Breaking News
light_mode

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Kelas Menengah Mulai Terjepit: Ancaman Krisis Sosial Mengintai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • print Cetak

JAKARTA, WARTA EDUKASI – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran. Pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026), rupiah bergerak di kisaran Rp17.590 hingga Rp17.660 per dolar AS. Tekanan berlanjut pada Selasa (19/5/2026), ketika nilai tukar menyentuh sekitar Rp17.725 per dolar AS.

Melemahnya rupiah bukan hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi mulai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi penopang konsumsi nasional.

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menilai kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampak pelemahan mata uang nasional. Kenaikan harga kebutuhan dan meningkatnya biaya hidup memaksa banyak keluarga menghitung ulang pengeluaran mereka.

Menurut Arie, berbagai rencana yang sebelumnya telah disusun, mulai dari biaya pendidikan, investasi, tabungan, hingga kebutuhan sekunder, kini menghadapi tekanan akibat menurunnya daya beli masyarakat.

“Keluarga mulai mengurangi pengeluaran non-primer untuk menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Jika negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya bisa beruntun,” ujarnya.

Situasi tersebut juga menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat karena nilai tabungan dan cadangan ekonomi yang dimiliki semakin tergerus oleh inflasi dan kenaikan harga barang.

Arie menjelaskan, pelemahan rupiah tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang sedang bergejolak. Konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, turut memengaruhi harga energi dunia.

Kenaikan harga minyak global berpotensi mendorong peningkatan biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri. Dampaknya, harga kebutuhan pokok maupun layanan publik dapat ikut mengalami kenaikan.

Dalam jangka pendek, tekanan ekonomi tersebut diperkirakan paling cepat dirasakan oleh masyarakat kelas menengah dan kelompok berpenghasilan rendah. Jika kondisi berlanjut hingga memengaruhi pemenuhan kebutuhan pokok, maka persoalan ekonomi berpotensi berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas.

“Kalau sudah masuk ke kebutuhan primer, dampaknya akan menjadi persoalan sosial,” kata Arie.

Ia menilai pemerintah telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial. Namun, program tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Arie juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebijakan yang dirancang pemerintah dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Selain itu, berkurangnya kapasitas fiskal pemerintah pusat maupun daerah berpotensi memperbesar tekanan terhadap pembangunan dan pelayanan publik.

Penurunan transfer fiskal ke daerah dapat berdampak pada berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah-langkah strategis dan kebijakan yang lebih cepat, tepat sasaran, serta responsif terhadap perkembangan situasi ekonomi. Tujuannya agar pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi krisis sosial yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga menjadi tantangan utama yang harus segera dijawab. ( Red)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AMPL0P SUBUH DAN JALAN BERLUBANG

    AMPL0P SUBUH DAN JALAN BERLUBANG

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Cerpen Fiksi “Sebuah Satir Tentang Suara yang Dijual Murah dan Masa Depan yang Dibayar Mahal” Oleh : Kang WeHa Musim pemilu selalu punya aroma khas di Kampung Suka Janji. Bukan aroma demokrasi. Melainkan bau kopi sachet, rokok murah, dan amplop baru keluar dari ATM. Seperti biasa, jalan-jalan rusak yang bertahun-tahun dibiarkan berlubang mendadak ditimbun batu […]

  • Sat Reskrim Polres Tubaba Bagikan 100 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan di Panaragan Jaya

    Sat Reskrim Polres Tubaba Bagikan 100 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan di Panaragan Jaya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Dalam semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung membagikan ratusan paket takjil kepada para pengguna jalan. Kegiatan tersebut berlangsung di Simpang Uluan Nughik, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, […]

  • Karim Pergi Untuk Selamanya,Warga Tubaba Bergerak Bantu Istri dan Dua Anak Korban Jalan Berlubang

    Karim Pergi Untuk Selamanya,Warga Tubaba Bergerak Bantu Istri dan Dua Anak Korban Jalan Berlubang

    • calendar_month 23 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Rasa duka atas meninggalnya Karim, korban kecelakaan yang diduga dipicu kondisi jalan berlubang di ruas jalan depan Puskesmas Panaragan Jaya, masih menyelimuti keluarga yang ditinggalkan. Sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial, sejumlah warga yang mengatasnamakan Masyarakat Tubaba Peduli Korban Jalan Berlubang menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan sejumlah uang […]

  • SMAN 1 Pagar Dewa Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Siapkan 288 Kuota Siswa

    SMAN 1 Pagar Dewa Buka Pendaftaran Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027, Siapkan 288 Kuota Siswa

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi – SMAN 1 Pagar Dewa resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah yang telah terakreditasi A tersebut menyediakan daya tampung sebanyak 288 siswa atau delapan rombongan belajar (rombel). Pendaftaran dibuka mulai 15 hingga 19 Juni 2026 dan dapat diikuti oleh calon peserta didik melalui beberapa jalur penerimaan, […]

  • Pidato Panjang, Perut Tetap Kosong

    Pidato Panjang, Perut Tetap Kosong

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh: Ahmad Basri – K3PP Di negeri ini, pidato sudah seperti musim hujan. Datangnya rutin, deras, kadang disertai petir tepuk tangan, tapi setelah itu jalan tetap berlubang dan harga kebutuhan tetap bikin kepala cenat-cenut. Pidato Presiden Prabowo di gedung DPR/MPR, Rabu 20 Mei 2026, kembali menunjukkan satu hal yang makin terasa akrab di […]

  • Jika Hujan Bisa Bicara, Namamu yang Ia Sebut

    Jika Hujan Bisa Bicara, Namamu yang Ia Sebut

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kades Nuri Derasnya hujan yang turun dari langit selalu membawa berjuta manfaat bagi manusia. Begitu pula cintamu padaku, datang tanpa banyak kata, namun mampu menghadirkan begitu banyak cerita dalam hidupku. Aku ingin kau tahu, diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama di setiap rintik hujan yang jatuh ke bumi. Harapan sederhana, namun begitu […]

expand_less