Breaking News
light_mode

Sajak Lampung Lama: Warisan Sastra Lisan yang Sarat Makna dan Adat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • print Cetak

Oleh : Redaksi Wartaedukasi.com

Lampung bukan hanya dikenal karena keindahan alam dan keberagaman budayanya, tetapi juga memiliki kekayaan sastra lisan yang telah hidup sejak ratusan tahun lalu. Di tengah arus modernisasi, sajak-sajak tradisional Lampung tetap menjadi cermin nilai adat, etika, dan falsafah hidup masyarakat.

Dalam khazanah budaya Lampung, terdapat beberapa bentuk puisi lama seperti pepaccur, segata, dan hahiwang. Bentuk-bentuk ini bukan sekadar rangkaian kata indah, melainkan sarana penyampai pesan moral, nasihat adat, hingga ungkapan perasaan yang mendalam.

1. Pepaccur: Nasihat dalam Balutan Syair Adat

Pepaccur biasanya disampaikan dalam upacara adat atau pertemuan keluarga besar. Isinya sarat dengan pesan moral dan petuah kehidupan.

Contoh Pepaccur:

Hidup sai mak makek adat,
Ibarat perahu mak makek layar.
Jangan lupai asal mu tempat,
Supaya tuha muli tetap bejajar.

Maknanya: Hidup tanpa adat seperti perahu tanpa layar. Jangan lupa asal-usul agar generasi tetap terarah.


2. Segata: Pantun Lampung Penuh Simbol

Segata adalah bentuk pantun tradisional Lampung yang biasanya terdiri dari sampiran dan isi. Sering digunakan dalam percakapan santun, hiburan, atau nasihat ringan.

Contoh Segata:

Way mengalir ka muara,
Daun nyiru jatuh di wai.
Kalau hati mak dijaga,
Persaudaraan mudah cerai.

Maknanya: Jika hati tidak dijaga, persaudaraan mudah retak.


3. Hahiwang: Ungkapan Rasa yang Liris

Hahiwang lebih bersifat puitis dan personal. Biasanya digunakan untuk mengekspresikan rindu, cinta, atau kegelisahan.

Contoh Hahiwang:

Di lamban sunyi aku termenung,
Angin laut nyentuh dada.
Tanah Lampung sai ku junjung,
Mak akan hilang sampai tua.

Maknanya: Cinta terhadap tanah kelahiran yang tak akan pudar hingga tua.


Sastra Lama sebagai Identitas dan Pengingat Zaman

Sajak-sajak Lampung lama bukan hanya peninggalan budaya, tetapi juga pengingat identitas. Nilai-nilai seperti hormat kepada orang tua, menjaga adat, dan menjunjung persaudaraan menjadi ruh utama dalam setiap baitnya.

Di era digital seperti sekarang, mengangkat kembali pepaccur, segata, dan hahiwang ke ruang publik adalah bentuk pelestarian budaya. Jika tidak dikenalkan kepada generasi muda, bukan tidak mungkin sastra lisan ini akan tergerus waktu.

Sudah saatnya sajak Lampung lama tidak hanya terdengar di acara adat, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang literasi, media, bahkan karya musik modern.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PINJOL: Ketika Negara Gagal Hadir, Aplikasi Datang Menagih

    PINJOL: Ketika Negara Gagal Hadir, Aplikasi Datang Menagih

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Feature Tajam WartaEdukasi.com(Diadaptasi dari laporan CNA) Klik.Dana cair.Hidup terasa aman. Begitulah jebakan itu dimulai. Dimbon (43), bukan nama sebenarnya, awalnya hanya ingin beli tiket pesawat. Beberapa sentuhan jari di layar ponsel, uang masuk. Tanpa tatap muka. Tanpa jaminan. Tanpa rasa bersalah. Empat tahun kemudian, ia terdaftar di 18 aplikasi pinjaman — 16 legal, 2 ilegal. […]

  • Mosi Tidak Percaya,85 Persen Medis dan Staf Puskesmas Kibang Budi Jaya Minta Bupati dan DPRD Ganti Kapus

    Mosi Tidak Percaya,85 Persen Medis dan Staf Puskesmas Kibang Budi Jaya Minta Bupati dan DPRD Ganti Kapus

    • calendar_month 5 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Staf Puskesmas Kibang Budi Jaya Minta Kepala Diganti TULANG BAWANG BARAT, Warta Edukasi — Mosi tidak percaya Kepala Puskesmas Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), mencuat setelah 85 persen dari total 58 tenaga medis dan staf menyatakan penolakan terhadap kepemimpinan Ika Isnafuri, SKM., MM. Para tenaga medis dan staf tersebut […]

  • Peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih mengikuti latihan dasar kemiliteran dalam Program SPPI 2026 yang menjadi sorotan DPR RI terkait usulan penghapusan Latsarmil.

    DPR Desak Latihan Dasar Kemiliteran KDMP Dihapus, Negara Berpotensi Hemat Lebih dari Rp1 Triliun

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Ahmad Royani, S.Pd.I
    • 0Komentar

    Jakarta | Warta Edukasi – Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menuai sorotan. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah menghapus komponen latihan dasar kemiliteran dalam program pendidikan tersebut karena dinilai tidak relevan dengan tugas pengelola koperasi. Menurut Hasanuddin, pemerintah sebaiknya memfokuskan waktu dan anggaran […]

  • Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mubes Pegiat Turots Perkuat Jejaring Filolog Santri JOMBANG, WARTA EDUKASI – Pegiat turots dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Sedikitnya 170 pegiat dari 87 lembaga dan komunitas mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Nahdlatut Turots (NT). Para peserta mengikuti Mubes untuk memperkuat jejaring pegiat turots […]

  • 287 Pelajar Ikuti Perkemahan Pelantikan Wira Madya dan Lomba Traveling Peringati Hari PMI ke-81 di SMAN 1 Pagar Dewa

    287 Pelajar Ikuti Perkemahan Pelantikan Wira Madya dan Lomba Traveling Peringati Hari PMI ke-81 di SMAN 1 Pagar Dewa

    • calendar_month Senin, 21 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT – Sebanyak 287 pelajar dari tingkat Wira dan Madya mengikuti Perkemahan Pelantikan Wira Madya dan Lomba Traveling Palang Merah Remaja (PMR) dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-81. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 18-20 September 2026, di Lapangan SMAN 1 Pagar Dewa. Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Berani, […]

  • Buay Bulan Bersatu Layangkan Somasi ke PTPN I Regional VII, Soroti Dugaan Belum Pernah Tersalurkannya Dana CSR

    Buay Bulan Bersatu Layangkan Somasi ke PTPN I Regional VII, Soroti Dugaan Belum Pernah Tersalurkannya Dana CSR

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI – Forum Buay Bulan Bersatu secara resmi melayangkan surat somasi kepada PTPN I Regional VII Unit Usaha Bunga Mayang terkait dugaan tidak pernah tersalurkannya program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) kepada masyarakat adat di sekitar wilayah operasional perusahaan selama puluhan tahun. Surat somasi tersebut disampaikan melalui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) […]

expand_less