Yustan Alpiani Tekankan Polisi Humanis, Kepercayaan Publik Jadi Taruhan
- account_circle Wawan Hidayat
- calendar_month 2 menit yang lalu
- print Cetak

Estafet Kepemimpinan Polda Lampung Membawa Pesan Soliditas
Bandar Lampung, Warta Edukasi.com— Pergantian kepemimpinan di Polda Lampung membawa pesan penting tentang arah pengabdian kepolisian.
Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, Kapolda Lampung Brigjen Pol. Yustan Alpiani menekankan pentingnya soliditas, integritas, dan pelayanan humanis untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Yustan saat memimpin upacara Farewell and Welcome Parade di Mapolda Lampung, Kamis (15/10/2026).
Dalam kegiatan itu, berlangsung pula penyerahan Pataka “Wira Bhakti Ruwa Jurai” dari Irjen Pol. Helfi Assegaf kepada Yustan sebagai simbol peralihan kepemimpinan.
Prosesi tersebut bukan sekadar menandai pergantian pejabat. Penyerahan pataka juga menjadi simbol kesinambungan tanggung jawab Polri dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Bagi kepemimpinan baru Polda Lampung, tantangan berikutnya adalah memastikan semangat pengabdian itu hadir dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
-
Soliditas Menjadi Fondasi Kepemimpinan Baru
Pergantian jabatan Kapolda Lampung merupakan tindak lanjut rotasi di lingkungan Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026.
Sebelumnya, serah terima jabatan Kapolda Lampung berlangsung di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).
Helfi Assegaf mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur organisasi Polri.
Sementara itu, Yustan sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Dalam amanatnya, Yustan mengingatkan seluruh personel agar menjaga kesiapsiagaan dan memperkuat sinergi dalam menghadapi tantangan kepolisian yang semakin kompleks dan dinamis.
Ia menilai setiap anggota Polri harus menjalankan tugas secara profesional, responsif, dan penuh tanggung jawab. Integritas juga harus menjadi pegangan dalam setiap tindakan.
“Saya mengajak seluruh personel Polda Lampung untuk selalu menjaga soliditas dan loyalitas tegak lurus kepada institusi,” tegasnya.
Pesan tersebut menempatkan soliditas sebagai salah satu unsur penting dalam menjaga kinerja organisasi.
Kerja sama yang kuat di internal kepolisian diperlukan agar pelaksanaan tugas berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
-
Pelayanan Humanis dan Kepercayaan Publik
Tantangan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum. Perkembangan teknologi, keterbukaan informasi, dan meningkatnya ekspektasi publik juga menuntut perubahan dalam kualitas pelayanan.
Yustan menegaskan bahwa Polri harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kehadiran itu perlu diwujudkan melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis.
Dalam konteks tersebut, profesionalisme tidak cukup hanya terlihat dari pelaksanaan tugas.
Anggota kepolisian juga harus menjunjung tinggi etika, menjaga perilaku, serta menghindari pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi.
Yustan turut mendorong personel agar terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan sosial, budaya, serta teknologi.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Kepercayaan publik menjadi hal penting bagi institusi yang memiliki tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban.
Karena itu, pelayanan humanis perlu berjalan seiring dengan ketegasan dalam menjalankan tugas sesuai ketentuan.
-
Yustan Apresiasi Pengabdian Helfi Assegaf
Di tengah pergantian kepemimpinan tersebut, Yustan juga menyampaikan penghargaan kepada Helfi Assegaf atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Polda Lampung.
“Selanjutnya, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian selama memimpin Polda Lampung,” ungkapnya.
Yustan berharap jajaran Polda Lampung dapat melanjutkan sekaligus meningkatkan berbagai kebijakan dan keteladanan yang telah ditanamkan pendahulunya.
Harapan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan kepemimpinan di tubuh kepolisian.
Pergantian pejabat diharapkan tidak memutus upaya pembenahan organisasi, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat kinerja dan kualitas pelayanan.
Sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, Yustan juga mengajak seluruh personel menjalankan pengabdian dengan penuh keikhlasan serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan nyata kepada masyarakat.
-
Sinergi untuk Menjaga Lampung Tetap Kondusif
Terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi Polda Lampung dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat.
Sinergi lintas sektor menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung.
Koordinasi yang baik diperlukan agar berbagai tantangan keamanan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Penyerahan Pataka “Wira Bhakti Ruwa Jurai” menjadi penanda berlanjutnya semangat pengabdian, loyalitas, dan tanggung jawab seluruh personel Polda Lampung.
Di bawah kepemimpinan Yustan Alpiani, harapan terhadap kepolisian yang solid, profesional, dan berintegritas kembali ditegaskan.
Namun, ukuran keberhasilan kepemimpinan tidak berhenti pada seremoni pergantian jabatan maupun amanat yang disampaikan.
Masyarakat juga membutuhkan pelayanan yang responsif, sikap yang humanis, serta kehadiran polisi yang mampu memberikan rasa aman.
Pada akhirnya, kepercayaan publik tumbuh melalui tindakan nyata. Pesan Yustan tentang soliditas dan pelayanan humanis menjadi tantangan sekaligus arah pengabdian bagi Polda Lampung dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat di Bumi Ruwa Jurai. (Wawan Hidayat)
- Penulis: Wawan Hidayat










