Breaking News
light_mode

Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Kelas Menengah Mulai Terjepit: Ancaman Krisis Sosial Mengintai

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • print Cetak

JAKARTA, WARTA EDUKASI – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran. Pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026), rupiah bergerak di kisaran Rp17.590 hingga Rp17.660 per dolar AS. Tekanan berlanjut pada Selasa (19/5/2026), ketika nilai tukar menyentuh sekitar Rp17.725 per dolar AS.

Melemahnya rupiah bukan hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi mulai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi penopang konsumsi nasional.

Sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sujito, menilai kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling cepat merasakan dampak pelemahan mata uang nasional. Kenaikan harga kebutuhan dan meningkatnya biaya hidup memaksa banyak keluarga menghitung ulang pengeluaran mereka.

Menurut Arie, berbagai rencana yang sebelumnya telah disusun, mulai dari biaya pendidikan, investasi, tabungan, hingga kebutuhan sekunder, kini menghadapi tekanan akibat menurunnya daya beli masyarakat.

“Keluarga mulai mengurangi pengeluaran non-primer untuk menjaga kestabilan ekonomi rumah tangga. Jika negara tidak memiliki kemampuan mengatasi secara cepat, dampaknya bisa beruntun,” ujarnya.

Situasi tersebut juga menimbulkan rasa tidak aman di tengah masyarakat karena nilai tabungan dan cadangan ekonomi yang dimiliki semakin tergerus oleh inflasi dan kenaikan harga barang.

Arie menjelaskan, pelemahan rupiah tidak bisa dilepaskan dari kondisi global yang sedang bergejolak. Konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Iran dan Israel yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya, turut memengaruhi harga energi dunia.

Kenaikan harga minyak global berpotensi mendorong peningkatan biaya produksi dan distribusi barang di dalam negeri. Dampaknya, harga kebutuhan pokok maupun layanan publik dapat ikut mengalami kenaikan.

Dalam jangka pendek, tekanan ekonomi tersebut diperkirakan paling cepat dirasakan oleh masyarakat kelas menengah dan kelompok berpenghasilan rendah. Jika kondisi berlanjut hingga memengaruhi pemenuhan kebutuhan pokok, maka persoalan ekonomi berpotensi berkembang menjadi masalah sosial yang lebih luas.

“Kalau sudah masuk ke kebutuhan primer, dampaknya akan menjadi persoalan sosial,” kata Arie.

Ia menilai pemerintah telah menjalankan berbagai program perlindungan sosial. Namun, program tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menjawab tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat di lapangan.

Arie juga menyoroti adanya kesenjangan antara kebijakan yang dirancang pemerintah dengan kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Selain itu, berkurangnya kapasitas fiskal pemerintah pusat maupun daerah berpotensi memperbesar tekanan terhadap pembangunan dan pelayanan publik.

Penurunan transfer fiskal ke daerah dapat berdampak pada berbagai sektor strategis, termasuk pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menyiapkan langkah-langkah strategis dan kebijakan yang lebih cepat, tepat sasaran, serta responsif terhadap perkembangan situasi ekonomi. Tujuannya agar pelemahan rupiah tidak berkembang menjadi krisis sosial yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga menjadi tantangan utama yang harus segera dijawab. ( Red)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mubes Pegiat Turots Perkuat Jejaring Filolog Santri JOMBANG, WARTA EDUKASI – Pegiat turots dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Sedikitnya 170 pegiat dari 87 lembaga dan komunitas mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Nahdlatut Turots (NT). Para peserta mengikuti Mubes untuk memperkuat jejaring pegiat turots […]

  • OSN Provinsi Lampung 2026: Tiga Siswa SMAN 1 Gunung Agung Lolos

    OSN Provinsi Lampung 2026: Tiga Siswa SMAN 1 Gunung Agung Lolos

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    OSN Provinsi Lampung 2026 Jadi Ajang Tiga Siswa Wakili Tulang Bawang Barat Tulang Bawang Barat, WARTA EDUKASI – OSN Provinsi Lampung 2026 menjadi ajang berikutnya bagi tiga siswa SMA Negeri 1 Gunung Agung setelah mereka berhasil lolos seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kabupaten Tahun 2026. Mereka resmi mewakili Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk bersaing […]

  • JMSI Lampung dan Pemkab Pringsewu Bersinergi, Festival Keris Pusaka Nusantara Siap Digelar

    JMSI Lampung dan Pemkab Pringsewu Bersinergi, Festival Keris Pusaka Nusantara Siap Digelar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PRINGSEWU, Warta Edukasi – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggagas penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara di Kabupaten Pringsewu sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa yang dinilai semakin menghadapi tantangan di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi. Festival tersebut direncanakan menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional […]

  • KPK Ungkap Modus “Safe House” Simpan Uang Suap Impor, Rp 5 Miliar Disita di Ciputat

    KPK Ungkap Modus “Safe House” Simpan Uang Suap Impor, Rp 5 Miliar Disita di Ciputat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Wartaedukasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus penyewaan safe house untuk menyimpan uang hasil dugaan suap dalam kasus importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Melansir Kompas.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut penggunaan safe house untuk menyimpan uang hasil suap dalam perkara tersebut tergolong masif. “Modus-modus penggunaan safe […]

  • Otsus Papua Bukan Sekadar Anggaran, Filep Wamafma: Instrumen Politik untuk Lindungi Hak OAP

    Otsus Papua Bukan Sekadar Anggaran, Filep Wamafma: Instrumen Politik untuk Lindungi Hak OAP

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MANOKWARI, WARTA EDUKASI — Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak dapat dipandang semata sebagai kebijakan transfer anggaran. Otsus merupakan instrumen politik dan pembangunan yang dirancang untuk memberikan perlindungan serta afirmasi terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP) di tengah dinamika geopolitik internasional. Pandangan tersebut disampaikan Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Filep Wamafma, saat […]

  • Jika Hujan Bisa Bicara, Namamu yang Ia Sebut

    Jika Hujan Bisa Bicara, Namamu yang Ia Sebut

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kades Nuri Derasnya hujan yang turun dari langit selalu membawa berjuta manfaat bagi manusia. Begitu pula cintamu padaku, datang tanpa banyak kata, namun mampu menghadirkan begitu banyak cerita dalam hidupku. Aku ingin kau tahu, diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama di setiap rintik hujan yang jatuh ke bumi. Harapan sederhana, namun begitu […]

expand_less