Breaking News
light_mode

Otsus Papua Bukan Sekadar Anggaran, Filep Wamafma: Instrumen Politik untuk Lindungi Hak OAP

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
  • print Cetak

MANOKWARI, WARTA EDUKASI — Otonomi Khusus (Otsus) Papua tidak dapat dipandang semata sebagai kebijakan transfer anggaran. Otsus merupakan instrumen politik dan pembangunan yang dirancang untuk memberikan perlindungan serta afirmasi terhadap hak-hak Orang Asli Papua (OAP) di tengah dinamika geopolitik internasional.

Pandangan tersebut disampaikan Rektor Institut Ilmu Hukum dan Teknologi Pembangunan Papua (IHTP), Filep Wamafma, saat memberikan kuliah umum bertajuk “Otonomi Khusus Papua dalam Perspektif Geopolitik Internasional” di Kampus I IHTP, Manokwari.

Menurut Filep, Otsus merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dalam membangun Papua melalui pendekatan yang memiliki karakter berbeda dengan daerah lain di Indonesia.
“Otsus Papua merupakan bentuk komitmen pemerintah pusat dalam membangun Papua,” ujar Filep.

Ia menegaskan, substansi Otsus tidak hanya menyangkut aspek fiskal. Lebih dari itu, Otsus menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua sekaligus memberikan ruang afirmasi politik bagi Orang Asli Papua.

Filep mencontohkan keterwakilan OAP dalam sejumlah jabatan dan lembaga politik, mulai dari gubernur, bupati hingga lembaga legislatif. Selain itu, terdapat pula mekanisme afirmasi melalui kursi Otsus yang diperuntukkan bagi representasi masyarakat Papua.
“DPR orang Papua, bahkan ada kursi Otsus untuk dewan khusus orang Papua,” katanya.

Hak Adat Jadi Indikator Keberhasilan Otsus
Dalam kesempatan tersebut, Filep juga menyoroti persoalan perlindungan hak masyarakat adat yang menurutnya menjadi perhatian di tingkat internasional.

Salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian serius adalah hak atas tanah adat. Menurutnya, isu tersebut menjadi salah satu indikator penting untuk melihat sejauh mana implementasi Otsus benar-benar memberikan manfaat dan perlindungan kepada masyarakat Papua.

Filep menegaskan, karakter pembangunan di Papua tidak dapat disamakan begitu saja dengan wilayah lain karena hampir seluruh wilayah memiliki keterikatan dengan hak ulayat masyarakat adat. “Di Papua tidak ada tanah kosong karena semuanya memiliki pemilik adat,” jelasnya.

Karena itu, menurut Filep, keberhasilan Otsus seharusnya tidak hanya diukur berdasarkan besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah. Lebih penting dari itu adalah sejauh mana kebijakan tersebut mampu memberikan perlindungan nyata terhadap OAP dan hak-hak masyarakat adat.

“Ketika Otsus gagal memproteksi OAP, dengan sendirinya Otsus kehilangan arah. Jika Otsus gagal, kira-kira strategi apa lagi yang negara kasih buat Papua,” tegasnya.

Meski demikian, Filep berpandangan Papua perlu mulai mempersiapkan kemandirian ekonomi untuk menghadapi masa depan. Potensi sumber daya alam dan energi yang dimiliki Papua, menurutnya, harus dikelola secara optimal agar daerah tidak selamanya bergantung pada skema pendanaan Otsus.

Ia juga mengkritisi implementasi Undang-Undang Otsus. Menurutnya, penyusunan regulasi dapat dilakukan dalam waktu relatif singkat, tetapi tantangan terbesar justru berada pada tahap pelaksanaan.

Konsistensi dalam menjalankan aturan, kata Filep, menjadi faktor penting agar tujuan utama Otsus tidak berhenti sebatas regulasi maupun alokasi anggaran.

Teguh Santosa Soroti Peran Media Siber
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa, dalam kesempatan yang sama mengajak mahasiswa memahami persoalan Otsus Papua dalam perspektif geopolitik global.

Teguh memaparkan berbagai pengalaman dan dinamika internasional untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa pembentukan maupun perubahan suatu negara tidak terlepas dari faktor sejarah, konflik, kepentingan geopolitik hingga kesepakatan internasional.

Selain membahas geopolitik, Teguh menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membangun pemahaman publik, termasuk di Papua. Karena itu, media siber harus mampu menjadi bagian dari upaya menangkal penyebaran hoaks dan informasi menyesatkan yang berpotensi memperkeruh situasi serta memecah belah masyarakat.

Teguh menegaskan, JMSI memiliki tanggung jawab untuk mendorong ekosistem pers digital yang sehat sekaligus memperkuat peran media dalam menjaga persatuan bangsa.

Kuliah umum tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa dan mahasiswi yang berasal dari IHTP, Universitas Caritas Indonesia (Uncri), dan Universitas Papua (Unipa).
(Red/Warta Edukasi)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tiyuh Dwikora Jaya Sambut Ramadhan 1447 H, Kepala Tiyuh Ajak Warga Perkuat Iman dan Semangat Membangun

    Pemerintah Tiyuh Dwikora Jaya Sambut Ramadhan 1447 H, Kepala Tiyuh Ajak Warga Perkuat Iman dan Semangat Membangun

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Pemerintah Tiyuh Dwikora Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1447 Hijriah kepada seluruh masyarakat. Momentum suci bulan Ramadhan ini diharapkan menjadi penguat iman sekaligus pendorong semangat membangun tiyuh ke arah yang lebih baik. Kepala Tiyuh Dwikora Jaya, Dian Dwi Antoro, A.Md.Kep, dalam […]

  • Jaga Kesiapan Personel, Wakapolres Tubaba Pimpin Kesemaptaan Jasmani

    Jaga Kesiapan Personel, Wakapolres Tubaba Pimpin Kesemaptaan Jasmani

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Arif
    • 0Komentar

    Kesemaptaan Jasmani Personel Polres Tubaba Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi.Com — Kesemaptaan Jasmani menjadi bagian dari upaya Polres Tulang Bawang Barat menjaga kebugaran dan kesiapan fisik personel. Wakapolres Tulang Bawang Barat memimpin kegiatan tersebut pada Selasa (11/8/2026) di Lapangan Hijau Mako Polres Tulang Bawang Barat. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai. Wakapolres bersama […]

  • Dugaan Kolusi SPBU Natar Menguat, Oknum Wartawan Diduga Berupaya Take Down Berita Terkait Oknum Satpol PP Lampung

    Dugaan Kolusi SPBU Natar Menguat, Oknum Wartawan Diduga Berupaya Take Down Berita Terkait Oknum Satpol PP Lampung

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle haris
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, wartaedukasi.com – Dugaan Kolusi SPBU Natar kembali menjadi perhatian publik setelah muncul informasi mengenai seorang oknum yang diduga berprofesi sebagai wartawan dan disebut memiliki hubungan kerja sama dengan seorang oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Lampung. Dugaan tersebut mengemuka setelah adanya upaya meminta sejumlah media untuk menurunkan pemberitaan terkait kasus […]

  • Mulyadi Kembali Pimpin PMI Kota Pariaman, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031

    Mulyadi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Pariaman Periode 2026–2031

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pariaman, Warta Edukasi – Mulyadi, S.Ap kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pariaman setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) IV PMI Kota Pariaman Tahun 2026 yang digelar di Aula Pendopo Wakil Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6/2026). Muskot IV merupakan forum tertinggi PMI yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali untuk mengevaluasi kinerja […]

  • 333 Warga Bandar Lampung Positif HIV Sepanjang 2025, DPRD dan LSM Desak Langkah Luar Biasa

    333 Warga Bandar Lampung Positif HIV Sepanjang 2025, DPRD dan LSM Desak Langkah Luar Biasa

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Wartaedukasi.com | Bandar Lampung – Sebanyak 333 warga Kota Bandar Lampung terkonfirmasi positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang tahun 2025. Data tersebut menempatkan Bandar Lampung dalam status siaga darurat kesehatan, sekaligus menjadi daerah dengan temuan kasus HIV tertinggi di Provinsi Lampung. Berdasarkan hasil skrining aktif Dinas Kesehatan, dari total 333 kasus tersebut, sebanyak 227 kasus […]

  • Kapolres Tubaba Turun Langsung Bagikan Takjil, Perkuat Pendekatan Humanis Polri di Bulan Ramadhan

    Kapolres Tubaba Turun Langsung Bagikan Takjil, Perkuat Pendekatan Humanis Polri di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com — Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadhan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi turun langsung ke jalan yang dipimpin Kapolres Tubaba, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., dengan membagikan puluhan paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan […]

expand_less