Dari Meja Diskusi Literasi ke Momen Haru, Kadis Perpustakaan Tubaba Diberi Ucapan Ulang Tahun
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 219.49269; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
Tulang Bawang Barat, Wartaedukasi — Suasana hangat dan penuh gagasan mewarnai diskusi kecil yang digelar di meja kerja Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Senin (19/5/2026).
Diskusi tersebut membahas strategi peningkatan minat baca serta penguatan literasi masyarakat Tubaba sebagai bagian dari persiapan menuju Festival Literasi Provinsi Lampung.
Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba bersama sekretaris dinas dan sejumlah kepala bidang.
Hadir pula Kepala SMA Negeri 1 Gunung Agung, Sodik Adi Suryanto, serta Sulistiohadi yang dikenal aktif dalam dunia literasi dan kepenulisan di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Dalam diskusi tersebut, berbagai gagasan mengemuka, mulai dari penguatan budaya membaca di lingkungan pelajar, pemanfaatan ruang publik sebagai sarana literasi, hingga pentingnya kolaborasi antara sekolah, pemerintah daerah, dan komunitas literasi dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas dan kritis.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba menyampaikan bahwa literasi bukan hanya soal membaca buku, melainkan juga membangun cara berpikir masyarakat agar mampu menghadapi perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
“Festival Literasi Provinsi Lampung harus menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Tubaba memiliki semangat besar dalam membangun budaya membaca dan menulis. Ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi bagian dari investasi sumber daya manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Sodik Adi Suryanto menilai bahwa peningkatan minat baca harus dimulai dari lingkungan pendidikan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda.
Di tengah seriusnya pembahasan mengenai masa depan literasi Tubaba, suasana mendadak berubah haru dan penuh kejutan. Seluruh staf dan jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba secara tiba-tiba memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada kepala dinas di sela-sela diskusi yang sedang berlangsung.
Ucapan tersebut disambut tepuk tangan hangat dan penuh keakraban. Momen sederhana itu menjadi penutup manis dari diskusi yang sebelumnya dipenuhi berbagai ide besar tentang masa depan literasi di Tubaba.
Kebersamaan yang tercipta dalam pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa semangat membangun budaya literasi tidak hanya lahir dari program dan kebijakan, tetapi juga tumbuh dari kekompakan, kekeluargaan, dan kepedulian bersama dalam memajukan daerah.
- Penulis: Redaksi

