapi rakyat juga berhak bertanya mengapa harus menunggu selama 30 tahun untuk mendapatkan sesuatu yang semestinya sudah menjadi hak mereka sejak lama.

Karena pada akhirnya, kabar baik tentang uang sitaan ini bukan hanya cerita keberhasilan penegakan hukum. Ia juga menjadi pengingat bahwa terkadang yang paling mahal bukanlah biaya renovasi, melainkan harga dari sebuah kelalaian yang berlangsung terlalu lama.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SMK Wahid Husada Madani Tubaba Buka SPMB 2026/2027, Gratis SPP 3 Tahun dan Siap Cetak Tenaga Kesehatan Profesional

    SMK Wahid Husada Madani Tubaba Buka SPMB 2026/2027, Gratis SPP 3 Tahun dan Siap Cetak Tenaga Kesehatan Profesional

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Kang WeHa
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Wahid Husada Madani (WHM) Tulang Bawang Barat resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah yang berfokus pada pendidikan kesehatan ini kembali menawarkan berbagai program unggulan, mulai dari pendidikan berkualitas, praktik kerja lapangan di fasilitas kesehatan ternama, hingga peluang kerja dan beasiswa […]

  • Jaga Kesiapan Personel, Wakapolres Tubaba Pimpin Kesemaptaan Jasmani

    Jaga Kesiapan Personel, Wakapolres Tubaba Pimpin Kesemaptaan Jasmani

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Arif
    • 0Komentar

    Kesemaptaan Jasmani Personel Polres Tubaba Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi.Com — Kesemaptaan Jasmani menjadi bagian dari upaya Polres Tulang Bawang Barat menjaga kebugaran dan kesiapan fisik personel. Wakapolres Tulang Bawang Barat memimpin kegiatan tersebut pada Selasa (11/8/2026) di Lapangan Hijau Mako Polres Tulang Bawang Barat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Wakapolres bersama […]

  • Ketika Mantan Gubernur Jadi Tersangka: Harapan Baru atau Sekadar Bab Lama yang Terulang?

    Ketika Mantan Gubernur Jadi Tersangka: Harapan Baru atau Sekadar Bab Lama yang Terulang?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ketika Mantan Gubernur Jadi Tersangka: Harapan Baru atau Sekadar Bab Lama yang Terulang? Oleh : Kang WeHa Penetapan seorang mantan gubernur Lampung sebagai tersangka korupsi bukan sekadar kabar hukum biasa. Ia adalah cermin retak dari wajah kekuasaan yang selama ini tampak rapi, berwibawa, dan penuh janji. Kini, janji itu seperti gugur satu per satu, menyisakan […]

  • Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

    Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Warta Edukasi – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (3/6/2026) hingga pukul 12.00 WIB, rupiah tercatat melemah 88,50 poin atau sekitar 0,50 persen ke posisi Rp17.927 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. […]

  • Mesuji FC Lolos ke Semifinal Liga 4 Usai Tekuk BUP FC 5-0

    Mesuji FC Lolos ke Semifinal Liga 4 Usai Tekuk BUP FC 5-0

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Langkah Mulus Tim Macan Ragab Menuju Babak Empat Besar Bandar Lampung, WARTA EDUKASI -Mesuji FC memastikan satu tiket ke babak semifinal Liga 4 Piala Gubernur Lampung 2026 setelah menumbangkan Bintang Utara Pratama (BUP) FC dengan skor telak 5-0 pada Selasa (10/02/2026). Tim berjuluk Macan Ragab ini sukses mengamankan posisi runner-up Grup B dengan perolehan total […]

  • Dr. Teguh Santosa Ketua Umum JMSI membahas The Death of Expertise dan krisis kepakaran di era media sosial

    Dr. Tegus Santosa : The Death of Expertise

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Dr. Tegus Santosa
    • 0Komentar

    The Death of Expertise Oleh: Dr. Teguh Santosa Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Dunia informasi sedang menghadapi sebuah gejala yang patut dicemaskan: otoritas kepakaran perlahan terdesak oleh kebisingan algoritma media sosial. Apa yang pernah diperingatkan Tom Nichols melalui bukunya The Death of Expertise pada 2017, kini bukan lagi sekadar bahan diskusi akademik. Fenomena […]

expand_less