Breaking News
light_mode

Somasi Diabaikan, HGU Sudah Habis! Ratusan Warga Buay Bulan Bersatu Beri Peringatan Terakhir Ke PTPN 1 Regional 7

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
  • print Cetak

Tulang Bawang Barat-Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Forum Buay Bulan Bersatu, Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, kembali turun ke lapangan sebagai tindak lanjut perjuangan mereka terkait persoalan lahan dengan PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang, Sabtu (1/8/2026).

Aksi tersebut dipimpin Ketua Umum Forum Buay Bulan Bersatu, Idham, didampingi Humas Forum Aswar, kuasa hukum Alfian Suni beserta tim, tokoh adat dari empat tiyuh, serta sekitar 195 masyarakat.

Humas Forum Buay Bulan Bersatu, Aswar, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari deklarasi Forum Buay Bulan Bersatu yang telah dilaksanakan pada 3 Juni 2026.

“Hari ini kami turun sebagai tindak lanjut dari Buay Bulan Bersatu yang telah dideklarasikan pada 3 Juni 2026 lalu,” ujar Aswar.

Ia menjelaskan, perjuangan Forum Buay Bulan Bersatu telah melalui sejumlah tahapan. Pada 20 Juli 2026, pihaknya telah melayangkan surat somasi kepada PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang dengan tenggang waktu selama satu minggu.

Namun, menurut Aswar, hingga batas waktu yang diberikan berakhir, somasi tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.

Selanjutnya, pada 29 Juli 2026, Forum Buay Bulan Bersatu mengirimkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat agar difasilitasi melakukan audiensi atau mediasi dengan PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang.

“Sambil menunggu respons Pemerintah Daerah terhadap permohonan audiensi kami, maka hari ini kami bersama penasihat hukum turun langsung ke titik maupun objek yang sedang kami persoalkan bersama PTPN,” katanya.

Aswar menegaskan bahwa pihaknya tidak sedang bersengketa dengan perusahaan, melainkan menuntut keterbukaan informasi.

“Perlu saya tegaskan bahwa masyarakat Buay Bulan Bersatu tidak ada sengketa. Yang ada, kami hanya menuntut keterbukaan dari pihak PTPN I. Pada tahun 1984, masyarakat Buay Bulan Udik telah melepaskan areal seluas 11.550 hektare. Kami merasa dari luas tersebut belum sepenuhnya diselesaikan oleh pihak PTPN. Kalau memang ada yang sudah mereka selesaikan, tentu kami terima karena itu memang menjadi hak mereka,” ujarnya.

Menurut Aswar, berdasarkan data yang dimiliki pihaknya, PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang hanya memiliki sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) seluas sekitar 3.819 hektare dari total lahan yang disebut mencapai 11.550 hektare.

Selain persoalan lahan, Forum Buay Bulan Udik Bersatu juga menyoroti pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), program plasma, hingga kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar.

“Ini juga menyangkut persoalan di luar tanah. Berdasarkan aturan yang mengatur CSR, selama ini masyarakat Buay Bulan belum pernah merasakan manfaat CSR dari PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang. Begitu juga dengan plasma minimal 20 persen dari objek tanah HGU yang menurut kami wajib diberikan, namun faktanya sampai saat ini belum pernah kami rasakan,” katanya.

Ia juga menyebut terdapat 13 desa di wilayah Buay Bulan, namun masyarakat setempat dinilai belum memperoleh perhatian dalam bentuk penyerapan tenaga kerja.

“Di Buay Bulan ada 13 desa, tetapi kami menilai tidak ada itikad baik untuk mensejahterakan masyarakat dengan mempekerjakan mereka di PTPN I,” ujarnya.

Dalam pernyataannya, Aswar juga melontarkan kritik keras terhadap pihak perusahaan dengan menyebut adanya oknum-oknum di PTPN yang menurutnya tidak menjalankan tujuan kehadiran perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain itu langkah yang di lakukan hari ini merupakan peringatan terakhir ke PTPN 1 Regional 7 , apabila juga belum ada respon Buay Bulan Bersatu akan menurunkan masa hingga puluhan ribu.

Sementara itu, Kuasa Hukum Forum Buay Bulan Bersatu, Alfian Suni, menyatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum dan memperjuangkan tuntutan masyarakat hingga tuntas.

“Hari ini kami melihat, mendengar, dan merasakan langsung apa yang menjadi aspirasi masyarakat Buay Bulan Bersatu. Kami sepakat memberikan pembelaan kepada masyarakat dan akan menuntut PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang agar segera menyelesaikan persoalan ini,” kata Alfian.

Menurut Alfian, HGU seluas sekitar 3.819 hektare yang dimiliki perusahaan disebut telah berakhir pada September 2025.

“Perlu diketahui bahwa HGU 3.819 hektare itu telah berakhir pada September 2025. Jadi yang disebut tanah negara itu tanah yang mana, karena HGU tersebut sampai saat ini menurut informasi yang kami miliki belum diperpanjang,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pendapat hukumnya bahwa perpanjangan HGU harus memperhatikan kesepakatan dengan masyarakat sekitar.

“Kami meminta pihak PTPN menanggapi seluruh surat yang telah kami layangkan, termasuk somasi. Tim hukum akan berjuang sampai titik darah penghabisan untuk memperjuangkan hak masyarakat Buay Bulan Bersatu,” tegasnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak PTPN I Regional 7 Unit Usaha Bunga Mayang belum memberikan tanggapan atas somasi maupun berbagai pernyataan dan tuntutan yang disampaikan Forum Buay Bulan Bersatu.(Reki)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Janji yang Tumbuh di Panggung”

    “Janji yang Tumbuh di Panggung”

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Sajak Paduka Raja Oleh : Kang WeHa “Janji yang Tumbuh di Panggung” Di panggung kampanyekata-kata tumbuh seperti bunga musim hujan,subur, harum, dan penuh warna.Visi ditanam seperti pohon harapan,misi digantung di langit balihosetinggi tiang listrik kota. Rakyat menadah telinga,seperti tanah kering menunggu hujan.Setiap kalimat adalah embun,setiap janji adalah matahari pagiyang katanya tak akan pernah tenggelam. “Perubahan,” […]

  • Lapak Karet Diduga Cemari Rawa PJU, DLH dan DPMPTSP Tubaba Hentikan Aktivitas Usaha

    Lapak Karet Diduga Cemari Rawa PJU, DLH dan DPMPTSP Tubaba Hentikan Aktivitas Usaha

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Aktivitas lapak karet di Tiyuh Panaragan Jaya Utama (PJU), Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), akhirnya ditertibkan setelah disinyalir membuang limbah cair mengandung zat kimia langsung ke rawa di sekitar lokasi usaha. Penertiban dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan […]

  • Petugas Satlantas Polres Tubaba, Samsat, dan Jasa Raharja memberikan sosialisasi program keringanan pajak kendaraan kepada pengendara sepeda motor di Kantor Samsat Tulang Bawang Barat.

    Satlantas Tubaba dan Samsat Sosialisasikan Program Keringanan Pajak Kendaraan Hingga Agustus 2026

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Kang WeHa
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tulang Bawang Barat bersama UPTD Samsat dan Jasa Raharja menggelar sosialisasi Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor dan Balik Nama Kendaraan yang diberlakukan Pemerintah Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Samsat Tulang Bawang Barat, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kamis (11/6/2026). Program keringanan pajak tersebut secara resmi […]

  • LPNU Tubaba, Nahdlatut Tujjar, NU Tubaba, ekonomi umat, pengusaha Tubaba, UMKM, ekonomi NU, Tubaba, LPNU, pengusaha NU

    Nahdlatut Tujjar, LPNU Tubaba Perkuat Ekonomi Umat

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Nahdlatut Tujjar Jadi Semangat Ekonomi Umat TULANG BAWANG BARAT, Warta Edukasi – Nahdlatut Tujjar kembali dihidupkan Lembaga Pengusaha Nahdlatul Ulama (LPNU) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) sebagai semangat membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus memperkuat jaringan para pengusaha dan pelaku usaha. Ketua LPNU Tubaba, Gufron Setiawan, mengatakan semangat membangun kekuatan ekonomi umat bukanlah gagasan baru. Jauh […]

  • Polisi Tingkatkan Patroli KRYD, Pastikan Libur Panjang di Tubaba Aman dan Kondusif

    Polisi Tingkatkan Patroli KRYD, Pastikan Libur Panjang di Tubaba Aman dan Kondusif

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap aman dan kondusif selama momen libur panjang cuti bersama, Satuan Samapta Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, meningkatkan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukumnya, Senin (16/02/2026) siang. Kapolres Tulang Bawang Barat, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kasat […]

  • Ramadan 1447 H, Wawan Hidayat Ajak Perkuat Integritas

    Ramadan 1447 H, Wawan Hidayat Ajak Perkuat Integritas

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Momentum Ramadan Perkuat Spiritualitas dan Jurnalistik Tubaba, Warta Edukasi.Com–Ramadan 1447 Hijriyah menjadi momentum refleksi bagi umat Muslim, termasuk insan pers. Pimpinan Redaksi Warta Edukasi.Com, Wawan Hidayat, menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan memperkuat spiritualitas dan integritas jurnalistik,Selasa (24/2/2026). Ia menyampaikan pernyataan tersebut langsung di kantornya. Karena itu, ia berharap masyarakat menyambut bulan suci dengan semangat perbaikan […]

expand_less