Ramadhan Momentum Perjalanan ke Dalam Diri, MWC NU Tulang Bawang Tengah Siap Tancap Gas Bangun Peradaban Informasi
- account_circle Redaksi
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TULANG BAWANG BARAT, WARTAEDUKASI.COM — Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Enjang Kusyono, menyerukan agar Bulan Suci Ramadhan tahun ini tidak sekadar dijalani dengan rutinitas ibadah seremonial, melainkan dijadikan momentum “perjalanan ke dalam diri” yang sungguh-sungguh dan revolusioner.
Dalam keterangannya kepada wartawan NU Media Jati Agung di kediamannya, hari ini, Enjang menyampaikan pernyataan tegas dan penuh semangat.
“Ramadhan ini jangan hanya sibuk memperbaiki tampilan luar. Saatnya kita berani masuk ke dalam diri, membersihkan niat, meluruskan arah perjuangan, dan meneguhkan komitmen keummatan. Jika tidak ada perubahan batin, maka Ramadhan hanya akan menjadi lewat tanpa bekas,” tegasnya.
Menurutnya, perjalanan spiritual di bulan Ramadhan harus berujung pada transformasi sosial. Ia menekankan bahwa warga Nahdliyin, khususnya di wilayah Tulang Bawang Tengah, tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan zaman.
“NU tidak boleh stagnan. Kita harus bergerak, membangun, dan memimpin peradaban di tingkat lokal. Tulang Bawang Tengah harus menjadi contoh bahwa kekuatan tradisi, akhlak, dan keilmuan bisa berjalan beriringan dengan kemajuan,” ujarnya lantang.
Sebagai bagian dari semangat membangun organisasi, Enjang menyatakan bahwa pasca Idul Fitri mendatang, MWC NU Tulang Bawang Tengah akan melakukan langkah konkret pembenahan organisasi.
Salah satu program strategis yang akan segera direalisasikan adalah pendirian sebuah perusahaan media online sebagai kanal informasi faktual.
Langkah tersebut, kata dia, bukan sekadar proyek administratif, melainkan bagian dari jihad literasi dan penguatan narasi.
“Kita hidup di era informasi. Siapa yang menguasai informasi, dia menguasai persepsi publik. Maka MWC NU Tulang Bawang Tengah harus punya kanal resmi, profesional, dan faktual. Media ini akan menjadi ruang dakwah, ruang klarifikasi, ruang edukasi, sekaligus sarana mempublikasikan seluruh kegiatan NU. Bukan hanya untuk internal, tapi untuk kemaslahatan masyarakat luas,” tegas Enjang.
Ia menambahkan, kehadiran media online tersebut diharapkan mampu menangkal hoaks, memperkuat nilai Ahlussunnah wal Jamaah, serta menjadi jembatan komunikasi antara NU dan masyarakat.
“Ramadhan ini menjadi titik tolak. Kita perbaiki diri, kita perbaiki organisasi, dan kita perkuat barisan. NU di Tulang Bawang Tengah harus semakin maju, solid, dan relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya penuh optimisme.
Dengan semangat Ramadhan 1447 H, MWC NU Tulang Bawang Tengah menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperdalam spiritualitas, tetapi juga membangun fondasi kelembagaan yang kokoh demi kemajuan umat dan daerah.(Red)
- Penulis: Redaksi