Breaking News
light_mode

Teguh Santosa: Prabowo Berpeluang Jadi Juru Damai Korea Utara-Korea Selatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

JAKARTA, WARTA EDUKASI — Permintaan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung agar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membantu menjembatani kembali hubungan Korea Selatan dan Korea Utara dinilai sebagai bentuk pengakuan terhadap reputasi Indonesia dan kepemimpinan Prabowo di panggung diplomasi global.

Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, mengatakan permintaan tersebut sangat beralasan. Menurutnya, Indonesia memiliki hubungan diplomatik yang baik dengan kedua negara Korea, baik Seoul maupun Pyongyang. “Sejak era Presiden pertama RI Soekarno hingga saat ini, Indonesia konsisten memelihara hubungan diplomatik yang harmonis, terbuka, dan bersahabat dengan pemerintah Korea Selatan maupun Korea Utara, tanpa pernah kehilangan netralitasnya,” kata Teguh.

Penulis buku Reunifikasi Korea: Game Theory, yang diangkat dari disertasinya di Universitas Padjadjaran, itu menilai latar belakang historis dan kepercayaan politik tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih besar dalam meredakan ketegangan di Semenanjung Korea.

Teguh meyakini Presiden Prabowo dapat tampil sebagai salah satu pemain kunci dalam mendorong kembali dialog antara kedua Korea. Kepemimpinan Prabowo yang dinilai aktif dalam diplomasi perdamaian dunia, menurutnya, relevan untuk mendukung terbentuknya inisiatif dialog damai di kawasan Asia Timur.

Sebagai akademisi dan pemerhati Korea yang memiliki pengalaman berinteraksi serta melakukan studi komprehensif mengenai Korea Utara, Teguh menyatakan kesiapannya memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah Indonesia guna mendukung misi perdamaian tersebut.

Menurut Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-RRD Korea itu, saat ini merupakan momentum yang baik untuk kembali membuka pembicaraan damai antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Ia melihat kepemimpinan Presiden Lee Jae-myung yang berasal dari kubu politik progresif di Korea Selatan berpotensi membuka ruang dialog yang lebih luas dengan Korea Utara. Pendekatan tersebut dinilai lebih terbuka dibandingkan sejumlah pemerintahan konservatif sebelumnya yang cenderung menempatkan Korea Utara sebagai ancaman terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.

Namun, Teguh mengakui situasi hubungan kedua Korea saat ini tidak sama dengan periode pembicaraan damai antara Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada 2018 dan 2019.

Dinamika politik domestik di kedua negara telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, diperlukan pendekatan diplomasi baru yang lebih adaptif terhadap kondisi terkini.

Sejarah Panjang Konflik Dua Korea
Korea Utara dan Korea Selatan terpisah menjadi dua negara setelah Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II pada 1945. Pada 1948, masing-masing pihak membentuk pemerintahan sendiri.

Ketegangan kemudian memuncak dalam Perang Korea yang berlangsung pada 1950 hingga 1953. Konflik tersebut berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai permanen.
Setelah itu, berbagai upaya dilakukan untuk membuka pembicaraan mengenai perdamaian dan kemungkinan reunifikasi Semenanjung Korea.

Pada 2000 dan 2007, Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung dan Roh Moo-hyun dari kubu progresif masing-masing bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il di Pyongyang untuk membicarakan perdamaian dan prospek penyatuan kedua Korea.

Hubungan kembali memburuk pada masa pemerintahan Presiden Lee Myung-bak dan Park Geun-hye yang berasal dari kubu konservatif pada periode 2008–2017.

Peluang dialog kembali terbuka pada era Presiden Moon Jae-in (2017–2022). Moon berkunjung ke Pyongyang pada 2018 dan turut memfasilitasi pertemuan antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, peluang tersebut kembali meredup pada masa pemerintahan Presiden Yoon Suk Yeol yang mengambil pendekatan lebih konservatif terhadap Korea Utara.

Di sisi lain, Korea Utara juga mengalami perubahan kebijakan. Pada Januari 2024, Kim Jong Un menyatakan bahwa gagasan reunifikasi Semenanjung Korea tidak lagi menjadi tujuan utama negaranya dan mengarahkan kebijakan menuju konsep dua negara.

Perubahan tersebut turut diikuti dengan penghapusan berbagai gagasan mengenai reunifikasi dalam kebijakan dan konstitusi Korea Utara serta pembubaran sejumlah lembaga yang berkaitan dengan isu reunifikasi.

Dorong Perjanjian Damai Permanen
Teguh menilai berbagai hambatan psikologis dan politik masa lalu perlu dikesampingkan demi kepentingan yang lebih besar, yakni menciptakan perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.

“Yang penting saat ini adalah mengakhiri status quo konflik dengan mengubah perjanjian gencatan senjata tahun 1953 menjadi perjanjian damai yang permanen,” ujar Teguh, yang mengaku telah puluhan kali berkunjung ke Korea Utara dan Korea Selatan.

Ia optimistis Indonesia dapat memainkan peran konstruktif dalam proses tersebut, terlebih jika mendapat dukungan penuh dari Presiden Prabowo Subianto.

“Dengan dukungan penuh dari kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, saya yakin babak baru stabilitas dan perdamaian abadi di Semenanjung Korea dapat kembali diwujudkan,” pungkas Teguh.
(Red/Warta Edukasi)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ngabuburit With Quotes Ramadhan, SMA Negeri 1 Gunung Agung Ajak Siswa Maknai Masa Muda

    Ngabuburit With Quotes Ramadhan, SMA Negeri 1 Gunung Agung Ajak Siswa Maknai Masa Muda

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H, SMA Negeri 1 Gunung Agung menggelar program bertajuk “Ngabuburit With Quotes Ramadhan” yang dikemas melalui penyampaian Quote of The Day kepada seluruh peserta didik. Pada 14 Ramadhan 1447 H atau Rabu, 4 Maret 2026, sekolah mengangkat tema “Manfaatkan Masa Muda”, terinspirasi dari nasihat […]

  • KBM Daring Lampung berlaku 7–8 September 2026 untuk semua jenjang sebagai langkah antisipasi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau kini.

    KBM Daring Lampung Berlaku 7–8 September, Sekolah Wajib Siap

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    KBM Daring Lampung Antisipasi Abu Vulkanik BANDAR LAMPUNG, WARTA EDUKASI — KBM Daring Lampung mulai berlaku pada Senin, 7 September hingga Selasa, 8 September 2026. Pemerintah Provinsi Lampung mengambil kebijakan tersebut untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau serta menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatur kebijakan […]

  • Menebar Maslahat, Semangat Hijrah yang Digaungkan MIN 2 Lampung Selatan di Muharam 1448 H

    Menebar Maslahat, Semangat Hijrah yang Digaungkan MIN 2 Lampung Selatan di Muharam 1448 H

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi.com— Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar MIN 2 Lampung Selatan. Di tengah semangat hijrah yang kembali digaungkan umat Islam, Kepala MIN 2 Lampung Selatan, Nurkholis, S.Pd.I., M.M., mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan Muharam sebagai titik awal menebar maslahat dan menghadirkan manfaat yang lebih […]

  • Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mubes Pegiat Turots Perkuat Jejaring Filolog Santri JOMBANG, WARTA EDUKASI – Pegiat turots dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Sedikitnya 170 pegiat dari 87 lembaga dan komunitas mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Nahdlatut Turots (NT). Para peserta mengikuti Mubes untuk memperkuat jejaring pegiat turots […]

  • Eli Fitriyana Ditahan Kejari Tubaba dalam Dugaan Kasus Ijazah Palsu, Publik Tunggu Keterbukaan Penjelasan Resmi

    Eli Fitriyana Ditahan Kejari Tubaba dalam Dugaan Kasus Ijazah Palsu, Publik Tunggu Keterbukaan Penjelasan Resmi

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI – Anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Eli Fitriyana, dikabarkan resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tubaba terkait dugaan penggunaan ijazah palsu. Informasi penahanan tersebut diperoleh Warta Edukasi dari salah seorang pegawai Kejari Tubaba berinisial SB saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (22/7/2026). “Iya bang, benar,” ujar SB singkat […]

  • Makna Hari Lahir Pancasila

    Hari Lahir Pancasila 2026: Meneguhkan Nilai Sila Pertama di Tengah Tantangan Zaman

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: KH. Nurhadi, S.Pd.I Ketua Tanfidziyah PCNU Tulang Bawang Barat Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi kompas […]

expand_less