Business Model Canvas, Strategi Bisnis Nahdliyin Tubaba
- account_circle Wawan Hidayat
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

KH. Wahyudin Thohir dalam acara Temu Pengusha NU Tubaba
KH Wahyudin Thohir Dorong Perencanaan Bisnis Terukur
TULANG BAWANG BARAT, Warta Edukasi — Business Model Canvas menjadi salah satu alat yang didorong Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng 12 Tulang Bawang Barat, KH. Wahyudin Thohir, untuk membantu pengusaha, khususnya kalangan Nahdliyin, menyusun dan mengelola bisnis secara lebih terukur.
Menurut KH. Wahyudin, dunia usaha tidak cukup hanya mengandalkan modal dan keberanian. Pelaku usaha juga perlu membaca peluang, mengelola risiko, serta menentukan arah bisnis secara jelas.
Business Model Canvas Bantu Petakan Bisnis
KH. Wahyudin menjelaskan, Business Model Canvas merupakan kerangka yang membantu pelaku usaha melihat model bisnis secara menyeluruh. Kerangka tersebut mencakup sembilan elemen utama.
Elemen itu meliputi segmen pelanggan, nilai produk, saluran pemasaran, hubungan dengan pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya, aktivitas utama, mitra usaha, serta struktur biaya.
“BMC dapat menjadi salah satu alat untuk membantu pengusaha melakukan perencanaan tersebut,” kata KH. Wahyudin.
Selain itu, ia menilai perencanaan bisnis dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan pemetaan yang lebih jelas. Dengan cara tersebut, pengusaha dapat mengenali potensi persoalan lebih awal dan mengelola keputusan secara lebih terukur.
Pengusaha Perlu Memahami Konsumen dan Biaya
Menurut KH. Wahyudin, salah satu manfaat Business Model Canvas terletak pada kemampuannya membantu pengusaha melihat hubungan antara berbagai bagian dalam bisnis.
Melalui pemetaan tersebut, pelaku usaha dapat menentukan konsumen, nilai produk, pola pemasaran, mitra usaha, hingga kebutuhan biaya.
Dengan demikian, pengusaha dapat lebih cermat membaca kondisi ketika omzet terlihat besar, tetapi keuntungan justru kecil karena struktur biaya tidak terhitung secara tepat.
Selanjutnya, pengusaha pemula maupun pelaku usaha yang sudah menjalankan bisnis dapat menggunakan BMC untuk mengevaluasi model usaha. Mereka juga dapat melihat bagian bisnis yang perlu diperbaiki.
BMC Bukan Jaminan Bisnis Berhasil
Meski memiliki sejumlah manfaat, KH. Wahyudin mengingatkan bahwa Business Model Canvas bukan jaminan keberhasilan usaha.
“Tidak ada metode yang mampu menghilangkan seluruh risiko dalam dunia bisnis,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai perencanaan bisnis bukan bertujuan menghapus seluruh risiko. Sebaliknya, perencanaan membantu pengusaha memahami risiko dan mengelolanya secara lebih rasional.
Bisnis Nahdliyin Harus Berjalan dengan Etika
KH. Wahyudin juga mengingatkan para pengusaha agar mengimbangi profesionalisme dengan nilai-nilai agama. Bagi pengusaha Nahdliyin, kegiatan ekonomi tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kemandirian dan kemaslahatan umat.
Kejujuran dan Amanah Jadi Dasar Usaha
Ia menekankan pentingnya kejujuran, amanah, kejelasan dalam kerja sama, serta upaya menghindari praktik bisnis yang merugikan pihak lain.
“Keuntungan penting, tetapi keberkahan jauh lebih penting,” tegasnya.
Menurutnya, prinsip tersebut perlu berjalan bersama dengan perencanaan bisnis. Dengan begitu, pengusaha tidak hanya mengejar pertumbuhan usaha, tetapi juga menjaga nilai dan tanggung jawab dalam menjalankan kegiatan ekonomi.
Bangun Ekosistem Ekonomi Bersama
Selain mendorong perencanaan bisnis, KH. Wahyudin mengajak pengusaha Nahdliyin membangun ekosistem ekonomi bersama.
Ia melihat jaringan usaha dapat mempertemukan petani, pedagang, distributor, UMKM, pesantren, dan pelaku usaha lainnya. Kolaborasi tersebut dapat membuka akses serta menciptakan kerja sama yang saling menguatkan.
Menurut KH. Wahyudin, kekuatan ekonomi umat tidak harus tumbuh secara sendiri-sendiri. Sebaliknya, kolaborasi dan keterbukaan akses dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Keberhasilan Usaha Juga Harus Memberi Manfaat
Pada akhirnya, KH. Wahyudin menilai masyarakat tidak hanya dapat mengukur keberhasilan usaha dari besarnya keuntungan.
Usaha yang berjalan secara profesional dan terencana juga perlu memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, ia mendorong pelaku usaha agar mengembangkan bisnis dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip muamalah Islam.
Dengan pendekatan tersebut, bisnis diharapkan mampu bertahan, menghasilkan rezeki yang halal, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. ( Wawan Hidayat )
SEO Artikel
Slug: business-model-canvas-nahdliyin-tubaba
Meta Deskripsi:
Business Model Canvas dorong pengusaha Nahdliyin Tubaba menyusun bisnis lebih terukur, profesional, beretika, dan bermanfaat bagi umat.
Frasa Kunci Utama:
Business Model Canvas
Tags:
Business Model Canvas, KH Wahyudin Thohir, Pengusaha Nahdliyin, Tubaba, Tebuireng 12, Bisnis, UMKM, Ekonomi Umat, Pesantren, Muamalah
- Penulis: Wawan Hidayat
- Editor: Redaksi










