Breaking News
light_mode

KPK Ungkap Modus “Safe House” Simpan Uang Suap Impor, Rp 5 Miliar Disita di Ciputat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • print Cetak

Jakarta, Wartaedukasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus penyewaan safe house untuk menyimpan uang hasil dugaan suap dalam kasus importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

Melansir Kompas.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut penggunaan safe house untuk menyimpan uang hasil suap dalam perkara tersebut tergolong masif.

“Modus-modus penggunaan safe house untuk penempatan uang ini masif terjadi dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi suap importasi barang di Ditjen Bea dan Cukai,” ujar Budi dalam keterangannya, Jumat (20/2/2026).

KPK sebelumnya melakukan penggeledahan di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, pada Jumat (13/2/2026). Dari lokasi tersebut, penyidik menyita lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp 5 miliar.

Menurut Budi, uang yang diamankan terdiri dari berbagai mata uang asing, antara lain Dollar Amerika Serikat, Dollar Singapura, Dollar Hongkong, dan Ringgit. Selain uang tunai, penyidik juga menyita dokumen serta barang bukti elektronik (BBE).

KPK menduga safe house tersebut menjadi tempat operasional sejumlah pejabat DJBC yang diduga mengatur proses importasi agar lolos dari pemeriksaan. Hingga kini, penyidik masih mendalami fungsi serta peran lokasi tersebut dalam rangkaian tindak pidana yang diselidiki.

Enam Orang Jadi Tersangka

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan enam tersangka. Tiga di antaranya merupakan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, yakni Rizal selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–2026, Sisprian Subiaksono selaku Kepala Subdirektorat Intelijen P2 DJBC, serta Orlando Hamonangan selaku Kepala Seksi Intelijen DJBC.

Sementara tiga tersangka lainnya berasal dari pihak swasta, yakni John Field selaku pemilik PT Blueray, Andri dari tim dokumen importasi PT Blueray, serta Dedy Kurniawan selaku Manajer Operasional PT Blueray.

Melansir pemberitaan sebelumnya, Wakil Ketua KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan bahwa PT Blueray diduga ingin agar barang impor yang masuk ke Indonesia tidak dilakukan pemeriksaan oleh Bea Cukai.

“PT Blueray ini ingin supaya barang-barang yang di bawah naungannya, yang masuk dari luar negeri itu tidak dilakukan pengecekan. Jadi bisa dengan mudah, dengan lancar melewati pemeriksaan di pihak Bea Cukai,” kata Asep dalam konferensi pers, Kamis (5/2/2026).

Dugaan pemufakatan jahat tersebut disebut terjadi sejak Oktober 2025, melibatkan sejumlah pejabat di Ditjen Bea dan Cukai serta pihak perusahaan untuk mengatur jalur importasi barang agar terhindar dari pemeriksaan ketat.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal terkait tindak pidana korupsi dan suap sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru.

KPK menegaskan akan terus mendalami barang bukti dan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.( Red )

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tim SAR Temukan Korban Banjir Hanyut di Bandar Lampung

    Tim SAR Temukan Korban Banjir Hanyut di Bandar Lampung

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, wartaedukasi.com – Tim SAR temukan korban banjir hanyut di Bandar Lampung setelah melakukan pencarian sejak Jumat malam (6/3). Tim menemukan korban pada Sabtu (7/3) pagi dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, banjir menyeret korban di kawasan Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa. Hujan deras mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung dan memicu banjir di sejumlah titik. […]

  • Menebar Maslahat, Semangat Hijrah yang Digaungkan MIN 2 Lampung Selatan di Muharam 1448 H

    Menebar Maslahat, Semangat Hijrah yang Digaungkan MIN 2 Lampung Selatan di Muharam 1448 H

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi.com— Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar MIN 2 Lampung Selatan. Di tengah semangat hijrah yang kembali digaungkan umat Islam, Kepala MIN 2 Lampung Selatan, Nurkholis, S.Pd.I., M.M., mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan Muharam sebagai titik awal menebar maslahat dan menghadirkan manfaat yang lebih […]

  • Wujudkan Kepedulian Sosial, Pengurus DPD dan DPC LSM Trinusa Bagikan Bansos Sambut Rakernas Ke-4

    Wujudkan Kepedulian Sosial, Pengurus DPD dan DPC LSM Trinusa Bagikan Bansos Sambut Rakernas Ke-4

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi – Dalam rangka menyambut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LSM Triga Nusantara Indonesia (Trinusa) yang ke-4, pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Lampung dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lampung Selatan menggelar kegiatan sosial berupa pembagian bantuan sosial (bansos) kepada warga. Acara berlangsung di Sekretariat DPC LSM Trinusa Kabupaten Lampung Selatan dan […]

  • Otsus Papua Bukan Sekadar Anggaran, Filep Wamafma: Instrumen Politik untuk Lindungi Hak OAP

    Otsus Papua Bukan Sekadar Anggaran, Filep Wamafma: Instrumen Politik untuk Lindungi Hak OAP

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MANOKWARI, WARTA EDUKASI — Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak dapat dipandang semata sebagai kebijakan transfer anggaran. Otsus merupakan instrumen politik dan pembangunan yang dirancang untuk memberikan perlindungan serta afirmasi terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP) di tengah dinamika geopolitik internasional. Pandangan tersebut disampaikan Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Filep Wamafma, saat […]

  • Sekolah Desa FORMADES: Menghidupkan Kesadaran Kolektif dan Daya Tawar Desa

    Sekolah Desa FORMADES: Menghidupkan Kesadaran Kolektif dan Daya Tawar Desa

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Forum Membangun Desa (FORMADES), WartaEdukasi.com — Desa sejatinya memiliki pengetahuan yang hidup dan tumbuh dari pengalaman warganya. Pengetahuan tentang musim, tata air, produksi pangan, relasi sosial, hingga strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat desa. Namun, yang kerap absen adalah ruang untuk menata pengetahuan tersebut menjadi kesadaran kolektif. Tanpa […]

  • Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang, Tim BBWS Mesuji Sekampung dan Pasukan Katak TNI-AL Pulihkan Distribusi Air dalam 4 Hari

    Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang, Tim BBWS Mesuji Sekampung dan Pasukan Katak TNI-AL Pulihkan Distribusi Air dalam 4 Hari

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle haris
    • 0Komentar

    Pesisir Barat, Wartaedukasi.com —Reaksi Cepat Krisis Air Pulau Pisang menjadi sorotan setelah Tim Operasi dan Pemeliharaan (OP-2) bergerak menanggulangi krisis air bersih di Pulau Pisang, Kabupaten . Gangguan itu menyebabkan sekitar 1.800 jiwa di enam pekon mengalami kekurangan air bersih akibat terputusnya pipa jalur laut sepanjang 2,4 kilometer dari Pulau Sumatera. Reaksi Cepat Krisis Air […]

expand_less