Breaking News
light_mode

Berantas Korupsi Sambil Korupsi? Ironi Negeri di Tengah Deretan Skandal Bernilai Triliunan Rupiah

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
  • print Cetak

Oleh: Redaksi

Korupsi selalu menjadi musuh bersama. Hampir setiap pergantian pemerintahan, slogan pemberantasan korupsi kembali digaungkan. Penindakan dilakukan, operasi tangkap tangan digelar, tersangka diumumkan, sementara komitmen membangun pemerintahan yang bersih terus diulang dalam berbagai forum resmi.

Namun di sisi lain, publik justru disuguhi ironi yang sulit diabaikan. Ketika satu kasus korupsi dibongkar, tidak lama kemudian muncul kasus baru dengan nilai kerugian negara yang bahkan lebih besar. Fenomena inilah yang melahirkan ungkapan sinis di tengah masyarakat: “berantas korupsi sambil korupsi.”

Kalimat tersebut tentu bukan tuduhan kepada institusi atau individu tertentu. Ia lebih merupakan kritik sosial terhadap kenyataan bahwa upaya pemberantasan korupsi masih berjalan berdampingan dengan praktik korupsi yang belum juga mampu dihentikan secara sistemik.

Fakta yang Sulit Dibantah

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara berkala merilis statistik penindakan perkara korupsi. Hingga triwulan pertama tahun 2026, penanganan perkara korupsi masih terus berlangsung di berbagai sektor pemerintahan, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, hingga lembaga negara. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi persoalan serius yang belum berhasil diberantas sampai ke akarnya.

Data yang pernah disampaikan KPK dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi juga menunjukkan bahwa perkara korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan negara terus meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, berdasarkan kajian Indonesia Corruption Watch (ICW), total kerugian negara akibat perkara korupsi dalam putusan pengadilan periode 2014–2023 mencapai lebih dari Rp291,5 triliun.

Angka tersebut tentu bukan sekadar statistik. Di balik setiap rupiah yang hilang terdapat hak masyarakat yang ikut terampas—hak memperoleh pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang baik, infrastruktur yang berkualitas, hingga kesempatan memperoleh kesejahteraan.

Kasus-Kasus Besar Masih Bermunculan

Belum hilang dari ingatan publik mengenai dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di lingkungan Pertamina yang menjadi salah satu kasus terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Kasus tersebut menyeret sejumlah pejabat dan menjadi perhatian nasional karena nilai kerugian negara yang sangat besar. Proses hukumnya masih menjadi sorotan publik.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga masih menangani dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan periode 2019–2023 dengan nilai anggaran sekitar Rp9,9 triliun. Perkara tersebut masih berada dalam proses penegakan hukum sehingga seluruh pihak tetap harus mengedepankan asas praduga tak bersalah.

Deretan kasus tersebut menunjukkan bahwa korupsi tidak mengenal sektor. Ketika celah pengawasan lemah, penyalahgunaan kewenangan selalu memiliki peluang untuk terjadi.

Pemberantasan Tidak Cukup dengan Penangkapan

Menangkap pelaku korupsi memang penting. Namun pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada penindakan semata.

Selama sistem pengadaan barang dan jasa masih mudah dimanipulasi, pengawasan internal tidak berjalan efektif, transparansi anggaran belum maksimal, serta integritas pejabat hanya menjadi slogan, maka korupsi akan terus menemukan bentuk baru.

Korupsi ibarat rumput liar. Mencabut batangnya memang terlihat bersih sesaat, tetapi apabila akarnya dibiarkan, ia akan tumbuh kembali.

Kepercayaan Publik Adalah Taruhannya

Yang paling mahal dari sebuah kasus korupsi bukan hanya nilai kerugian negara, melainkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi publik.

Ketika masyarakat melihat masih banyak pejabat ditangkap karena korupsi, sementara di saat yang sama slogan pemberantasan korupsi terus dikumandangkan, maka muncul pertanyaan yang wajar: apakah kita sedang benar-benar membangun sistem yang bersih, atau hanya sibuk memadamkan api yang terus muncul di tempat berbeda?

Pertanyaan itu seharusnya menjadi bahan evaluasi bersama, bukan untuk melemahkan semangat pemberantasan korupsi, melainkan agar upaya tersebut benar-benar menyentuh akar persoalan.

Penutup

Korupsi tidak akan selesai hanya dengan pidato, spanduk, atau kampanye antikorupsi. Ia membutuhkan keteladanan, sistem yang transparan, penegakan hukum yang konsisten, serta keberanian memperbaiki tata kelola pemerintahan.

Sebab jika pemberantasan korupsi hanya menjadi slogan, sementara praktik korupsi terus bermunculan dari waktu ke waktu, maka ungkapan “berantas korupsi sambil korupsi” akan terus hidup sebagai kritik paling pahit terhadap perjalanan bangsa ini.

Dan itu adalah ironi yang seharusnya tidak boleh diwariskan kepada generasi berikutnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepiring Nasi dan Waktu yang Hilang: Tafsir Kehidupan dari Pengajian Gus Baha

    Sepiring Nasi dan Waktu yang Hilang: Tafsir Kehidupan dari Pengajian Gus Baha

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Wartaedukasi – Dalam sebuah pengajian yang disampaikan oleh ulama kharismatik KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, terselip perumpamaan sederhana namun menggelitik nalar. “Gajah itu makannya banyak sekali, tapi waktunya tidur ya tidur. Kamu mencari makan sepiring saja dibela-belain sampai tidak bisa tidur.” Sekilas, ungkapan ini terdengar ringan, […]

  • Lapak Karet Diduga Cemari Rawa PJU, DLH dan DPMPTSP Tubaba Hentikan Aktivitas Usaha

    Lapak Karet Diduga Cemari Rawa PJU, DLH dan DPMPTSP Tubaba Hentikan Aktivitas Usaha

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Aktivitas lapak karet di Tiyuh Panaragan Jaya Utama (PJU), Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), akhirnya ditertibkan setelah disinyalir membuang limbah cair mengandung zat kimia langsung ke rawa di sekitar lokasi usaha. Penertiban dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan […]

  • Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Mubes Pegiat Turots Perkuat Jejaring Filolog Santri JOMBANG, WARTA EDUKASI – Pegiat turots dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Sedikitnya 170 pegiat dari 87 lembaga dan komunitas mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Nahdlatut Turots (NT). Para peserta mengikuti Mubes untuk memperkuat jejaring pegiat turots […]

  • Paripurna Sepi, Komitmen Ikut Absen?

    Paripurna Sepi, Komitmen Ikut Absen?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Wawan Hidayat, Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Tubaba Tulang Bawang Barat baru saja merayakan hari jadinya. Sebuah momentum yang seharusnya tidak sekadar dirayakan dengan seremoni, tetapi juga direnungkan dengan kesadaran penuh: tentang perjalanan, capaian, dan tentu saja, tanggung jawab yang belum tuntas. Namun, apa yang tampak di ruang Rapat Paripurna Istimewa DPRD […]

  • HelloConnect Gelar Aksi YouthSpark Perkuat Kolaborasi Pemuda

    HelloConnect Gelar Aksi YouthSpark Perkuat Kolaborasi Pemuda

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    HelloConnect Wadah Kreatif Generasi Muda Ciptakan Aksi Nyata Tangerang, WARTA EDUKASI, –HelloConnect sukses menggelar program YouthSpark #1 di Kota Tangerang baru-baru ini sebagai langkah nyata memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan. Komunitas ini hadir sebagai ruang aman bagi anak muda untuk berekspresi sekaligus menghubungkan ide kreatif menjadi gerakan sosial yang berdampak luas. Koordinator Pusat Riski Hidayatullah, […]

  • Gara-Gara Menegur, Warga Tiyuh Panaragan Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Pulung Kencana

    Gara-Gara Menegur, Warga Tiyuh Panaragan Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Pulung Kencana

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, Warta Edukasi  – Seorang warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), bernama Hendra (40), diduga menjadi korban penganiayaan saat berada di kawasan pasar malam Pulung Kencana. Atas peristiwa tersebut, Hendra telah melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya kepada Polres Tulang Bawang Barat. Ia berharap aparat kepolisian dapat segera […]

expand_less