Breaking News
light_mode

Mafia Solar Ilegal Pesawaran Disorot, Akademisi UGM Desak Polda Lampung Tahan Aktor Utama

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
  • print Cetak

Pesawaran, Warta Edukasi — Penanganan kasus gudang BBM ilegal di Kabupaten Pesawaran terus menjadi sorotan publik. Setelah aparat kepolisian melakukan operasi gabungan di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, perhatian kini tertuju pada komitmen penyidik dalam membongkar aktor utama di balik bisnis solar ilegal tersebut.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan aktivitas pengolahan dan distribusi solar ilegal dalam jumlah besar. Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa ratusan ton solar ilegal serta beberapa kapal yang diduga digunakan dalam jalur distribusi BBM subsidi.

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yuris Rezha Darmawan, meminta penyidik Polda Lampung tidak berhenti hanya pada penahanan pekerja lapangan.

“Penyidik Polda Lampung harus mengungkap tuntas aktor utama dan segera melakukan penahanan. Jangan sampai hanya pekerja kecil yang ditahan, sementara bosnya dibiarkan bebas berkeliaran. Hal ini penting untuk menjaga keadilan di mata masyarakat,” ujar Yuris melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (18/4/2026).

Menurut Yuris, langkah tegas sangat diperlukan guna menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum, khususnya dalam pemberantasan mafia BBM subsidi. Ia menilai, apabila pemodal utama tidak disentuh hukum, masyarakat akan menilai penanganan perkara berjalan setengah hati.

Penyidik Diminta Bongkar Jaringan Utama

Dalam operasi tersebut, aparat diketahui telah mengamankan puluhan pekerja lapangan. Namun, Yuris menegaskan para pekerja kemungkinan hanya menjalankan instruksi dan bukan pihak yang menikmati keuntungan terbesar dari bisnis ilegal itu.

Ia meminta penyidik fokus menelusuri pihak yang diduga menjadi pengendali utama jaringan penimbunan solar ilegal. Sejumlah nama berinisial Diin, Ko Leo, dan Yusuf disebut-sebut memiliki peran penting dalam operasional gudang BBM ilegal tersebut.

Berdasarkan informasi yang berkembang, Diin dan Yusuf diduga berperan mengatur administrasi serta mencari pemasok BBM subsidi. Sementara Ko Leo disebut sebagai penyandang dana utama pembelian solar ilegal.

Yuris menilai pola seperti ini kerap terjadi dalam kasus kejahatan ekonomi, di mana aparat lebih mudah menangkap pekerja dibanding membongkar pemodal besar di balik jaringan ilegal.

“Mekanisme penegakan hukum harus memberikan kepuasan bagi masyarakat yang terdampak langsung. Polda Lampung wajib membuktikan komitmennya dalam memberantas mafia BBM subsidi tanpa pilih kasih,” tegasnya.

Barang Bukti Diduga Capai 300 Ton

Informasi di lapangan menyebut aparat diduga mengamankan sekitar 300 ton solar ilegal dari gudang darat di wilayah Teluk Pandan. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya aktivitas distribusi BBM ilegal yang beroperasi di kawasan pesisir Pesawaran.

Selain gudang penimbunan, polisi juga mengamankan sejumlah kapal yang diduga digunakan untuk distribusi solar ilegal ke kapal tanker di tengah laut.

Beberapa kapal yang diamankan antara lain Kapal Baruna, KM Inka Mina I, KM Rizki, dan KM Inka Mina II. Hingga kini, penyidik masih mendalami keterlibatan kapal-kapal tersebut dalam jaringan distribusi BBM ilegal.

Kasus penyalahgunaan BBM subsidi dinilai berdampak luas terhadap masyarakat. Selain merugikan negara, praktik itu juga berpotensi memicu kelangkaan solar bersubsidi di tingkat masyarakat dan menciptakan persaingan usaha tidak sehat.

Polda Lampung Pastikan Penyidikan Berlanjut

Sementara itu, Kabid Humas Polda Lampung, Yuni Iswandari Yuyun, memastikan proses hukum kasus tersebut masih terus berjalan.

“Proses kasus tersebut terus dilanjutkan dan setiap pihak yang terlibat akan didalami,” ujarnya singkat kepada awak media.

Pernyataan itu muncul di tengah desakan publik agar aparat bergerak cepat dan transparan dalam membongkar jaringan mafia BBM subsidi di Lampung.

Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi aparat penegak hukum di Lampung. Masyarakat menanti langkah konkret penyidik dalam mengusut dan menindak pihak-pihak yang diduga menjadi aktor utama di balik bisnis solar ilegal tersebut. (Red)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, wartaedukasi.com – Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sidang isbat berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam konferensi pers seusai sidang, Menag menyampaikan […]

  • Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Dalam film Snowpiercer, dunia telah membeku akibat eksperimen iklim yang gagal. Bumi menjadi bola es. Umat manusia yang tersisa hidup di dalam satu kereta raksasa yang terus bergerak tanpa henti mengelilingi dunia. Kereta itu bukan sekadar alat transportasi.Ia adalah sistem. Ia adalah negara. Di gerbong paling belakang, manusia hidup berhimpitan, kelaparan, […]

  • Penulis Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami Hibahkan Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba

    Penulis Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami Hibahkan Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali mendapat dukungan dari kalangan penulis. Ibu Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami menyerahkan hibah buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba. Penyerahan hibah tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Ir. Restu, ST., MT, yang mewakili Kepala […]

  • Jaga Ketertiban Lalu Lintas, Sat Lantas Polres Tubaba Gelar PAM Rawan Siang

    Jaga Ketertiban Lalu Lintas, Sat Lantas Polres Tubaba Gelar PAM Rawan Siang

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Dalam rangka menjaga kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, melaksanakan kegiatan Pengamanan (PAM) Rawan Siang sekaligus monitoring arus kendaraan di Simpang Uluan Nughik, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengaturan lalu […]

  • Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

    Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Warta Edukasi – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (3/6/2026) hingga pukul 12.00 WIB, rupiah tercatat melemah 88,50 poin atau sekitar 0,50 persen ke posisi Rp17.927 per dolar AS. Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. […]

  • Tragis! Kebakaran Hebat Meluluhlantakkan Pasar Mulyo Kencono, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

    Neraka Sore di Pasar Mulyo Kencono! 75 Persen Kios Hangus, Pedagang Menangis Histeris

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT – Kebakaran hebat melanda Pasar Mulyo Kencono pada Senin sore (2/6/2026). Kobaran api yang diduga berasal dari bagian tengah pasar dengan cepat membesar dan melahap deretan kios yang sebagian besar terbuat dari papan dan kayu. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, api pertama kali terlihat muncul dari area tengah pasar sebelum […]

expand_less