Disporapar dan Pokdarwis Tubaba Matangkan Usulan Tiyuh Pagar Dewa sebagai Tiyuh Wisata Berbudaya Lampung
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Night; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 234.93903; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tubaba mulai menindaklanjuti Keputusan Gubernur Lampung Nomor G/320/V.20/HK/2026 tentang Penetapan Lokasi Sasaran Program Desa Wisata Berbudaya Lampung.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pertemuan dan asesmen bersama yang dihadiri Kepala Disporapar Tubaba, Alma Restow Guna, didampingi Kepala Bidang Pariwisata, Tabrani, bersama jajaran Pokdarwis Tubaba.
Berdasarkan hasil asesmen awal, Tiyuh Pagar Dewa dinilai layak diusulkan sebagai Tiyuh Wisata Berbudaya. Penilaian itu didasarkan pada nilai historis yang dimiliki sebagai salah satu tiyuh tua di Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta keberadaan sejumlah situs budaya dan sejarah yang masih terjaga hingga kini.
Kepala Disporapar Tubaba, Alma Restow Guna, mengatakan Keputusan Gubernur Lampung menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor pariwisata berbasis budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Program Desa Wisata Berbudaya merupakan langkah strategis untuk menjaga identitas budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dari hasil asesmen bersama, Tiyuh Pagar Dewa memiliki potensi yang sangat kuat untuk dikembangkan sebagai Tiyuh Wisata Berbudaya. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki harus menjadi kekuatan yang terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Tubaba, Tabrani, menegaskan bahwa penilaian desa wisata berbudaya tidak hanya bertumpu pada objek wisata semata, melainkan juga pada kekayaan sejarah, tradisi, adat istiadat, serta kesiapan masyarakat dalam mengelola potensi yang dimiliki.
“Pagar Dewa memiliki karakter yang kuat sebagai tiyuh bersejarah. Ke depan kami akan melakukan pendampingan secara bertahap bersama Pokdarwis agar seluruh potensi yang ada dapat dipetakan dan dikembangkan menjadi produk wisata yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan ekonomi,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Pokdarwis Tubaba Edi Fetra Zulkarnan, melalui Sekretaris Pokdarwis Wawan Hidayat, menyatakan kesiapan organisasi untuk mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan Tiyuh Pagar Dewa sebagai Tiyuh Wisata Berbudaya.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan pegiat pariwisata menjadi kunci keberhasilan pengembangan desa wisata.
“Kami menyambut baik langkah Disporapar Tubaba yang bergerak cepat menindaklanjuti Keputusan Gubernur Lampung. Bagi Pokdarwis, penetapan desa wisata bukan sekadar menghadirkan destinasi baru, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga warisan leluhur, merawat identitas budaya, dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui pariwisata yang berkelanjutan. Kami siap bersinergi agar Tiyuh Pagar Dewa dapat menjadi contoh desa wisata berbudaya yang membanggakan Tubaba dan Lampung,” ungkap Wawan.
Melalui sinergi tersebut, Disporapar Tubaba dan Pokdarwis berharap proses pengusulan Tiyuh Pagar Dewa sebagai Tiyuh Wisata Berbudaya dapat berjalan sesuai tahapan, sekaligus menjadi awal penguatan sektor pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
(Warta Edukasi)
- Penulis: Redaksi










