Breaking News
light_mode

Teguh Santosa: Prabowo Berpeluang Jadi Juru Damai Korea Utara-Korea Selatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • print Cetak

JAKARTA, WARTA EDUKASI — Permintaan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membantu menjembatani kembali hubungan Korea Selatan dan Korea Utara dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap reputasi Indonesia dan kepemimpinan Prabowo di panggung diplomasi global.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, mengatakan permintaan tersebut sangat beralasan. Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan kedua negara Korea, baik Seoul maupun Pyongyang. “Sejak era Presiden pertama RI Soekarno hingga saat ini, Indonesia konsisten memelihara hubungan diplomatik yang harmonis, terbuka, dan bersahabat dengan pemerintah Korea Selatan maupun Korea Utara, tanpa pernah kehilangan netralitasnya,” kata Teguh.

Penulis buku Reunifikasi Korea: Game Theory, yang diangkat dari disertasinya di Universitas Padjadjaran, itu menilai latar belakang historis dan kepercayaan politik tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Teguh meyakini Presiden Prabowo dapat tampil sebagai salah satu pemain kunci dalam mendorong kembali dialog antara kedua Korea. Kepemimpinan Prabowo yang dinilai aktif dalam diplomasi perdamaian dunia, menurutnya, relevan untuk mendukung terbentuknya inisiatif dialog damai di kawasan Asia Timur.

Sebagai akademisi dan pemerhati Korea yang memiliki pengalaman berinteraksi serta melakukan studi komprehensif mengenai Korea Utara, Teguh menyatakan kesiapannya memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah Indonesia guna mendukung misi perdamaian tersebut.

Menurut Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRD Korea itu, saat ini merupakan momentum yang baik untuk kembali membuka pembicaraan damai antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Ia melihat kepemimpinan Presiden Lee Jae-myung yang berasal dari kubu politik progresif di Korea Selatan berpotensi membuka ruang dialog yang lebih luas dengan Korea Utara. Pendekatan tersebut dinilai lebih terbuka dibandingkan sejumlah pemerintahan konservatif sebelumnya yang cenderung menempatkan Korea Utara sebagai ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Namun, Teguh mengakui situasi hubungan kedua Korea saat ini tidak sama dengan periode pembicaraan damai antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2018 dan 2019.

Dinamika politik domestik di kedua negara telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, diperlukan pendekatan diplomasi baru yang lebih adaptif terhadap kondisi terkini.

Sejarah Panjang Konflik Dua Korea
Korea Utara dan Korea Selatan terpisah menjadi dua negara setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II pada 1945. Pada 1948, masing-masing pihak membentuk pemerintahan sendiri.

Ketegangan kemudian memuncak dalam Perang Korea yang berlangsung pada 1950 hingga 1953. Konflik tersebut berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai permanen.
Setelah itu, berbagai upaya dilakukan untuk membuka pembicaraan mengenai perdamaian dan kemungkinan reunifikasi Semenanjung Korea.

Pada 2000 dan 2007, Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung dan Roh Moo-hyun dari kubu progresif masing-masing bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il di Pyongyang untuk membicarakan perdamaian dan prospek penyatuan kedua Korea.

Hubungan kembali memburuk pada masa pemerintahan Presiden Lee Myung-bak dan Park Geun-hye yang berasal dari kubu konservatif pada periode 2008–2017.

Peluang dialog kembali terbuka pada era Presiden Moon Jae-in (2017–2022). Moon berkunjung ke Pyongyang pada 2018 dan turut memfasilitasi pertemuan antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, peluang tersebut kembali meredup pada masa pemerintahan Presiden Yoon Suk Yeol yang mengambil pendekatan lebih konservatif terhadap Korea Utara.

Di sisi lain, Korea Utara juga mengalami perubahan kebijakan. Pada Januari 2024, Kim Jong Un menyatakan bahwa gagasan reunifikasi Semenanjung Korea tidak lagi menjadi tujuan utama negaranya dan mengarahkan kebijakan menuju konsep dua negara.

Perubahan tersebut turut diikuti dengan penghapusan berbagai gagasan mengenai reunifikasi dalam kebijakan dan konstitusi Korea Utara serta pembubaran sejumlah lembaga yang berkaitan dengan isu reunifikasi.

Dorong Perjanjian Damai Permanen
Teguh menilai berbagai hambatan psikologis dan politik masa lalu perlu dikesampingkan demi kepentingan yang lebih besar, yakni menciptakan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

“Yang penting saat ini adalah mengakhiri status quo konflik dengan mengubah perjanjian gencatan senjata tahun 1953 menjadi perjanjian damai yang permanen,” ujar Teguh, yang mengaku telah puluhan kali berkunjung ke Korea Utara dan Korea Selatan.

Ia optimistis Indonesia dapat memainkan peran konstruktif dalam proses tersebut, terlebih jika mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan dukungan penuh dari kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, saya yakin babak baru stabilitas dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea dapat kembali diwujudkan,” pungkas Teguh.
(Red/Warta Edukasi)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahmad Dhani–Maia Memanas Lagi, Sosok Ibunda Dhani Jadi Sorotan

    Ahmad Dhani–Maia Memanas Lagi, Sosok Ibunda Dhani Jadi Sorotan

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, warta edukasi – Hubungan antara Ahmad Dhani dan Maia Estianty kembali menjadi perhatian publik usai rangkaian pernikahan El Rumi dengan Syifa Hadju. Perselisihan disebut bermula saat prosesi siraman dan akad nikah El Rumi. Ahmad Dhani mengungkapkan bahwa sang ibunda, Joyce Theresia Pamela Kohler, merasa tersinggung karena tidak mendapat sapaan dari Maia Estianty. Menurut Dhani, […]

  • Skandal Dana Desa di Lampung Selatan, Kades Bangunan Jadi Tersangka

    Skandal Dana Desa di Lampung Selatan, Kades Bangunan Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, wartaedukasi — Kasus korupsi dana desa kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Kepala Desa Bangunan, Kecamatan Palas, berinisial IS (45), resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penyalahgunaan anggaran desa tahun 2024. Penahanan dilakukan pada Rabu (29/4/2026). IS dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda untuk […]

  • OSN Provinsi Lampung 2026: Tiga Siswa SMAN 1 Gunung Agung Lolos

    OSN Provinsi Lampung 2026: Tiga Siswa SMAN 1 Gunung Agung Lolos

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    OSN Provinsi Lampung 2026 Jadi Ajang Tiga Siswa Wakili Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Barat, WARTA EDUKASI – OSN Provinsi Lampung 2026 menjadi ajang berikutnya bagi tiga siswa SMA Negeri 1 Gunung Agung setelah mereka berhasil lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Mereka resmi mewakili Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk bersaing […]

  • Prabowo Reshuffle Kabinet, Dudung Jadi KSP dan Sejumlah Tokoh Masuk Pemerintahan

    Prabowo Reshuffle Kabinet, Dudung Jadi KSP dan Sejumlah Tokoh Masuk Pemerintahan

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Wartaedukasi — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melakukan perombakan (reshuffle) kabinet dengan melantik sejumlah tokoh ke dalam jajaran pemerintahan, Senin (27/4) sore. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kinerja kabinet, khususnya di bidang komunikasi, koordinasi kebijakan, dan stabilitas nasional. Dalam reshuffle tersebut, Dudung Abdurachman dipercaya menjabat sebagai Kepala Kantor […]

  • Ayah di Tubaba Ditangkap Usai Aniaya Anak Kandung, Diduga Dipicu Halusinasi Sabu

    Ayah di Tubaba Ditangkap Usai Aniaya Anak Kandung, Diduga Dipicu Halusinasi Sabu

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi — Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, mengamankan seorang pria berinisial RY (34), warga Tiyuh Cahyo Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat, atas dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sekaligus kekerasan terhadap anak di bawah umur. Peristiwa tragis tersebut […]

  • Harapan Ketua PWNU untuk Pergunu DIY Perkuat Pendidikan

    Harapan Ketua PWNU untuk Pergunu DIY Perkuat Pendidikan

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Yogyakarta, WARTA EDUKASI – Ketua Tanfidziyah PWNU DIY, KH Ahmad Zuhdi Muhdlor, menyampaikan harapan agar Pergunu DIY memperkuat pendidikan saat pelantikan Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PW Pergunu) DIY Masa Khidmat 2026–2031 di Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahad (5/7/2026). Kiai Zuhdi mengajak seluruh pengurus menjadikan pelantikan sebagai momentum memperkuat khidmah organisasi. Selain […]

expand_less