Breaking News
light_mode

Sekolah Desa FORMADES: Menghidupkan Kesadaran Kolektif dan Daya Tawar Desa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
  • print Cetak

Forum Membangun Desa (FORMADES), WartaEdukasi.com — Desa sejatinya memiliki pengetahuan yang hidup dan tumbuh dari pengalaman warganya. Pengetahuan tentang musim, tata air, produksi pangan, relasi sosial, hingga strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat desa.

Namun, yang kerap absen adalah ruang untuk menata pengetahuan tersebut menjadi kesadaran kolektif. Tanpa ruang temu gagasan, desa berjalan sendiri-sendiri, terfragmentasi dalam urusan administratif dan proyek pembangunan yang datang silih berganti.

Di titik inilah Sekolah Desa yang digagas Forum Membangun Desa (FORMADES) menemukan relevansinya.

Sekolah Desa bukan sekadar program pelatihan. Ia merupakan ikhtiar membangun kesadaran bersama. Bukan ruang transfer materi formal, melainkan ruang membaca realitas sosial dan kebijakan. FORMADES mendorong proses belajar yang memungkinkan warga memahami arah kebijakan, memetakan persoalan, serta menyusun posisi desa secara lebih bermartabat.

Desa dan Tantangan Ketergantungan

Kondisi desa hari ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan ruang belajar kolektif. Tidak sedikit desa yang mengalami ketergantungan tinggi terhadap pihak luar, baik dalam hal data, perencanaan, maupun arah pembangunan.

Program datang dan pergi, tetapi tidak selalu lahir dari pembacaan mendalam warga sendiri. Musyawarah kerap menjadi formalitas administratif, bukan forum dialektika gagasan. Akibatnya, desa lebih sering menjadi objek keputusan ketimbang subjek penentu arah pembangunan.

Yang sesungguhnya mengalami krisis bukan hanya anggaran atau infrastruktur, melainkan daya refleksi dan daya tawar desa itu sendiri. Ketika ruang berpikir bersama melemah, desa kehilangan kemampuan membaca kepentingannya secara mandiri.

Tiga Lapis Kesadaran Sekolah Desa

Jika dicermati, arah Sekolah Desa FORMADES bergerak pada tiga lapis kesadaran.

Pertama, kesadaran kebijakan.
Desa tidak bisa dilepaskan dari regulasi, mulai dari dana desa, tata ruang, pertanian, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan. Tanpa literasi kebijakan, desa mudah terseret dalam arus keputusan dari atas. Sekolah Desa menjadi ruang agar warga tidak sekadar menerima kebijakan, tetapi mampu memahami, menguji, dan mengkritisinya secara argumentatif.

Kedua, kesadaran sosial-ekonomi.
Tingginya biaya produksi pertanian, berkurangnya lahan sawah, hingga menjauhnya generasi muda dari sektor pertanian bukan persoalan individual. Hal tersebut memerlukan pembacaan struktural bersama, termasuk soal rantai distribusi, akses permodalan, pasar, serta orientasi pembangunan. Sekolah Desa mendorong diskusi yang melampaui keluhan personal dan mengarah pada solusi kolektif.

Ketiga, kesadaran kolektif.
Kekuatan desa tidak semata diukur dari banyaknya proyek, tetapi dari keterhubungan warganya dalam gagasan dan tindakan. Tradisi musyawarah perlu dihidupkan kembali sebagai ruang belajar, bukan sekadar forum pengesahan anggaran. Musyawarah menjadi arena merumuskan visi dan arah bersama.

Dari Webinar ke Gerakan Nyata

Dalam konteks tersebut, Webinar Sekolah Desa menjadi pintu masuk membangun ekosistem belajar di desa. Pendidikan desa tidak terbatas pada sekolah formal, tetapi mencakup proses membentuk warga yang sadar dan mampu menentukan masa depannya.

Namun, gagasan besar tidak boleh berhenti pada diskusi. Pasca-webinar, diperlukan pembentukan komunitas belajar desa yang rutin membedah isu-isu konkret. Modul kontekstual dan aplikatif perlu disusun, seperti membaca APBDes, memahami kebijakan agraria, hingga memetakan potensi ekonomi lokal.

Setiap proses belajar semestinya disertai praktik terukur agar diskusi tidak berhenti sebagai wacana. Kaderisasi fasilitator lokal menjadi kunci agar Sekolah Desa tumbuh sebagai gerakan mandiri dan berkelanjutan.

Selain itu, hasil pembacaan warga perlu terhubung dengan ruang advokasi yang lebih luas, sehingga suara desa tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi turut memengaruhi kebijakan publik.

Mengembalikan Desa sebagai Pusat Pengetahuan

Membaca arah Sekolah Desa FORMADES berarti membaca upaya mengembalikan desa sebagai pusat pengetahuan. Desa bukan objek pembangunan, melainkan produsen gagasan. Bukan sekadar penerima program, tetapi perumus masa depan.

Pada akhirnya, Sekolah Desa adalah tentang keberanian membaca realitas sendiri dan menyusunnya menjadi gerakan bersama. Tanpa ruang belajar kolektif, desa hanya menjadi pelaksana kebijakan. Dengan Sekolah Desa, desa berpeluang menjadi penentu arah pembangunan.(Red)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penulis Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami Hibahkan Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba

    Penulis Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami Hibahkan Buku ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kembali mendapat dukungan dari kalangan penulis. Ibu Sarwiasih Retnowiyati Budi Utami menyerahkan hibah buku kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tubaba. Penyerahan hibah tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Ir. Restu, ST., MT, yang mewakili Kepala […]

  • SMA Negeri 1 Gunung Agung Buka SPMB 2026, Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter

    SMA Negeri 1 Gunung Agung Buka SPMB 2026, Siap Cetak Generasi Cerdas dan Berkarakter

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – SMA Negeri 1 Gunung Agung resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Sekolah ini kembali mengajak lulusan SMP/MTs sederajat untuk melanjutkan pendidikan di lingkungan sekolah yang mengedepankan prestasi, karakter, dan nilai religius. Kepala SMA Negeri 1 Gunung Agung, Sodik Adi Suryanto, mengatakan bahwa sekolahnya berkomitmen mencetak generasi […]

  • Golkar Tubaba Resmi Punya Nahkoda Baru 2026–2031, Wajah Segar Siap Dongkrak Suara!

    Golkar Tubaba Resmi Punya Nahkoda Baru 2026–2031, Wajah Segar Siap Dongkrak Suara!

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Wartaedukasi_Musyawarah Daerah (Musda) ke-IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) resmi menetapkan kepengurusan baru untuk periode 2026–2031. Kehadiran sejumlah figur baru di tubuh partai diharapkan menjadi energi segar dalam memperkuat mesin politik dan mendongkrak perolehan suara pada Pemilu 2029. Kegiatan strategis ini digelar di Pondok Pesantren Assalam, Minggu (03/05/2026), dengan mengusung tema besar “Golkar Solid, […]

  • Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Dorong Stabilitas Daerah, Siap Gelar Sarasehan Arah Kebijakan Lampung

    Sekber 3 Konstituen Dewan Pers Dorong Stabilitas Daerah, Siap Gelar Sarasehan Arah Kebijakan Lampung

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, wartaedukasi – Sekretariat Bersama (Sekber) 3 Konstituen Dewan Pers menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas daerah melalui penguatan peran media dan komunikasi publik yang konstruktif. Komitmen tersebut disampaikan dalam agenda konsolidasi organisasi yang turut menyoroti pentingnya sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam mengawal pembangunan daerah. Ketua Sekber 3 Konstituen Dewan Pers, Novriwan Jaya, […]

  • Menulis Ulang Megahnya Islamic Center Tubaba

    Menulis Ulang Megahnya Islamic Center Tubaba

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Di jantung Kabupaten Tulang Bawang Barat, berdiri sebuah bangunan yang tak sekadar menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol gagasan besar tentang peradaban. Islamic Center Tulang Bawang Barat bukan hanya megah secara fisik, melainkan kuat secara filosofi. Berbeda dari kebanyakan masjid raya di Indonesia yang identik dengan kubah besar menjulang, Islamic […]

  • PT SIT Kembali Salurkan Bantuan Material Jalan, Wan Hen Turun Langsung di Lapangan

    PT SIT Kembali Salurkan Bantuan Material Jalan, Wan Hen Turun Langsung di Lapangan

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi — Bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur masyarakat kembali ditunjukkan PT. Surya Intan Tapioka (SIT). Melalui pimpinan perusahaan, Syukur, bantuan material untuk perbaikan jalan rusak kembali disalurkan di sejumlah tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pelaksanaan di lapangan dipimpin langsung oleh Root Bayer PT SIT, Suhendra Rades alias Wan Hen, yang turun […]

expand_less