JMSI Lampung dan Pemkab Pringsewu Bersinergi, Festival Keris Pusaka Nusantara Siap Digelar
- account_circle Redaksi
- calendar_month 25 menit yang lalu
- print Cetak

PRINGSEWU, Warta Edukasi – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung menggagas penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara di Kabupaten Pringsewu sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan budaya bangsa yang dinilai semakin menghadapi tantangan di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi.
Festival tersebut direncanakan menjadi salah satu agenda unggulan dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2027 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 JMSI yang akan dipusatkan di Provinsi Lampung pada Februari 2027 mendatang.
Gagasan tersebut disampaikan Ketua JMSI Provinsi Lampung, Ahmad Novriwan, saat melakukan audiensi dengan Riyanto Pamungkas di Pringsewu, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Novriwan didampingi Wakil Ketua JMSI Lampung Adi Pranoto, Sekretaris Anton Kurniawan, Ketua JMSI Kabupaten Pringsewu Syaifullah, serta sejumlah pengurus JMSI lainnya.
Menjaga Identitas Bangsa Lewat Benda Pusaka
Novriwan mengatakan, ide Festival Keris Pusaka Nusantara lahir dari keprihatinan terhadap semakin menurunnya perhatian masyarakat terhadap benda pusaka dan warisan budaya yang sesungguhnya merupakan bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.
Menurutnya, JMSI sebagai organisasi pemilik perusahaan media memiliki anggota dengan beragam latar belakang, termasuk para pegiat budaya dan pelestari benda pusaka yang selama ini aktif menjaga nilai-nilai warisan leluhur.
“JMSI bukan organisasi wartawan, melainkan organisasi pemilik media. Di dalamnya terdapat anggota yang juga aktif dalam pelestarian benda pusaka dan tergabung dalam Paguyuban Panjisewu,” ujar Novriwan.
Ia menilai festival tersebut tidak hanya menjadi ajang pameran budaya, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dekat kekayaan pusaka Nusantara yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan identitas kebangsaan.
“Melalui Festival Keris Pusaka Nusantara, kami ingin menghadirkan ruang edukasi sekaligus memperkuat upaya pelestarian benda pusaka dan adat budaya yang tumbuh dan berkembang di Lampung maupun daerah lainnya,” katanya.
Kolaborasi Media dan Budaya
Ketua Paguyuban Panjisewu, Donny Estavian, yang juga merupakan pengurus JMSI Provinsi Lampung, menjelaskan bahwa JMSI Pusat bersama Kementerian Kebudayaan memiliki komitmen yang sama dalam memperkuat pelestarian budaya dan benda pusaka Nusantara.
Menurut Donny, kolaborasi antara organisasi media, komunitas budaya, dan pemerintah menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran publik mengenai pentingnya menjaga warisan budaya bangsa.
“Paguyuban Panjisewu siap mendukung penuh gagasan yang diusung JMSI bersama Kementerian Kebudayaan dalam menjaga keberlangsungan budaya dan benda pusaka Nusantara,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan Kementerian Kebudayaan menjadi angin segar bagi para pegiat budaya di daerah yang selama ini terus bergerak menjaga warisan leluhur dengan berbagai keterbatasan.
“Melestarikan budaya membutuhkan dukungan yang kuat dan kolaborasi berkelanjutan. Kehadiran Kementerian Kebudayaan memberikan energi baru bagi para pegiat budaya untuk terus berkarya dan menjaga identitas bangsa,” kata Donny.
Donny juga mengungkapkan bahwa Paguyuban Panjisewu yang telah berdiri selama enam tahun terus aktif menggelar berbagai kegiatan pelestarian budaya meskipun dukungan yang diterima selama ini masih terbatas.
Pemkab Pringsewu Siap Mendukung
Sementara itu, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyambut positif gagasan penyelenggaraan Festival Keris Pusaka Nusantara di wilayahnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas budaya daerah sekaligus menjadi sarana promosi budaya Lampung kepada masyarakat luas.
Namun demikian, Riyanto menilai diperlukan konsep yang matang dan narasi yang kuat, khususnya terkait sejarah dan karakteristik keris Lampung, agar festival mampu memberikan dampak yang lebih besar.
“Ini kegiatan yang sangat positif dan tentu kami dukung. Namun harus dibangun narasi yang kuat mengenai keris Lampung agar memiliki nilai historis yang jelas dan mampu menarik perhatian masyarakat,” ujarnya.
Riyanto juga mengungkapkan bahwa saat ini telah terdapat usulan desain keris khas Lampung yang diajukan kepada Gubernur Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas budaya daerah.
“Untuk desain keris Lampung memang sudah ada yang diajukan kepada Bapak Gubernur. Namun saya belum mengetahui perkembangan dan hasil akhirnya secara detail,” katanya.
Momentum Besar HPN 2027
Apabila terealisasi, Festival Keris Pusaka Nusantara diproyeksikan menjadi salah satu agenda budaya terbesar dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2027 di Lampung.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, festival ini diharapkan mampu menjadi momentum penting dalam memperkuat gerakan pelestarian budaya, memperkenalkan kekayaan pusaka Nusantara kepada generasi muda, serta mengangkat potensi budaya Lampung ke tingkat nasional bahkan internasional.
Dengan kolaborasi antara insan pers, pemerintah daerah, komunitas budaya, dan masyarakat, Festival Keris Pusaka Nusantara diharapkan menjadi simbol kebangkitan kesadaran kolektif untuk menjaga warisan leluhur sebagai identitas dan kebanggaan bangsa Indonesia.( Red )
- Penulis: Redaksi







