Breaking News
light_mode

LPNU Jangan Jadi Pajangan: Saatnya Ekonomi Nahdiyin Naik Kelas

  • account_circle Kang WeHa
  • calendar_month 10 menit yang lalu
  • print Cetak

LPNU memiliki posisi strategis untuk menghubungkan potensi UMKM, pengusaha, petani, pesantren, dan warga NU dalam ekosistem ekonomi Nahdiyin yang lebih kuat.

OPINI PUBLIK

Oleh : Kang WeHa

TULANG BAWANG BARAT — Nahdlatul Ulama memiliki kekuatan jamaah yang besar. NU juga memiliki potensi ekonomi yang sangat luas. Warga Nahdiyin bergerak di banyak bidang. Ada petani, pedagang, pelaku UMKM, pengusaha, pekerja profesional, peternak, hingga pelaku ekonomi kreatif.

Potensi itu merupakan modal sosial dan ekonomi yang besar. Namun, ada satu pertanyaan penting: siapa yang menghubungkan dan mengonsolidasikan potensi ekonomi Nahdiyin tersebut?. Di sinilah Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) memiliki posisi strategis.

LPNU Bukan Sekadar Struktur Organisasi

LPNU tidak seharusnya hanya menjadi pelengkap struktur organisasi. Dalam Anggaran Rumah Tangga NU, LPNU memiliki tugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan ekonomi warga Nahdlatul Ulama. Artinya, penguatan ekonomi Nahdiyin semestinya menjadi salah satu perhatian penting organisasi. Karena itu, keberadaan LPNU harus dapat dirasakan manfaatnya oleh warga. LPNU perlu hadir bukan hanya melalui rapat dan kegiatan seremonial. LPNU perlu menghadirkan program ekonomi yang nyata dan terukur.

Potensi Ekonomi Nahdiyin Harus Dipetakan

  1. Persoalannya bukan apakah warga NU memiliki potensi ekonomi.
  2. Potensinya jelas ada.
  3. Persoalannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola.
  4. Berapa jumlah pelaku UMKM Nahdiyin?
  5. Siapa saja pengusaha yang ada di setiap wilayah?
  6. Apa bidang usaha mereka?
  7. Produk apa yang mereka hasilkan?
  8. Pasar apa yang mereka miliki?

Pertanyaan seperti itu membutuhkan data. Karena itu, salah satu langkah awal LPNU adalah membuat peta ekonomi Nahdiyin. Data tersebut dapat memuat pelaku usaha berdasarkan wilayah dan bidang usaha. Misalnya perdagangan, pertanian, peternakan, kuliner, jasa, industri rumahan, teknologi, konstruksi, dan ekonomi kreatif. Data yang baik dapat menjadi dasar untuk menyusun program.

Dari Data Menjadi Jaringan Usaha

Setelah data tersedia, LPNU dapat membangun jaringan antarpelaku usaha.

  1. UMKM dapat dipertemukan dengan pasar.
  2. Petani dapat dihubungkan dengan pembeli.
  3. Pengusaha dapat bertemu dengan mitra usaha.
  4. Pelaku usaha muda dapat memperoleh akses pelatihan dan pemasaran digital.
  5. Koperasi juga dapat dikembangkan sebagai bagian dari jaringan ekonomi warga.

Dengan cara tersebut, LPNU tidak harus menjalankan semua usaha sendiri. Peran LPNU justru dapat diperkuat sebagai penghubung, pengonsolidasi, pendamping, dan pembuka akses.

Satu usaha mungkin masih kecil. Namun jika banyak pelaku usaha Nahdiyin terhubung dalam sebuah jaringan, kekuatan ekonominya dapat berkembang lebih besar.

Jangan Berhenti pada Slogan Ekonomi Umat

Pembicaraan tentang ekonomi umat tidak cukup berhenti pada slogan.

  1. Warga membutuhkan solusi nyata.
  2. Petani membutuhkan pasar.
  3. Pedagang membutuhkan pasokan.
  4. UMKM membutuhkan modal dan pemasaran.
  5. Pengusaha membutuhkan jaringan.
  6. Anak muda membutuhkan keterampilan.
  7. Pesantren membutuhkan penguatan unit usaha.

Karena itu, LPNU perlu membangun rantai nilai ekonomi Nahdiyin.

Contohnya sederhana.

Petani Nahdiyin menghasilkan komoditas. Pelaku usaha membeli dan mengolah komoditas tersebut. Produk kemudian diberi merek dan dipasarkan melalui jaringan pedagang maupun platform digital. Dengan model seperti ini, nilai tambah tidak berhenti pada penjualan bahan mentah. Produk dapat berkembang menjadi barang bernilai lebih tinggi. Pada saat yang sama, semakin banyak pelaku usaha dapat terlibat.

Inilah salah satu bentuk ekosistem ekonomi Nahdiyin.

LPNU Membutuhkan Pengurus yang Kompeten

Mengurus ekonomi tidak cukup hanya dengan semangat organisasi. LPNU membutuhkan sumber daya manusia yang memahami dunia usaha. Bidang yang dibutuhkan cukup luas. Mulai dari manajemen, koperasi, keuangan, pemasaran, pertanian, teknologi digital, hukum usaha, perpajakan, perbankan, UMKM, hingga rantai pasok. Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama hasil Konferensi Besar NU 2022 juga menekankan pentingnya mempertimbangkan kompetensi dan keahlian dalam penyusunan kepengurusan lembaga. Ketentuan tersebut relevan bagi LPNU. Semangat Nahdiyin adalah modal. Kompetensi adalah alat untuk mengubah modal tersebut menjadi program yang menghasilkan.

Jangan Salah Menempatkan Kompetensi

  1. LPNU membutuhkan kombinasi berbagai keahlian.
  2. Tokoh NU dapat memberikan arah dan nilai perjuangan jam’iyah.
  3. Pengusaha memahami dunia bisnis.
  4. Akademisi dapat membantu riset dan pengembangan.
  5. Profesional dapat memperkuat manajemen.
  6. Anak muda dapat mengembangkan teknologi dan pemasaran digital.
  7. Praktisi keuangan dapat membantu memahami pembiayaan dan risiko usaha.
  8. Pelaku UMKM dapat memberikan gambaran mengenai persoalan nyata di lapangan.
  9. Mereka tidak harus semuanya berada dalam struktur inti.

Namun kompetensi mereka perlu dilibatkan dalam penyusunan dan pelaksanaan program. Dengan demikian, LPNU dapat bekerja secara lebih profesional.

Keberhasilan LPNU Harus Bisa Diukur

LPNU juga perlu memiliki ukuran keberhasilan yang jelas. keberhasilan tidak cukup diukur dari jumlah rapat, bukan pula dari banyaknya kegiatan seremonial.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

  1. Berapa pelaku usaha yang berkembang?
  2. Berapa UMKM yang memperoleh akses pasar?
  3. Berapa pengusaha muda yang tumbuh?
  4. Berapa produk Nahdiyin yang berhasil memperluas pasar?
  5. Berapa koperasi atau unit usaha yang berkembang secara sehat?
  6. Berapa petani yang memperoleh akses pasar yang lebih baik?
  7. Dan berapa warga yang mendapatkan manfaat ekonomi dari program LPNU?

Pertanyaan tersebut penting karena program ekonomi harus menghasilkan perubahan yang dapat dilihat dan diukur.

Ekonomi Nahdiyin Membutuhkan Ekosistem

NU memiliki modal sosial yang besar. Ada pesantren, madrasah, perguruan tinggi, lembaga, badan otonom, komunitas, koperasi, UMKM, pengusaha, dan jaringan jamaah hingga tingkat desa.

Semua potensi tersebut dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi Nahdiyin. Namun, ekosistem tidak akan terbentuk tanpa koordinasi.

LPNU perlu bekerja berdasarkan data, kompetensi, jaringan, transparansi, dan target yang jelas. Pengusaha juga perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pemberdayaan. Hubungan organisasi dengan pelaku usaha perlu dibangun melalui kerja sama yang sehat dan profesional. Organisasi dapat membuka jaringan dan akses. Pelaku usaha dapat memberikan pengalaman, inovasi, dan kemampuan bisnis dan keduanya dapat saling menguatkan.

LPNU Harus Menjadi Mesin Penggerak

Pada akhirnya, LPNU harus mampu menjawab satu pertanyaan:

Apakah keberadaan LPNU benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga Nahdiyin? Jika belum, berarti masih ada pekerjaan besar yang harus dilakukan.

LPNU tidak harus menjadikan semua warga NU sebagai pengusaha, tugasnya adalah membuka jalan, Warga yang sudah memiliki usaha perlu mendapat ruang untuk berkembang, Warga yang memiliki potensi perlu memperoleh pendampingan.Generasi muda NU perlu mendapatkan akses pengetahuan, keterampilan, dan jaringan ekonomi.Kesejahteraan warga Nahdiyin tidak cukup hanya dibicarakan dan kesejahteraan perlu diperjuangkan melalui pendidikan, pemberdayaan, kerja sama, profesionalisme, dan kemandirian ekonomi.

  1. NU memiliki jamaah.
  2. NU memiliki jaringan.
  3. NU memiliki sumber daya manusia.
  4. NU juga memiliki pasar yang besar.

Potensi tersebut sudah ada.

Yang dibutuhkan sekarang adalah keberanian untuk menghubungkannya menjadi kekuatan ekonomi.

LPNU jangan hanya menjadi nama dalam struktur NU. LPNU harus menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi Nahdiyin.

Sebab lembaga ekonomi yang hanya memiliki struktur akan menghasilkan administrasi. Namun lembaga ekonomi yang memiliki visi, kompetensi, jaringan, tata kelola, dan keberanian bekerja dapat melahirkan perubahan.

Saatnya ekonomi Nahdiyin naik kelas.

  • Penulis: Kang WeHa
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Kursi Kekuasaan di Tengah Jalan Berlubang”

    “Kursi Kekuasaan di Tengah Jalan Berlubang”

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Cerpen Satir: Jalan yang Tiba-Tiba Tak Boleh Diributkan Oleh : Kang WeHa Di sebuah daerah kecil bernama SukaMaju, jalan utama menuju pasar terlihat seperti peta bulan. Lubang di mana-mana. Ada yang kecil, ada yang cukup besar untuk membuat motor masuk setengah roda. Setiap pagi, warga melewatinya dengan ritual yang sama: mengerem mendadak, menghindar zig-zag, dan […]

  • KBM Daring Lampung berlaku 7–8 September 2026 untuk semua jenjang sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini.

    KBM Daring Lampung Berlaku 7–8 September, Sekolah Wajib Siap

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KBM Daring Lampung Antisipasi Abu Vulkanik BANDAR LAMPUNG, WARTA EDUKASI — KBM Daring Lampung mulai berlaku pada Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026. Pemerintah Provinsi Lampung mengambil kebijakan tersebut untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau serta menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatur kebijakan […]

  • Sat Reskrim Polres Tubaba Bagikan 100 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan di Panaragan Jaya

    Sat Reskrim Polres Tubaba Bagikan 100 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan di Panaragan Jaya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Dalam semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan. Kegiatan tersebut berlangsung di Simpang Uluan Nughik, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, […]

  • Dituding Tambang Ilegal, Pengelola Lahan di Kedamaian Bandar Lampung Buka Suara: “Ini Pemerataan untuk Gudang”

    Dituding Tambang Ilegal, Pengelola Lahan di Kedamaian Bandar Lampung Buka Suara: “Ini Pemerataan untuk Gudang”

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi — Ramainya pemberitaan terkait dugaan aktivitas tambang ilegal dan galian C di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, mendapat tanggapan dari pihak pengelola lokasi. Pihak pengelola yang disebut berinisial YN membantah tudingan bahwa lokasi tersebut merupakan area pertambangan ilegal maupun aktivitas galian C tanpa izin. […]

  • Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mubes Pegiat Turots Perkuat Jejaring Filolog Santri JOMBANG, WARTA EDUKASI – Pegiat turots dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Sedikitnya 170 pegiat dari 87 lembaga dan komunitas mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Nahdlatut Turots (NT). Para peserta mengikuti Mubes untuk memperkuat jejaring pegiat turots […]

  • Ilustrasi Maulid Nabi Muhammad SAW dengan masjid, Al-Qur'an, tasbih, lentera dan suasana umat Islam bershalawat sebagai wujud cinta kepada Rasulullah.

    Rahasia Maulid Nabi Muhammad SAW: Momentum Mengenal, Mencintai, dan Bershalawat kepada Sang Kekasih Allah

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Kang WeHa
    • 0Komentar

    Oleh: Kang WeHa Setiap bulan Rabiul Awal, umat Islam di berbagai penjuru dunia kembali diingatkan pada satu peristiwa besar yang telah mengubah perjalanan sejarah manusia: kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maulid Nabi bukan sekadar peringatan tentang tanggal kelahiran seorang tokoh besar. Lebih dari itu, Maulid adalah momentum untuk membuka kembali lembaran sejarah tentang lahirnya manusia pilihan […]

expand_less