Breaking News
light_mode

KNMP Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Targetkan 34 Titik Pembangunan

  • account_circle Ahmad Royani, S.H.I
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

Bandar Lampung, Warta Edukasi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjadikan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, mengatakan bahwa KNMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan mendukung pengembangan perikanan dan meningkatkan taraf hidup nelayan.

“Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program prioritas sekaligus program strategis nasional. Lampung memiliki banyak wilayah pesisir yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana perikanan,” ujar Bani di Bandar Lampung, Kamis.

Menurut Bani, Pemprov Lampung telah mengusulkan pembangunan 34 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir. Namun hingga saat ini, pemerintah pusat baru merealisasikan empat titik pembangunan.

“Empat titik yang sudah terealisasi berada di dua kabupaten, yakni dua titik di Kabupaten Lampung Timur dan dua titik di Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Bani menjelaskan, setiap Kampung Nelayan Merah Putih akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung untuk meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan nelayan. Fasilitas tersebut meliputi ruang pendingin (cold storage), pabrik es, hingga sarana pengolahan hasil perikanan.

“Seluruh hasil tangkapan nelayan nantinya dapat dikelola dan disimpan dengan baik sehingga kualitas ikan tetap terjaga dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,” jelasnya.

Selain empat titik yang telah berjalan, masih terdapat 30 titik usulan lainnya yang menunggu realisasi. Pemprov Lampung terus mendorong pemerintah pusat agar pembangunan tersebut dapat dilaksanakan pada tahun ini.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat segera merealisasikan 30 titik Kampung Nelayan Merah Putih yang masih dalam usulan. Itu menjadi target kami tahun ini,” tambah Bani.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pembangunan KNMP harus memenuhi sejumlah persyaratan, terutama terkait ketersediaan lahan yang memadai dan bebas dari permasalahan hukum.

“Sebelum pembangunan dilakukan, lokasi akan disurvei dan diteliti terlebih dahulu untuk memastikan status lahannya jelas. Luas lahan yang dibutuhkan minimal 1.000 meter persegi hingga 1 hektare,” ujarnya.

Program Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat memperkuat sektor perikanan Lampung, meningkatkan nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan, serta mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Begal Punya HAM, Rakyat Juga Punya Hak Hidup: Memahami Pernyataan Pigai dan Ketegasan Kapolda Lampung

    Begal Punya HAM, Tetapi Rakyat Juga Punya Hak Hidup

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh: Wawan Hidayat Indonesia kembali dihadapkan pada perdebatan klasik antara penegakan hak asasi manusia dan kebutuhan menjaga keamanan masyarakat. Perdebatan itu mengemuka setelah Menteri HAM, Natalius Pigai, menyatakan bahwa pelaku begal tidak boleh ditembak mati tanpa melalui proses hukum. Di sisi lain, Kapolda Lampung, Helfi Assegaf, menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas dan menembak […]

  • Polres Tubaba Ungkap Curas Rp800 Juta, Tiga Pelaku Ditangkap di Sumatera Utara

    Polres Tubaba Ungkap Curas Rp800 Juta, Tiga Pelaku Ditangkap di Sumatera Utara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung menggelar press release pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) uang sebesar Rp800 juta yang melibatkan tiga tersangka lintas provinsi. Ketiga pelaku masing-masing berinisial AY (58), warga Tiyuh Panaragan Jaya Utama, Kecamatan Tuba Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat; DAF (33), warga Simodong, Kecamatan […]

  • Satres Narkoba Polres Tubaba Amankan Dua Pelaku, Sabu 16,55 Gram Disita

    Satres Narkoba Polres Tubaba Amankan Dua Pelaku, Sabu 16,55 Gram Disita

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com — Satuan Reserse Narkoba Polres Tulang Bawang Barat kembali berhasil mengungkap kasus dugaan penyalahgunaan narkotika dengan mengamankan dua pria pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Kedua tersangka masing-masing berinisial IS (35), warga Tiyuh Candra Kencana, dan DKY (29), warga Tiyuh Mulya Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. […]

  • Safari Ramadhan Tiyuh Dwikora Jaya: Perkuat Ukhuwah, Bangun Kebersamaan di Mushola Baitissalam

    Safari Ramadhan Tiyuh Dwikora Jaya: Perkuat Ukhuwah, Bangun Kebersamaan di Mushola Baitissalam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Pemerintah Tiyuh Dwikora Jaya kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan kali ini dipusatkan di Mushola Baitissalam, Dusun 003, dan dipimpin langsung oleh Kepalo Tiyuh Dwikora Jaya, Dian Dwi Antoro. Safari Ramadhan tersebut dihadiri oleh aparatur tiyuh, tokoh […]

  • NEGERI YANG MENJUAL MALU

    NEGERI YANG MENJUAL MALU

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    NEGERI YANG MENJUAL MALU Penulis : Kang WeHa Di negeri ini,korupsi disebut kekhilafan,kemiskinan disebut kurang bersyukur,dan kritik disebut ancaman ketertiban. Kami diajari mencintai tanah air,tapi tanah kami dijual meteran.Hutan dibabat atas nama investasi,lalu banjir disebut takdir Tuhanyang “tidak bisa diprediksi.” Di podium megah berpendingin ruangan,mereka bicara tentang rakyat kecil—seolah-olah kami ini dongengyang enak diceritakantanpa perlu […]

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sejarah Sepak Bola di Indonesia: Awal Mula, Pembawa, dan Situasi Zaman Kolonial 1️⃣ Siapa yang Membawa Sepak Bola ke Indonesia? Sepak bola masuk ke Indonesia pada akhir abad ke-19, dibawa oleh orang-orang Belanda yang bekerja dan menetap di Hindia Belanda. Olahraga ini diperkenalkan oleh: Pegawai pemerintahan kolonial Tentara KNIL (Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger) Pegawai perusahaan perkebunan […]

expand_less