Breaking News
light_mode

Nahdlatut Tujjar, LPNU Tubaba Perkuat Ekonomi Umat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

Nahdlatut Tujjar Jadi Semangat Ekonomi Umat

TULANG BAWANG BARAT, Warta Edukasi – Nahdlatut Tujjar kembali dihidupkan Lembaga Pengusaha Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sebagai semangat membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus memperkuat jaringan para pengusaha dan pelaku usaha.

Ketua LPNU Tubaba, Gufron Setiawan, mengatakan semangat membangun kekuatan ekonomi umat bukanlah gagasan baru. Jauh sebelum wacana kemandirian ekonomi berkembang seperti saat ini, para ulama Nahdlatul Ulama (NU) telah memberikan perhatian terhadap penguatan ekonomi melalui gerakan Nahdlatut Tujjar.

Warisan Semangat Para Pendahulu NU

Menurut Gufron, Nahdlatut Tujjar merupakan salah satu warisan semangat para pendahulu NU dalam menghimpun dan memperkuat para saudagar serta pengusaha agar mampu membangun kekuatan ekonomi secara bersama-sama.

“Jauh sebelum kita berbicara tentang membangun kekuatan ekonomi umat, para ulama Nahdlatul Ulama telah memiliki perhatian besar terhadap kemandirian ekonomi melalui semangat Nahdlatut Tujjar, sebuah gerakan yang menghimpun dan menguatkan para saudagar serta pengusaha,” ujar Gufron.

LPNU Tubaba Bangun Wadah Pengusaha

Karena itu, Gufron menilai semangat tersebut relevan untuk kembali dihidupkan di Kabupaten Tubaba. LPNU Tubaba kemudian berupaya membangun wadah bersama yang dapat mempertemukan para pengusaha untuk saling terhubung, berkolaborasi, dan mengembangkan usaha.

“Hari ini, kita ingin membangun Persatuan Pengusaha NU Tubaba sebagai wadah bersama untuk menyatukan potensi para pengusaha, memperkuat jaringan usaha, memberikan pendampingan hukum, membuka akses dan peluang bisnis, serta mendorong para pengusaha agar dapat berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Selanjutnya, Gufron menegaskan bahwa wadah tersebut tidak sekadar menghimpun para pengusaha. LPNU Tubaba juga ingin mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang saling menguatkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita tidak sekadar menghimpun pengusaha, tetapi membangun kekuatan ekonomi umat,” tegas Gufron.

Mengajak Pelaku Usaha dari Berbagai Kalangan

Selain itu, Gufron mengajak para pengusaha, pelaku UMKM, saudagar, serta masyarakat yang memiliki usaha untuk ikut terlibat dalam gerakan tersebut.

Menurutnya, para pelaku usaha dapat membangun kekuatan ekonomi dengan memperluas ruang pertemuan, bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan membuka peluang kerja sama.

“Bersatu agar lebih kuat. Berkolaborasi agar lebih maju. Saling menguatkan agar tumbuh bersama,” ujarnya.

Nahdlatut Tujjar Didorong Jadi Gerakan Nyata

Gufron berharap semangat Nahdlatut Tujjar tidak berhenti sebagai slogan. Karena itu, LPNU Tubaba mendorong para pengusaha untuk mewujudkannya melalui kerja nyata dan kolaborasi.

“Dari semangat Nahdlatut Tujjar, kita bangun kemandirian ekonomi warga NU dan ikut menggerakkan kemajuan ekonomi Tubaba,” pungkasnya.

Pertemuan Pengusaha LPNU Tubaba

Sebagai bagian dari upaya menghimpun dan memperkuat jaringan tersebut, LPNU Tubaba mengajak para pengusaha dari berbagai kalangan untuk hadir dalam kegiatan yang akan berlangsung pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut bertempat di Pesanggrahan Pondok Pesantren Tebuireng 12, yang sebelumnya dikenal sebagai lokasi Kafe Bungong Jeumpa.

Melalui pertemuan itu, LPNU Tubaba membuka ruang bagi para pengusaha untuk bergabung, membangun jaringan, dan mengembangkan peluang kerja sama.

Dengan demikian, LPNU Tubaba membawa semangat “Bersatu, Bertumbuh, Maju Bersama” sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali semangat Nahdlatut Tujjar dan memperkuat ekonomi umat di Tubaba. ( Wawan Hidayat )

 

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico memberikan keterangan kepada media mengenai pelaksanaan SPMB SMA Unggulan Lampung 2026 yang diikuti sekitar 34 ribu pendaftar.

    SPMB SMA Unggulan Lampung 2026 Melonjak, Cerminan Tingginya Kepercayaan Masyarakat terhadap Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle WeHa
    • 0Komentar

    Lampung, Warta Edukasi – Minat masyarakat terhadap sekolah unggulan di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar SMA Unggulan Provinsi Lampung mencapai sekitar 34 ribu peserta didik. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 14 ribu […]

  • Tuberkulosis: Kenali Gejala, Lakukan Pemeriksaan Dini, dan Cegah dengan Pola Hidup Sehat

    Tuberkulosis: Kenali Gejala, Lakukan Pemeriksaan Dini, dan Cegah dengan Pola Hidup Sehat

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tuberkulosis: Kenali Gejala, Lakukan Pemeriksaan Dini, dan Cegah dengan Pola Hidup Sehat Oleh Redaksi Wartaedukasi.com Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang terutama menyerang paru-paru, namun juga dapat menyebar ke organ lain seperti tulang, ginjal, hingga otak. Melalui edukasi […]

  • Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang, Tim BBWS Mesuji Sekampung dan Pasukan Katak TNI-AL Pulihkan Distribusi Air dalam 4 Hari

    Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang, Tim BBWS Mesuji Sekampung dan Pasukan Katak TNI-AL Pulihkan Distribusi Air dalam 4 Hari

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle haris
    • 0Komentar

    Pesisir Barat, Wartaedukasi.com —Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang menjadi sorotan setelah Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP-2) bergerak menanggulangi krisis air bersih di Pulau Pisang, Kabupaten . Gangguan itu menyebabkan sekitar 1.800 jiwa di enam pekon mengalami kekurangan air bersih akibat terputusnya pipa jalur laut sepanjang 2,4 kilometer dari Pulau Sumatera. Reaksi Cepat Krisis Air […]

  • "Setetes Air Kebaikan Lebih Mulia Daripada Tiupan Api Kebencian."

    Jadilah Katak Pembawa Air, Jangan Menjadi Cicak Peniup Api

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Artikel Hikmah Oleh : Majelis sholawat Nariyah Nusantara Bismillahirrahmanirrahim Shalallahu ‘ala Muhammad, Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dalam perjalanan hidup, setiap manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan: menjadi bagian dari solusi atau menjadi bagian dari masalah. Pilihan itu terkadang tampak sederhana, namun dampaknya bisa sangat besar bagi kehidupan orang lain. Salah satu kisah hikmah yang sering disampaikan […]

  • Ilustrasi pemberitaan mengenai video KH. Muhayat, ulama asal Lampung Tengah, yang menyampaikan dugaan dirinya bersama istri diturunkan dari bus MIYOR saat perjalanan menuju Bandar Jaya.

    Ulama Lampung Tengah Diduga Diturunkan Bus MIYOR di Tol, Pihak Perusahaan Diminta Klarifikasi

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Warta Edukasi
    • 0Komentar

    Lampung Tengah, Warta Edukasi – Armada bus MIYOR menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan seorang ulama asal Lampung Tengah, KH. Muhayat, bersama istrinya berada di kawasan Jalan Tol Lampung. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, KH. Muhayat menyampaikan pengakuan mengenai dugaan dirinya bersama sang istri diturunkan oleh sopir dan kondektur bus […]

  • Dari Tiga Serangkai ke Generasi Z: Pendidikan Meningkat, Tapi Kenapa Kualitas Kerja Masih Tertatih?

    Dari Tiga Serangkai ke Generasi Z: Pendidikan Meningkat, Tapi Kenapa Kualitas Kerja Masih Tertatih?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Sejarah mencatat, kebangkitan bangsa Indonesia tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari kesadaran kolektif yang dirintis oleh kaum intelektual muda awal abad ke-20. Salah satu tonggak pentingnya adalah peran “Tiga Serangkai”: Ernest Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Cipto Mangunkusumo. Melalui organisasi Indische Partij, tulisan-tulisan kritis, serta media, mereka membangun kesadaran […]

expand_less