“Sak Mblengere, NU Sak Lawase”: Pesan Gus Rozaq untuk Panitia Muktamar
- account_circle Wawan Hidayat
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- print Cetak

Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Dibubarkan
JOMBANG, Warta Edukasi — Suasana hangat mewarnai acara pembubaran Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di halaman Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026).
Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keberhasilan penyelenggaraan muktamar. Menurutnya, kesuksesan agenda besar tersebut tidak terlepas dari kerja keras, kolaborasi, dan koordinasi seluruh elemen yang terlibat.
“Luar biasa alhamdulillah, keberhasilan muktamar ini karena kalian-kalian semua yang mampu berkolaborasi, mampu berkoordinasi meski persiapannya hanya 50 hari,” ujarnya.
Khidmah Keluarga Besar Tambakberas
Gus Rozaq juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap seluruh elemen Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas yang telah mencurahkan tenaga dan pikiran selama proses persiapan hingga pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
Apresiasi tersebut ditujukan kepada para pengasuh, nyai, kiai, gus, ning, guru, karyawan, santri, hingga alumni yang turut mengambil bagian dalam menyukseskan muktamar.
Menurut Gus Rozaq, keterlibatan mereka dalam kepanitiaan merupakan bentuk nyata kecintaan dan khidmah kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Kesempatan menjadi tuan rumah muktamar, kata dia, merupakan momentum yang sangat langka sehingga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk memperoleh keberkahan para masyayikh.
“Alhamdulillah santri-santri Tambakberas saget berkhidmat untuk Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Karena sering saya tekankan, kapan lagi kalau tidak sekarang? 50 tahun, 100 tahun belum tentu muktamar akan dilaksanakan di Tambakberas,” ungkapnya.
“Jadi Panitia Sak Mblengere, NU Sak Lawase”
Gus Rozaq juga menyampaikan ungkapan khas untuk menggambarkan totalitas panitia lokal dalam menjalankan tugas selama penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU.
“Kalau kemarin ada istilah ‘Pengurus PBNU sak cukupe, NU sak lawase’. Kita juga ada istilah ‘Jadi panitia sak mblengere, NU sak lawase’. Saya yakin semuanya panitia ini benar-benar tulus bekerja demi berkhidmah kepada Jam’iyah,” katanya.
Ungkapan tersebut menjadi gambaran mengenai semangat pengabdian para panitia yang bekerja secara maksimal demi menyukseskan perhelatan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas.
Bagi keluarga besar Tambakberas, menjadi tuan rumah muktamar bukan sekadar menjalankan tugas kepanitiaan, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan khidmah kepada Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Mohon Maaf atas Kekurangan Selama Muktamar
Pada kesempatan tersebut, Gus Rozaq juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan maupun ketegasan sikap yang mungkin terjadi selama masa persiapan hingga berakhirnya Muktamar ke-35 NU.
Ia berharap seluruh jerih payah, tenaga, pikiran, dan pengabdian seluruh panitia mendapatkan catatan sebagai amal saleh serta mendatangkan keberkahan bagi keluarga besar Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
“Kami atas nama panitia mohon maaf yang sebesar-besarnya, mohon doa juga mudah-mudahan seluruh panitia yang telah berkontribusi ini diberi ilmu manfaat, barokah fiddini waddunya wal-akhirah,” pungkasnya.
- Penulis: Wawan Hidayat
- Editor: Redaksi










