Breaking News
light_mode

Pidato Panjang, Perut Tetap Kosong

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • print Cetak

Opini Publik
Oleh: Ahmad Basri – K3PP

Di negeri ini, pidato sudah seperti musim hujan. Datangnya rutin, deras, kadang disertai petir tepuk tangan, tapi setelah itu jalan tetap berlubang dan harga kebutuhan tetap bikin kepala cenat-cenut.

Pidato Presiden Prabowo di gedung DPR/MPR, Rabu 20 Mei 2026, kembali menunjukkan satu hal yang makin terasa akrab di telinga rakyat: semangat besar, kalimat tegas, visi raksasa, dan retorika ke sana kemari. Masalahnya, rakyat hari ini bukan lagi kekurangan pidato. Rakyat justru kelebihan pidato.

Yang kurang itu hasil.

Dulu saat kampanye, gaya bicara meledak-ledak memang diperlukan.

Kandidat harus tampil garang, penuh mimpi, seolah bisa membalik gunung dan mengeringkan lautan.

Itu panggung politik.

Wajar.

Tapi setelah duduk di kursi presiden, rakyat berharap ada perubahan nada. Dari “akan kami lakukan” menjadi “ini yang sudah kami kerjakan.”
Sayangnya, sampai hari ini, banyak pidato Presiden masih terdengar seperti trailer film yang tak kunjung tayang penuh.

Rakyat dipaksa terus menikmati teaser demi teaser.

Ironinya, di saat pemerintah sibuk bicara efisiensi anggaran, pemotongan sana-sini, penghematan di berbagai lembaga sampai daerah megap-megap, justru muncul program-program raksasa yang anggarannya bikin jidat berkerut.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, dipoles seperti solusi sakti.

Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) juga dijual seperti obat mujarab ekonomi rakyat.

Secara konsep memang terdengar indah. Sangat indah bahkan. Masalahnya, negeri ini sudah terlalu sering mabuk slogan. Rakyat sekarang tidak lagi gampang terpesona oleh istilah-istilah besar. Sebab pengalaman mengajarkan bahwa tidak semua program megah berakhir megah. Kadang yang besar cuma peluncurannya, spanduknya, dan pidatonya.

Hasilnya? Masih dicari.

Di warung kopi, masyarakat mulai punya istilah sendiri: “negara sedang hobi seminar.” Semua dibahas, semua diumumkan, semua dijanjikan. Tapi harga kebutuhan tetap naik, lapangan kerja tetap sempit, dan ekonomi rakyat kecil masih seperti jalan tambal sulam — diperbaiki sedikit, rusak lagi.

Inilah anomali kekuasaan hari ini.
Pemerintah meminta rakyat hemat, tetapi negara terlihat royal membuat proyek ambisius. Daerah diminta menahan belanja, tetapi pusat terus meluncurkan gagasan raksasa yang memerlukan biaya fantastis.

Akhirnya rakyat bingung:

Sebenarnya kita sedang mengencangkan ikat pinggang atau sedang lomba membangun mimpi?
Tentu seorang presiden harus punya visi besar. Tidak ada bangsa maju yang dipimpin orang berpikiran kecil. Tetapi visi tanpa realisasi hanya akan berubah menjadi pertunjukan kata-kata.
Dan rakyat sekarang mulai lelah menjadi penonton.

Masyarakat tidak anti pidato. Tetapi pidato tanpa dampak nyata lama-lama terdengar seperti kaset rusak: diputar terus, isinya itu-itu juga.

Rakyat ingin harga stabil.
Rakyat ingin pekerjaan mudah dicari.
Rakyat ingin jalan bagus.
Rakyat ingin hidup tidak makin sesak.
Sesederhana itu.

Karena pada akhirnya, sejarah tidak mencatat siapa presiden paling sering bicara. Sejarah hanya mencatat siapa yang benar-benar bekerja.
Pidato memang bisa menciptakan tepuk tangan. Tetapi hanya kerja nyata yang bisa menciptakan kepercayaan.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MWC NU Tulangbawang Tengah Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Nahdliyin dan NKRI di Era Digital

    MWC NU Tulangbawang Tengah Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Nahdliyin dan NKRI di Era Digital

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANGBAWANG TENGAH, WARTAEDUKASI.COM — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tulangbawang Tengah menegaskan komitmennya dalam menjaga marwah Nahdliyin sekaligus merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua MWC NU Tulangbawang Tengah, Ust. Enjang Kusyono, saat melakukan lawatan ke […]

  • Ramadan 1447 H, Wawan Hidayat Ajak Perkuat Integritas

    Ramadan 1447 H, Wawan Hidayat Ajak Perkuat Integritas

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Momentum Ramadan Perkuat Spiritualitas dan Jurnalistik Tubaba, Warta Edukasi.Com–Ramadan 1447 Hijriyah menjadi momentum refleksi bagi umat Muslim, termasuk insan pers. Pimpinan Redaksi Warta Edukasi.Com, Wawan Hidayat, menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan memperkuat spiritualitas dan integritas jurnalistik,Selasa (24/2/2026). Ia menyampaikan pernyataan tersebut langsung di kantornya. Karena itu, ia berharap masyarakat menyambut bulan suci dengan semangat perbaikan […]

  • Polisi Klarifikasi Video Viral Polsek Bumi Waras, Bantah Tudingan Tolak Laporan

    Polisi Klarifikasi Video Viral di Polsek Bumi Waras, Bantah Tudingan Tolak Laporan dan Pembiaran Penganiayaan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, WARTAEDUKASI – Video yang memperlihatkan suasana di Polsek Bumi Waras, Bandar Lampung, dan beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut muncul tudingan adanya penolakan laporan polisi serta dugaan pembiaran terhadap tindakan penganiayaan. Menanggapi hal itu, Kanit Reskrim Polsek Bumi Waras, Ipda Muhammad Iqbal, memberikan klarifikasi […]

  • Kapolres Tubaba Turun Langsung Bagikan Takjil, Perkuat Pendekatan Humanis Polri di Bulan Ramadhan

    Kapolres Tubaba Turun Langsung Bagikan Takjil, Perkuat Pendekatan Humanis Polri di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com — Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadhan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi turun langsung ke jalan yang dipimpin Kapolres Tubaba, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., dengan membagikan puluhan paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan […]

  • Bolo Ngarit, KUR dan Kambing yang Kehilangan Harga Diri

    Bolo Ngarit, KUR dan Kambing yang Kehilangan Harga Diri

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh : Kang WeHa Di kampung-kampung Kabupaten Tulang Bawang Barat, ada satu profesi yang belakangan terasa makin akrab di telinga masyarakat Bolo Ngarit. Pagi mencari rumput. Siang membersihkan kandang. Sore memberi pakan. Malam menghitung cicilan. Di atas kertas semua terlihat seperti kisah sukses ekonomi rakyat. Pemerintah datang membawa slogan pemberdayaan “Peternakan rakyat harus […]

  • JMSI Lampung dan Pemkab Pringsewu Bersinergi, Festival Keris Pusaka Nusantara Siap Digelar

    JMSI Lampung dan Pemkab Pringsewu Bersinergi, Festival Keris Pusaka Nusantara Siap Digelar

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    PRINGSEWU, Warta Edukasi – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggagas penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara di Kabupaten Pringsewu sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa yang dinilai semakin menghadapi tantangan di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi. Festival tersebut direncanakan menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional […]

expand_less