Breaking News
light_mode

“Kursi Kekuasaan di Tengah Jalan Berlubang”

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • print Cetak

Cerpen Satir: Jalan yang Tiba-Tiba Tak Boleh Diributkan

Oleh : Kang WeHa

Di sebuah daerah kecil bernama SukaMaju, jalan utama menuju pasar terlihat seperti peta bulan. Lubang di mana-mana. Ada yang kecil, ada yang cukup besar untuk membuat motor masuk setengah roda.

Setiap pagi, warga melewatinya dengan ritual yang sama: mengerem mendadak, menghindar zig-zag, dan sesekali mengumpat pelan.

“Kalau jalan ini bisa bicara,” kata Pak Rahman suatu pagi di warung kopi, “dia pasti minta ditambal atau sekalian dipensiunkan.”

Warga tertawa. Mereka sudah terbiasa bercanda tentang jalan itu, sebab kalau terlalu serius, bisa-bisa darah tinggi.

Beberapa bulan lalu suasananya berbeda.

Di masa kampanye, jalan rusak justru jadi bintang utama. Para calon pemimpin datang bergantian ke desa. Mereka berdiri di pinggir jalan berlubang itu, menunjuk-nunjuk aspal retak seolah menemukan harta karun politik.

“Kalau saya terpilih,” kata seorang calon dengan suara lantang dari atas mobil bak terbuka, “jalan ini akan kita percepat pembangunannya!”

Warga bertepuk tangan.

“Bukan cuma ini,” lanjutnya penuh semangat, “akan ada konektivitas daerah, kolaborasi dengan pusat, bahkan tiga exit tol untuk membuka gerbang kemajuan!”

Tiga exit tol terdengar seperti sihir bagi warga yang setiap hari harus melambat karena lubang jalan.

“Wah, nanti aspalnya sampai depan rumah kita,” kata Ibu Sari waktu itu.

Semua orang percaya.

Pemilihan pun selesai. Calon itu menang telak.

Hari-hari berlalu. Kursi kekuasaan sudah diduduki. Pidato kemenangan selesai. Baliho kampanye satu per satu diturunkan.

Namun jalan menuju pasar tetap sama.

Lubangnya tetap setia.

Suatu sore, Pak Rahman mendengar pidato sang pemimpin di radio.

“Kita tidak boleh terus ribut soal jalan rusak,” kata suara itu tegas. “Kalau ribut terus, tidak maju-maju kita.”

Warung kopi mendadak sunyi.

Pak Rahman menoleh ke arah jalan berlubang di depan warung.

“Lho?” katanya pelan.

Pak Darto yang duduk di sebelahnya mengernyit.

“Bukannya dulu jalan rusak itu yang paling sering disebut waktu kampanye?”

Pak Rahman mengangguk.

“Dulu katanya prioritas.”

Pak Darto menyeruput kopi.

“Sekarang kok malah jadi topik yang tidak boleh diributkan.”

Motor lewat di depan warung. Rodanya menghantam lubang.

Dug!

Pengendaranya hampir jatuh.

Semua orang spontan melihat ke arah jalan.

Pak Rahman menghela napas.

“Aneh ya,” katanya.

“Apa?”

“Dulu jalan rusak itu senjata politik.”

Pak Darto tersenyum pahit.

“Sekarang jadi gangguan kuping.”

Mereka kembali menatap jalan.

Lubang-lubang itu diam saja, seperti biasa. Tidak ikut kampanye, tidak ikut pidato, tidak ikut rapat.

Tapi setiap hari, lubang itu mengingatkan sesuatu kepada warga.

Janji ternyata bisa berubah bentuk.

Aspal bisa berlubang.

Dan kadang, ingatan penguasa juga.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • URC Legend Gandeng RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Layanan Antar Obat untuk Percepat Pelayanan Pasien

    URC Legend Gandeng RSUD Abdul Moeloek Hadirkan Layanan Antar Obat untuk Percepat Pelayanan Pasien

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle orba battik
    • 0Komentar

    Layanan antar obat dari URC Legend bersama RSUD Abdul Moeloek di Bandar Lampung mempercepat distribusi obat bagi pasien. Program ini membantu proses pelayanan kesehatan agar lebih cepat, tepat, dan efisien melalui sistem kerja terkoordinasi. Kolaborasi URC Legend dan RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung, Warta Edukasi — Komunitas relawan URC Legend terus memperkuat kontribusi di bidang […]

  • Pidato Panjang, Perut Tetap Kosong

    Pidato Panjang, Perut Tetap Kosong

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh: Ahmad Basri – K3PP Di negeri ini, pidato sudah seperti musim hujan. Datangnya rutin, deras, kadang disertai petir tepuk tangan, tapi setelah itu jalan tetap berlubang dan harga kebutuhan tetap bikin kepala cenat-cenut. Pidato Presiden Prabowo di gedung DPR/MPR, Rabu 20 Mei 2026, kembali menunjukkan satu hal yang makin terasa akrab di […]

  • Dugaan Ijazah Tak Sah: Ujian Serius bagi Marwah DPRD Tubaba

    Dugaan Ijazah Tak Sah: Ujian Serius bagi Marwah DPRD Tubaba

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Oleh: Kang WeHa Tubaba, Warta Edukasi.Com Suatu pagi di Tulang Bawang Barat, seorang warga duduk di warung kopi kecil di sudut kampung. Ia membaca kabar tentang dugaan ijazah tak sah yang menyeret nama seorang anggota legislatif. Ia tidak berbicara keras. Ia hanya terdiam, lalu berkata pelan, “Kalau dari awal saja sudah dipertanyakan, bagaimana dengan yang […]

  • BUMT Gunung Katun Tanjungan Tetap Produktif di Tengah Efisiensi, Produksi Telur Puyuh Capai 1 Kuintal per Hari

    BUMT Gunung Katun Tanjungan Tetap Produktif di Tengah Efisiensi, Produksi Telur Puyuh Capai 1 Kuintal per Hari

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI – Kebijakan efisiensi anggaran tidak menyurutkan semangat Pemerintah Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Kecamatan Tulang Bawang Udik, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat melalui Badan Usaha Milik Tiyuh (BUMT). Di bawah kepemimpinan Kepalo Tiyuh Laily, BUMT Gunung Katun Tanjungan terus menunjukkan perkembangan melalui sejumlah unit usaha produktif, mulai […]

  • Safari Ramadhan Tiyuh Dwikora Jaya: Perkuat Ukhuwah, Bangun Kebersamaan di Mushola Baitissalam

    Safari Ramadhan Tiyuh Dwikora Jaya: Perkuat Ukhuwah, Bangun Kebersamaan di Mushola Baitissalam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Pemerintah Tiyuh Dwikora Jaya kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan kali ini dipusatkan di Mushola Baitissalam, Dusun 003, dan dipimpin langsung oleh Kepalo Tiyuh Dwikora Jaya, Dian Dwi Antoro. Safari Ramadhan tersebut dihadiri oleh aparatur tiyuh, tokoh […]

  • Daswati: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Provinsi Lampung

    Daswati: Menelusuri Jejak Sejarah Lahirnya Provinsi Lampung

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bangunan Daswati Menjadi Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Lampung Bandar Lampung,Warta Edukasi – Rumah Daswati merupakan bangunan paling bersejarah yang menandai titik awal berdirinya Provinsi Lampung secara administratif di Indonesia. Rumah yang berlokasi di Jalan Dahlia, Enggal, Kota Bandar Lampung ini menjadi pusat koordinasi para tokoh daerah pada tahun 1963. Saat itu, para pejuang lokal menggunakan […]

expand_less