Breaking News
light_mode

Otsus Papua Bukan Sekadar Anggaran, Filep Wamafma: Instrumen Politik untuk Lindungi Hak OAP

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • print Cetak

MANOKWARI, WARTA EDUKASI — Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak dapat dipandang semata sebagai kebijakan transfer anggaran. Otsus merupakan instrumen politik dan pembangunan yang dirancang untuk memberikan perlindungan serta afirmasi terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP) di tengah dinamika geopolitik internasional.

Pandangan tersebut disampaikan Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Filep Wamafma, saat memberikan kuliah umum bertajuk “Otonomi Khusus Papua dalam Perspektif Geopolitik Internasional” di Kampus I IHTP, Manokwari.

Menurut Filep, Otsus merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dalam membangun Papua melalui pendekatan yang memiliki karakter berbeda dengan daerah lain di Indonesia.
“Otsus Papua merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam membangun Papua,” ujar Filep.

Ia menegaskan, substansi Otsus tidak hanya menyangkut aspek fiskal. Lebih dari itu, Otsus menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua sekaligus memberikan ruang afirmasi politik bagi Orang Asli Papua.

Filep mencontohkan keterwakilan OAP dalam sejumlah jabatan dan lembaga politik, mulai dari gubernur, bupati hingga lembaga legislatif. Selain itu, terdapat pula mekanisme afirmasi melalui kursi Otsus yang diperuntukkan bagi representasi masyarakat Papua.
“DPR orang Papua, bahkan ada kursi Otsus untuk dewan khusus orang Papua,” katanya.

Hak Adat Jadi Indikator Keberhasilan Otsus
Dalam kesempatan tersebut, Filep juga menyoroti persoalan perlindungan hak masyarakat adat yang menurutnya menjadi perhatian di tingkat internasional.

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah hak atas tanah adat. Menurutnya, isu tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana implementasi Otsus benar-benar memberikan manfaat dan perlindungan kepada masyarakat Papua.

Filep menegaskan, karakter pembangunan di Papua tidak dapat disamakan begitu saja dengan wilayah lain karena hampir seluruh wilayah memiliki keterikatan dengan hak ulayat masyarakat adat. “Di Papua tidak ada tanah kosong karena semuanya memiliki pemilik adat,” jelasnya.

Karena itu, menurut Filep, keberhasilan Otsus seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah. Lebih penting dari itu adalah sejauh mana kebijakan tersebut mampu memberikan perlindungan nyata terhadap OAP dan hak-hak masyarakat adat.

“Ketika Otsus gagal memproteksi OAP, dengan sendirinya Otsus kehilangan arah. Jika Otsus gagal, kira-kira strategi apa lagi yang negara kasih buat Papua,” tegasnya.

Meski demikian, Filep berpandangan Papua perlu mulai mempersiapkan kemandirian ekonomi untuk menghadapi masa depan. Potensi sumber daya alam dan energi yang dimiliki Papua, menurutnya, harus dikelola secara optimal agar daerah tidak selamanya bergantung pada skema pendanaan Otsus.

Ia juga mengkritisi implementasi Undang-Undang Otsus. Menurutnya, penyusunan regulasi dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, tetapi tantangan terbesar justru berada pada tahap pelaksanaan.

Konsistensi dalam menjalankan aturan, kata Filep, menjadi faktor penting agar tujuan utama Otsus tidak berhenti sebatas regulasi maupun alokasi anggaran.

Teguh Santosa Soroti Peran Media Siber
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, dalam kesempatan yang sama mengajak mahasiswa memahami persoalan Otsus Papua dalam perspektif geopolitik global.

Teguh memaparkan berbagai pengalaman dan dinamika internasional untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa pembentukan maupun perubahan suatu negara tidak terlepas dari faktor sejarah, konflik, kepentingan geopolitik hingga kesepakatan internasional.

Selain membahas geopolitik, Teguh menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik, termasuk di Papua. Karena itu, media siber harus mampu menjadi bagian dari upaya menangkal penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan yang berpotensi memperkeruh situasi serta memecah belah masyarakat.

Teguh menegaskan, JMSI memiliki tanggung jawab untuk mendorong ekosistem pers digital yang sehat sekaligus memperkuat peran media dalam menjaga persatuan bangsa.

Kuliah umum tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari IHTP, Universitas Caritas Indonesia (Uncri), dan Universitas Papua (Unipa).
(Red/Warta Edukasi)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PRI Resmi Terbentuk di Lampung

    PRI Resmi Berkibar di Lampung, Struktur Partai Tuntas di 13 Kabupaten dan 2 Kota

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, WARTA EDUKASI – Partai Rakyat Indonesia (PRI) Provinsi Lampung resmi mengumumkan terbentuknya kepengurusan dan jaringan organisasi partai yang telah menjangkau seluruh wilayah Provinsi Lampung, meliputi 13 kabupaten dan 2 kota. Pengumuman tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Konsolidasi DPD Partai Rakyat Indonesia Provinsi Lampung yang berlangsung di Joglo Watu, Bandar Lampung, Minggu (31/5/2026). […]

  • HelloConnect Gelar Aksi YouthSpark Perkuat Kolaborasi Pemuda

    HelloConnect Gelar Aksi YouthSpark Perkuat Kolaborasi Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    HelloConnect Wadah Kreatif Generasi Muda Ciptakan Aksi Nyata Tangerang, WARTA EDUKASI, –HelloConnect sukses menggelar program YouthSpark #1 di Kota Tangerang baru-baru ini sebagai langkah nyata memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan. Komunitas ini hadir sebagai ruang aman bagi anak muda untuk berekspresi sekaligus menghubungkan ide kreatif menjadi gerakan sosial yang berdampak luas. Koordinator Pusat Riski Hidayatullah, […]

  • Jaga Ketertiban Lalu Lintas, Sat Lantas Polres Tubaba Gelar PAM Rawan Siang

    Jaga Ketertiban Lalu Lintas, Sat Lantas Polres Tubaba Gelar PAM Rawan Siang

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Dalam rangka menjaga kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, melaksanakan kegiatan Pengamanan (PAM) Rawan Siang sekaligus monitoring arus kendaraan di Simpang Uluan Nughik, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Selasa (17/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengaturan lalu […]

  • Fakta Terungkap! SDN 1 Sidoharjo Tegaskan Tak Pernah Tuduh Santri Soal Kaca Pecah

    Fakta Terungkap! SDN 1 Sidoharjo Tegaskan Tak Pernah Tuduh Santri Soal Kaca Pecah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi — Polemik dugaan perusakan kaca di SDN 1 Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, akhirnya mendapat kejelasan. Pihak sekolah menegaskan tidak pernah menuduh pihak mana pun, termasuk santri pondok pesantren, sebagai pelaku kejadian tersebut. Kepala SDN 1 Sidoharjo, Enny Kurniasih, menjelaskan bahwa peristiwa kaca pecah baru diketahui saat aktivitas sekolah kembali berlangsung. Namun, […]

  • JMSI Lampung Kehilangan Sosok Guru, Syamsul Bahri Nasution Wafat

    JMSI Lampung Kehilangan Sosok Guru, Syamsul Bahri Nasution Wafat

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, WARTAEDUKASI.COM – Dunia pers Lampung berduka atas wafatnya wartawan senior Syamsul Bahri Nasution pada Minggu (15/2/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, Ahmad Novriwan, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum yang dikenal sebagai sosok guru dan panutan bagi insan pers. “Almarhum orang baik, guru, […]

  • Edukasi Kesehatan: PKK Tubaba Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

    Edukasi Kesehatan: PKK Tubaba Gelar Pemeriksaan HPV DNA untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI — Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker serviks, Tim Penggerak PKK Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar kegiatan pemeriksaan HPV DNA Co-Testing IVA. Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Rabu, 8 April 2026, di Puskesmas Panaragan […]

expand_less