Breaking News
light_mode

Gagasan Faisal Wahyudin: Ansor Harus Adaptif, Mandiri, dan Terhubung Digital

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

Lampung Selatan, WartaEdukasi.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Anak Cabang (Konferancab) GP Ansor Kecamatan Jati Agung yang akan digelar di Pondok Pesantren Raudhatul Qur’an 4 pada Sabtu (25/4/2026), para kandidat mulai menyampaikan gagasan dan arah kepemimpinannya.

Salah satu kandidat, Faisal Wahyudin, kader Ansor asal Desa Margo Rejo, tampil dengan pendekatan yang menekankan keseimbangan antara penguatan organisasi dan kemandirian ekonomi kader.

Niat Khidmah dan Semangat Pengabdian

Faisal menegaskan bahwa pencalonannya dilandasi oleh semangat pengabdian, bukan sekadar kontestasi.

“Saya mencalonkan diri sebagai Ketua PAC Ansor didasari rasa ingin berkhidmat dan memberikan kontribusi nyata untuk organisasi dan masyarakat,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia juga menegaskan tidak memposisikan diri sebagai sosok paling unggul, melainkan kader yang siap belajar.

“Saya tidak mengklaim diri lebih hebat, tapi saya siap belajar untuk menjadikan organisasi ini lebih kompak,” tambahnya.

Dorong Digitalisasi Organisasi

Dalam gagasannya, Faisal menilai digitalisasi sebagai kebutuhan mendesak di era saat ini, baik dalam administrasi maupun publikasi kegiatan.

“Digitalisasi organisasi, mulai dari pendataan keanggotaan hingga publikasi kegiatan melalui media sosial, harus dikembangkan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya memaksimalkan platform lokal.

“Seperti NU Media Jati Agung, ini bagian dari digitalisasi yang perlu dikembangkan untuk mempublikasikan seluruh kegiatan NU,” lanjutnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa modernisasi tidak boleh menghilangkan identitas organisasi.

“Ansor harus mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati dirinya,” tegasnya.

Penguatan Organisasi dan Konsistensi Gerakan

Selain digitalisasi, Faisal menekankan pentingnya penguatan organisasi secara berkelanjutan.

“Selain PKD, perlu ada pertemuan rutin yang istiqomah,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya komunikasi sebagai fondasi kekuatan organisasi.

“Menjaga komunikasi dan silaturahmi antar pengurus dan anggota adalah kunci,” tambahnya.

Kemandirian Ekonomi Jadi Program Unggulan

Faisal menjadikan kemandirian ekonomi sebagai program utama dalam visinya.

“Organisasi akan berjalan baik ketika kemandirian ekonomi sudah tercukupi,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini dapat dimulai melalui usaha bersama berbasis kader.

“Kita bisa menciptakan kemandirian melalui usaha bersama dengan semangat kebersamaan,” katanya.

Strategi Rekrutmen dan Kolaborasi Banom

Ia mengakui bahwa rekrutmen pemuda menjadi tantangan tersendiri, namun optimistis dapat diatasi melalui pendekatan persuasif.

“Dengan pendekatan yang tepat, kita bisa meyakinkan manfaat bergabung dengan Ansor,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai kolaborasi antar badan otonom (Banom) NU perlu diperkuat.

“Antar Banom harus sering duduk bersama, terutama dalam pengkaderan,” jelasnya.

Ansor sebagai Role Model Sosial

Dalam konteks sosial, Faisal ingin Ansor hadir sebagai teladan bagi generasi muda.

“Ansor harus menjadi role model anak muda yang peduli terhadap lingkungan sekitar,” tegasnya.

Kepemimpinan Inklusif dan Solutif

Menghadapi dinamika perbedaan, Faisal memilih pendekatan dialogis dan solutif.

“Kita harus mengedepankan musyawarah dan silaturahmi untuk mencari solusi bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kiai dan pesantren.

“Kiai menjaga arah gerakan tetap di rel yang benar, sementara pesantren membentuk kader yang militan,” jelasnya.

Komitmen dan Pesan Persatuan

Sebagai bentuk komitmen, Faisal menargetkan terwujudnya organisasi yang lebih solid, mandiri, dan bermanfaat.

“Mewujudkan organisasi yang lebih baik, solid, mandiri, dan bermanfaat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh kader menjaga persatuan menjelang dan setelah Konferancab.

“Perbedaan pilihan itu wajar. Semua calon adalah kader terbaik. Yang terpenting adalah menjaga keharmonisan dan semangat membangun organisasi,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayah di Tubaba Ditangkap Usai Aniaya Anak Kandung, Diduga Dipicu Halusinasi Sabu

    Ayah di Tubaba Ditangkap Usai Aniaya Anak Kandung, Diduga Dipicu Halusinasi Sabu

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, mengamankan seorang pria berinisial RY (34), warga Tiyuh Cahyo Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekaligus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Peristiwa tragis tersebut […]

  • Terhimpit Ekonomi? Ini Cara Allah Menyempurnakan Imanmu Tanpa Kamu Sadari

    Terhimpit Ekonomi? Ini Cara Allah Menyempurnakan Imanmu Tanpa Kamu Sadari

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Kang WeHa Di tengah himpitan ekonomi, harga kebutuhan yang terus naik, dan penghasilan yang kadang tak sebanding dengan kebutuhan, banyak hati mulai goyah. Ada yang bertanya, “Kenapa hidupku seberat ini?” Ada pula yang diam, tapi perlahan menjauh dari harapan. Padahal, dalam diam itulah Allah sedang menulis kisah paling indah: kisah tentang iman yang sedang […]

  • JMSI Tegaskan Pers Bukan Alat Pemecah Bangsa, Tapi Perekat Demokrasi di NKRI

    JMSI Tegaskan Pers Bukan Alat Pemecah Bangsa, Tapi Perekat Demokrasi di NKRI

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sorong, wartaedukasi.com — Pengurus Pusat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menegaskan bahwa pers bukan alat pemecah persatuan, melainkan perekat bangsa dalam sistem demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Harmonisasi Polri dan Insan Pers yang digelar JMSI Papua Barat Daya di Rylich Panorama, Kota Sorong, Jumat (13/2/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan […]

  • Penulis Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami Hibahkan Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba

    Penulis Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami Hibahkan Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali mendapat dukungan dari kalangan penulis. Ibu Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami menyerahkan hibah buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba. Penyerahan hibah tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Ir. Restu, ST., MT, yang mewakili Kepala […]

  • Gen Z Mulai Ubah Dunia Kerja: 12 Kebiasaan Kantor “Jadul” yang Kini Mulai Ditolak

    Gen Z Mulai Ubah Dunia Kerja: 12 Kebiasaan Kantor “Jadul” yang Kini Mulai Ditolak

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Warta Edukasi
    • 0Komentar

    Warta Edukasi — Dunia kerja terus mengalami perubahan seiring hadirnya Generasi Z yang kini mulai mendominasi angkatan kerja di berbagai sektor. Meski terbilang sebagai “pemain baru” dibanding generasi sebelumnya, Gen Z membawa perspektif berbeda dalam memandang karier, keseimbangan hidup, hingga cara bekerja. Bagi generasi yang lebih tua, banyak aturan kerja selama ini dianggap sebagai hal […]

  • Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Dalam film Snowpiercer, dunia telah membeku akibat eksperimen iklim yang gagal. Bumi menjadi bola es. Umat manusia yang tersisa hidup di dalam satu kereta raksasa yang terus bergerak tanpa henti mengelilingi dunia. Kereta itu bukan sekadar alat transportasi.Ia adalah sistem. Ia adalah negara. Di gerbong paling belakang, manusia hidup berhimpitan, kelaparan, […]

expand_less