Breaking News
light_mode

LPNU Jangan Jadi Pajangan: Saatnya Ekonomi Nahdiyin Naik Kelas

  • account_circle Kang WeHa
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • print Cetak

LPNU memiliki posisi strategis untuk menghubungkan potensi UMKM, pengusaha, petani, pesantren, dan warga NU dalam ekosistem ekonomi Nahdiyin yang lebih kuat.

OPINI PUBLIK

Oleh : Kang WeHa

TULANG BAWANG BARAT — Nahdlatul Ulama memiliki kekuatan jamaah yang besar. NU juga memiliki potensi ekonomi yang sangat luas. Warga Nahdiyin bergerak di banyak bidang. Ada petani, pedagang, pelaku UMKM, pengusaha, pekerja profesional, peternak, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Potensi itu merupakan modal sosial dan ekonomi yang besar. Namun, ada satu pertanyaan penting: siapa yang menghubungkan dan mengonsolidasikan potensi ekonomi Nahdiyin tersebut?. Di sinilah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) memiliki posisi strategis.

LPNU Bukan Sekadar Struktur Organisasi

LPNU tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap struktur organisasi. Dalam Anggaran Rumah Tangga NU, LPNU memiliki tugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan ekonomi warga Nahdlatul Ulama. Artinya, penguatan ekonomi Nahdiyin semestinya menjadi salah satu perhatian penting organisasi. Karena itu, keberadaan LPNU harus dapat dirasakan manfaatnya oleh warga. LPNU perlu hadir bukan hanya melalui rapat dan kegiatan seremonial. LPNU perlu menghadirkan program ekonomi yang nyata dan terukur.

Potensi Ekonomi Nahdiyin Harus Dipetakan

  1. Persoalannya bukan apakah warga NU memiliki potensi ekonomi.
  2. Potensinya jelas ada.
  3. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola.
  4. Berapa jumlah pelaku UMKM Nahdiyin?
  5. Siapa saja pengusaha yang ada di setiap wilayah?
  6. Apa bidang usaha mereka?
  7. Produk apa yang mereka hasilkan?
  8. Pasar apa yang mereka miliki?

Pertanyaan seperti itu membutuhkan data. Karena itu, salah satu langkah awal LPNU adalah membuat peta ekonomi Nahdiyin. Data tersebut dapat memuat pelaku usaha berdasarkan wilayah dan bidang usaha. Misalnya perdagangan, pertanian, peternakan, kuliner, jasa, industri rumahan, teknologi, konstruksi, dan ekonomi kreatif. Data yang baik dapat menjadi dasar untuk menyusun program.

Dari Data Menjadi Jaringan Usaha

Setelah data tersedia, LPNU dapat membangun jaringan antarpelaku usaha.

  1. UMKM dapat dipertemukan dengan pasar.
  2. Petani dapat dihubungkan dengan pembeli.
  3. Pengusaha dapat bertemu dengan mitra usaha.
  4. Pelaku usaha muda dapat memperoleh akses pelatihan dan pemasaran digital.
  5. Koperasi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari jaringan ekonomi warga.

Dengan cara tersebut, LPNU tidak harus menjalankan semua usaha sendiri. Peran LPNU justru dapat diperkuat sebagai penghubung, pengonsolidasi, pendamping, dan pembuka akses.

Satu usaha mungkin masih kecil. Namun jika banyak pelaku usaha Nahdiyin terhubung dalam sebuah jaringan, kekuatan ekonominya dapat berkembang lebih besar.

Jangan Berhenti pada Slogan Ekonomi Umat

Pembicaraan tentang ekonomi umat tidak cukup berhenti pada slogan.

  1. Warga membutuhkan solusi nyata.
  2. Petani membutuhkan pasar.
  3. Pedagang membutuhkan pasokan.
  4. UMKM membutuhkan modal dan pemasaran.
  5. Pengusaha membutuhkan jaringan.
  6. Anak muda membutuhkan keterampilan.
  7. Pesantren membutuhkan penguatan unit usaha.

Karena itu, LPNU perlu membangun rantai nilai ekonomi Nahdiyin.

Contohnya sederhana.

Petani Nahdiyin menghasilkan komoditas. Pelaku usaha membeli dan mengolah komoditas tersebut. Produk kemudian diberi merek dan dipasarkan melalui jaringan pedagang maupun platform digital. Dengan model seperti ini, nilai tambah tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Produk dapat berkembang menjadi barang bernilai lebih tinggi. Pada saat yang sama, semakin banyak pelaku usaha dapat terlibat.

Inilah salah satu bentuk ekosistem ekonomi Nahdiyin.

LPNU Membutuhkan Pengurus yang Kompeten

Mengurus ekonomi tidak cukup hanya dengan semangat organisasi. LPNU membutuhkan sumber daya manusia yang memahami dunia usaha. Bidang yang dibutuhkan cukup luas. Mulai dari manajemen, koperasi, keuangan, pemasaran, pertanian, teknologi digital, hukum usaha, perpajakan, perbankan, UMKM, hingga rantai pasok. Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama hasil Konferensi Besar NU 2022 juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kompetensi dan keahlian dalam penyusunan kepengurusan lembaga. Ketentuan tersebut relevan bagi LPNU. Semangat Nahdiyin adalah modal. Kompetensi adalah alat untuk mengubah modal tersebut menjadi program yang menghasilkan.

Jangan Salah Menempatkan Kompetensi

  1. LPNU membutuhkan kombinasi berbagai keahlian.
  2. Tokoh NU dapat memberikan arah dan nilai perjuangan jam’iyah.
  3. Pengusaha memahami dunia bisnis.
  4. Akademisi dapat membantu riset dan pengembangan.
  5. Profesional dapat memperkuat manajemen.
  6. Anak muda dapat mengembangkan teknologi dan pemasaran digital.
  7. Praktisi keuangan dapat membantu memahami pembiayaan dan risiko usaha.
  8. Pelaku UMKM dapat memberikan gambaran mengenai persoalan nyata di lapangan.
  9. Mereka tidak harus semuanya berada dalam struktur inti.

Namun kompetensi mereka perlu dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan program. Dengan demikian, LPNU dapat bekerja secara lebih profesional.

Keberhasilan LPNU Harus Bisa Diukur

LPNU juga perlu memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah rapat, bukan pula dari banyaknya kegiatan seremonial.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

  1. Berapa pelaku usaha yang berkembang?
  2. Berapa UMKM yang memperoleh akses pasar?
  3. Berapa pengusaha muda yang tumbuh?
  4. Berapa produk Nahdiyin yang berhasil memperluas pasar?
  5. Berapa koperasi atau unit usaha yang berkembang secara sehat?
  6. Berapa petani yang memperoleh akses pasar yang lebih baik?
  7. Dan berapa warga yang mendapatkan manfaat ekonomi dari program LPNU?

Pertanyaan tersebut penting karena program ekonomi harus menghasilkan perubahan yang dapat dilihat dan diukur.

Ekonomi Nahdiyin Membutuhkan Ekosistem

NU memiliki modal sosial yang besar. Ada pesantren, madrasah, perguruan tinggi, lembaga, badan otonom, komunitas, koperasi, UMKM, pengusaha, dan jaringan jamaah hingga tingkat desa.

Semua potensi tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Nahdiyin. Namun, ekosistem tidak akan terbentuk tanpa koordinasi.

LPNU perlu bekerja berdasarkan data, kompetensi, jaringan, transparansi, dan target yang jelas. Pengusaha juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan. Hubungan organisasi dengan pelaku usaha perlu dibangun melalui kerja sama yang sehat dan profesional. Organisasi dapat membuka jaringan dan akses. Pelaku usaha dapat memberikan pengalaman, inovasi, dan kemampuan bisnis dan keduanya dapat saling menguatkan.

LPNU Harus Menjadi Mesin Penggerak

Pada akhirnya, LPNU harus mampu menjawab satu pertanyaan:

Apakah keberadaan LPNU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdiyin? Jika belum, berarti masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan.

LPNU tidak harus menjadikan semua warga NU sebagai pengusaha, tugasnya adalah membuka jalan, Warga yang sudah memiliki usaha perlu mendapat ruang untuk berkembang, Warga yang memiliki potensi perlu memperoleh pendampingan.Generasi muda NU perlu mendapatkan akses pengetahuan, keterampilan, dan jaringan ekonomi.Kesejahteraan warga Nahdiyin tidak cukup hanya dibicarakan dan kesejahteraan perlu diperjuangkan melalui pendidikan, pemberdayaan, kerja sama, profesionalisme, dan kemandirian ekonomi.

  1. NU memiliki jamaah.
  2. NU memiliki jaringan.
  3. NU memiliki sumber daya manusia.
  4. NU juga memiliki pasar yang besar.

Potensi tersebut sudah ada.

Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menghubungkannya menjadi kekuatan ekonomi.

LPNU jangan hanya menjadi nama dalam struktur NU. LPNU harus menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi Nahdiyin.

Sebab lembaga ekonomi yang hanya memiliki struktur akan menghasilkan administrasi. Namun lembaga ekonomi yang memiliki visi, kompetensi, jaringan, tata kelola, dan keberanian bekerja dapat melahirkan perubahan.

Saatnya ekonomi Nahdiyin naik kelas.

  • Penulis: Kang WeHa
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ranting Muslimat NU Tiyuh Candra Mukti Gelar Santunan Anak Yatim Piat

    Ranting Muslimat NU Tiyuh Candra Mukti Gelar Santunan Anak Yatim Piat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TUBABA , WARTA EDUKASI – Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tiyuh Candra Mukti akan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu pada Minggu, 5 Juli 2026, bertempat di Masjid Baiturrohman, RK 003 RT 013, mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut menjadi wujud kepedulian Muslimat NU terhadap anak-anak yatim piatu sekaligus mengajak masyarakat […]

  • Wujudkan Kepedulian Sosial, Pengurus DPD dan DPC LSM Trinusa Bagikan Bansos Sambut Rakernas Ke-4

    Wujudkan Kepedulian Sosial, Pengurus DPD dan DPC LSM Trinusa Bagikan Bansos Sambut Rakernas Ke-4

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi – Dalam rangka menyambut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) yang ke-4, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian bantuan sosial (bansos) kepada warga. Acara berlangsung di Sekretariat DPC LSM Trinusa Kabupaten Lampung Selatan dan […]

  • Pengurus PCNU Tulang Bawang Barat mengikuti rapat di Ponpes Darul Hidayah Al Anshori Panaragan Jaya untuk membahas pembangunan kantor baru dan penggalangan dana wakaf tahun 2026.

    PCNU Tubaba Sepakati Pembangunan Kantor Baru di Panaragan Jaya, Galang Wakaf Rp238,5 Juta

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TUBABA, WARTA EDUKASI – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menyepakati pembangunan kantor baru sebagai pusat aktivitas organisasi dalam rapat bersama jajaran Syuriah dan Tanfidziyah yang digelar di Pondok Pesantren Darul Hidayah Al Anshori, Panaragan Jaya, Kamis (2/7/2026). Kesepakatan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk memperkuat eksistensi organisasi sekaligus menghadirkan kantor […]

  • Skandal Dana Desa di Lampung Selatan, Kades Bangunan Jadi Tersangka

    Skandal Dana Desa di Lampung Selatan, Kades Bangunan Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, wartaedukasi — Kasus korupsi dana desa kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Kepala Desa Bangunan, Kecamatan Palas, berinisial IS (45), resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penyalahgunaan anggaran desa tahun 2024. Penahanan dilakukan pada Rabu (29/4/2026). IS dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda untuk […]

  • NU Tubaba Panaskan Persiapan Hari Santri ke-10

    NU Tubaba Panaskan Persiapan Hari Santri ke-10

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai mematangkan persiapan menyambut Hari Santri Nasional ke-10 Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua PCNU Tubaba KH. Nurhadi, S.Pd.I., bersama unsur lembaga dan badan otonom NU serta para undangan terkait. Dalam rapat tersebut, Sutikno, […]

  • Jalan Berlubang di Panaragan Jaya Telan Korban Jiwa, Paman Acong Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

    Jalan Berlubang di Panaragan Jaya Telan Korban Jiwa, Paman Acong Soroti Kinerja Pemerintah Daerah

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Kondisi jalan rusak dan berlubang di wilayah Panaragan Jaya, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), kembali menuai sorotan setelah menyebabkan kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang pengendara sepeda motor. Peristiwa tersebut memicu keprihatinan masyarakat, termasuk dari Herwanto atau yang lebih dikenal dengan nama Paman Acong. Selain dikenal sebagai konten kreator, […]

expand_less