Breaking News
light_mode

DPR Desak Latihan Dasar Kemiliteran KDMP Dihapus, Negara Berpotensi Hemat Lebih dari Rp1 Triliun

  • account_circle Ahmad Royani, S.Pd.I
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • print Cetak

Jakarta | Warta Edukasi – Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) kembali menuai sorotan. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah menghapus komponen latihan dasar kemiliteran dalam program pendidikan tersebut karena dinilai tidak relevan dengan tugas pengelola koperasi.

Menurut Hasanuddin, pemerintah sebaiknya memfokuskan waktu dan anggaran pada peningkatan kompetensi manajerial peserta agar tujuan pembentukan koperasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Program pendidikan gelombang pertama berlangsung mulai 17 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan jumlah peserta mencapai 35.476 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 30.000 peserta merupakan calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih, sedangkan 5.476 peserta lainnya berasal dari calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Komposisi Pelatihan Dinilai Tidak Tepat

TB Hasanuddin menilai komposisi materi pelatihan belum mencerminkan kebutuhan utama seorang manajer koperasi.

Dalam program tersebut, peserta menjalani 30 hari latihan dasar kemiliteran dan hanya memperoleh 15 hari pelatihan pengelolaan koperasi.

Menurutnya, porsi latihan militer justru menyerap anggaran terbesar.

“Berdasarkan kriteria pelatihan, untuk tujuh hari menghabiskan Rp5 juta per peserta. Maka total kebutuhan anggaran selama 45 hari mencapai sekitar Rp45 juta per orang. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 juta digunakan untuk pelaksanaan latihan militer, sedangkan Rp15 juta untuk pembelajaran substansi koperasi. Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta,” ujar TB Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dengan jumlah peserta mencapai 35.476 orang, ia memperkirakan negara dapat menghemat anggaran lebih dari Rp1 triliun apabila komponen latihan dasar kemiliteran dihapus.

Pelatihan Harus Sesuai Kebutuhan Pengelola Koperasi

Hasanuddin menegaskan bahwa tugas utama seorang manajer koperasi adalah mengelola organisasi, mengembangkan usaha, serta meningkatkan kesejahteraan anggota.

Karena itu, materi pelatihan seharusnya lebih menitikberatkan pada tata kelola koperasi, manajemen keuangan, pemasaran, kewirausahaan, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan agar anggaran negara digunakan secara lebih efektif sekaligus menghasilkan pengelola koperasi yang profesional.

Koalisi Masyarakat Sipil Ikut Mengkritik

Kritik serupa juga disampaikan Muhammad Isnur dari Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan.

Menurut Isnur, pendekatan militer tidak memiliki hubungan langsung dengan kompetensi yang dibutuhkan seorang pengelola koperasi.

Ia juga menyinggung meninggalnya lima peserta calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dalam rangkaian pendidikan bela negara dan pelatihan manajerial.

“Tragedi ini merupakan konsekuensi serius dari kebijakan yang sejak awal keliru karena memaksakan pendekatan militer ke dalam ruang sipil tanpa dasar kebutuhan, tanpa relevansi, dan tanpa justifikasi yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kompetensi pengelola koperasi seharusnya dibangun melalui kemampuan tata kelola organisasi, kepemimpinan partisipatif, akuntabilitas, literasi keuangan, serta pemberdayaan masyarakat, bukan melalui latihan militer.

Pemerintah Lakukan Evaluasi Program

Program Pendidikan dan Pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) merupakan salah satu syarat bagi calon manajer Koperasi Desa Merah Putih maupun Kampung Nelayan Merah Putih.

Di tengah sorotan publik, Kementerian Pertahanan memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga masing-masing peserta yang meninggal dunia selama mengikuti pendidikan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Ketut Gede Wetan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada keluarga peserta.

Ia menjelaskan pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program guna meminimalkan risiko pada penyelenggaraan berikutnya.

Menurutnya, evaluasi dilakukan melalui penguatan pemeriksaan kesehatan peserta, pemantauan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan, peningkatan pengawasan medis di satuan pendidikan, serta memperkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan rumah sakit TNI. ( Ahmad Royani, S.Pd.I )

  • Penulis: Ahmad Royani, S.Pd.I
  • Editor: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mulyadi Kembali Pimpin PMI Kota Pariaman, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031

    Mulyadi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Pariaman Periode 2026–2031

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pariaman, Warta Edukasi – Mulyadi, S.Ap kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pariaman setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) IV PMI Kota Pariaman Tahun 2026 yang digelar di Aula Pendopo Wakil Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6/2026). Muskot IV merupakan forum tertinggi PMI yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali untuk mengevaluasi kinerja […]

  • Krisis Identitas dan Mental Generasi Muda

    Krisis Identitas dan Mental Generasi Muda

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Krisis Identitas dan Mental Generasi Muda Oleh: Junaidi Ismail, SH | Wartawan Utama GENERASI muda Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, sedang berada di persimpangan zaman. Mereka hidup dalam arus globalisasi yang deras, kemajuan teknologi yang melompat jauh, dan ekosistem media sosial yang nyaris tanpa batas. Di satu sisi, ini adalah peluang besar untuk tumbuh dan […]

  • PARTAI RAKYAT INDONESIA

    Partai Rakyat Indonesia (PRI): Partai Nasional Religius Pendukung Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Redaksi Warta Edukasi JAKARTA – Kancah politik nasional kembali diramaikan dengan hadirnya Partai Rakyat Indonesia (PRI), sebuah partai politik nasional religius yang dideklarasikan oleh politisi senior Muhammad Nazaruddin pada 8 Agustus 2025 di Jakarta. Partai Rakyat Indonesia lahir dengan semangat kebangsaan yang berlandaskan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka […]

  • Pemilihan Ketua RT 03 Langkapura, Dua Kandidat Rebut 173 Suara

    Pemilihan Ketua RT 03 Langkapura, Dua Kandidat Rebut 173 Suara

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Orba Battik
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi –Pemilihan Ketua RT 03 Langkapura menjadi perhatian warga setempat. Kegiatan itu berlangsung di Lingkungan 2, Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung. Warga datang sejak pagi untuk menyalurkan hak pilih. Panitia membuka proses pemungutan suara sesuai jadwal. Warga hadir bergantian dengan tertib. Mereka mengikuti setiap tahapan sesuai arahan panitia. Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. […]

  • Siharudin Minta Pelaku Pencatut Nama Ketua Wilter GMBI Diproses

    Siharudin Minta Pelaku Pencatut Nama Ketua Wilter GMBI Diproses

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Way Kanan, Warta Edukasi.Com – Korwilcam II GMBI Distrik Lampung Selatan, Siharudin, meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum yang mencatut nama Ketua LSM GMBI Wilter Lampung dan meresahkan sejumlah kepala sekolah SLTA sederajat di Kabupaten Way Kanan. Kasus ini muncul setelah beredar pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengatasnamakan pimpinan organisasi. Beberapa pihak […]

  • Padi yang Tak Pernah Kenyang

    Padi yang Tak Pernah Kenyang

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Judul: Padi yang Tak Pernah Kenyang Penulis : Kang WeHa Di sebuah desa kecil di tepian sawah yang menghampar luas, hiduplah sepasang suami istri: Hasan dan Maryam. Rumah mereka paling besar di antara rumah-rumah papan yang berdiri berderet di Dusun Sumber Rejeki. Lumbung padi mereka tak pernah kosong, kambing-kambingnya gemuk, dan sawahnya luas terbentang seperti […]

expand_less