Breaking News
light_mode

Pegiat Turots Perkuat Jejaring Nasional Lewat Mubes Jombang!

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
  • print Cetak

Mubes Pegiat Turots Perkuat Jejaring Filolog Santri

JOMBANG, WARTA EDUKASI – Pegiat turots dari berbagai daerah di Nusantara berkumpul di Pondok Al-Muhajirin 3 Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).

Sedikitnya 170 pegiat dari 87 lembaga dan komunitas mengikuti Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar Nahdlatut Turots (NT).

Para peserta mengikuti Mubes untuk memperkuat jejaring pegiat turots sekaligus mendorong gerakan pelestarian warisan keilmuan ulama terdahulu.

Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut l, antara lain Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Oman Fathurrohman, Ketua NT Lora Usman Hasan Al-Akhyari, Sekretaris NT Dr. Ahmad Karomi, para pengasuh pondok pesantren, serta perwakilan pihak sponsor.

Pegiat Turots sebagai Filolog Santri

Perwakilan NT, Dr. KH. Ahmad Najid, menegaskan peran penting pegiat turots dalam menjaga khazanah keilmuan Islam. Ia menyebut para pegiat turots sebagai filolog santri.

“Ini sebagai bentuk jihad dalam merawat warisan ilmu dari para ulama terdahulu,” ujarnya.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Najib tersebut, Mubes kali ini menjadi agenda kedua Nahdlatut Turots. Sebelumnya, NT menggelar Mubes pertama dalam momentum Muktamar NU di Lampung pada 2022.

“Yang pertama di Muktamar NU di Lampung tahun 2022 lalu yang berhasil mendeklarasikan gerakan nahdlatut turots,” tambahnya.

Menulis Turots Berawal dari Beragam Inspirasi

Sementara itu, Dr. KH. Afifuddin Dimyathi memaparkan berbagai sumber inspirasi dalam menulis turots. Menurutnya, seorang penulis dapat memperoleh inspirasi dari pengalaman sendiri, orang lain, maupun permintaan pihak tertentu. “Bisa dari sendiri, orang lain maupun atas permintaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut inspirasi menulis sebagai amanat dari Allah. Namun, setiap orang memiliki pilihan untuk menjalankan amanat tersebut atau tidak.

“Inspirasi menulis, lanjutnya, merupakan amanat dari Allah. Cuma mau dikerjakan atau tidak dikerjakan, pengalaman saya sendiri menulis karena lebih banyak dari aktivitas mengajar,” tambahnya.

Pengalaman tersebut, menurutnya, kemudian mampu menghadirkan kenikmatan tersendiri dalam aktivitas menulis.

“Sehingga sampai merasakan kenikmatan dalam menulis, meskipun sekarang saya sendiri berhenti menulis dulu,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa penulis dapat mengembangkan karya turots untuk berbagai tujuan, termasuk koleksi maupun pemasaran.

“Baik menulis turots yang dicetak untuk sekedar dikoleksi ataupun dipasarkan,” tambahnya.

Pegiat Turots Dorong Karya Lebih Internasional

Pada sesi berikutnya, Dr. Anas Al-Hifni dari Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan menyampaikan perspektif tentang pengembangan karya turots. Ia menilai karya turots tidak harus menggunakan bahasa Arab.

Menurutnya, para pegiat dapat menerjemahkan karya turots ke dalam bahasa Inggris atau Mandarin agar khazanah tersebut mampu menjangkau masyarakat internasional.

“Tapi bagaimana turots bisa dialihbahasa ke Inggris atau Cina, agar makin internasional,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan pentingnya pembagian tugas dalam rantai publikasi turots. Penulis, menurutnya, perlu fokus pada aktivitas menulis dan menyerahkan urusan distribusi kepada pihak yang memiliki kompetensi di bidang tersebut.

“Yang sudah menjadi penulis, tidak usah menjadi distributor, nanti keduanya akan jadi buyar jika dilakukan oleh orang yang sama,” pesannya.

Selain itu, Dr. Anas menyatakan kesiapannya untuk membantu membuka jaringan agar perkembangan turots semakin luas.

Mubes Pegiat Turots Dorong Khidmah Keilmuan

Pengasuh Pondok Al-Muhajirin 3, KH. Ali Zamroni, turut mengapresiasi pelaksanaan Mubes tersebut. Ia berharap kegiatan itu semakin mendorong para pegiat untuk merawat warisan keilmuan ulama.

“Semoga kegiatan ini makin mendorong kita berbuat kebaikan untuk merawat warisan ulama,” pungkasnya.

Setelah rangkaian materi dan diskusi, peserta melanjutkan kegiatan dengan salat berjemaah Magrib dan selawat Nabi. Kemudian, para kiai sepuh menyerahkan ijazah sanad keilmuan kepada peserta sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.

(Wawan Hidayat)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aktivitas Krakatau, Anak Krakatau, Erupsi, Gunung Api, Badan Geologi, ESDM, Vulkanik, Abu Vulkanik, Lampung, Selat Sunda

    Aktivitas Krakatau Meningkat, Badan Geologi Ingatkan Bahaya!

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Aktivitas Krakatau Meningkat, Erupsi Terjadi Berulang Aktivitas Krakatau, khususnya Gunung Anak Krakatau, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat erupsi berulang yang berlangsung secara terus-menerus. Suplai Magma dan Gas Masih Berlangsung Ketua Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan suplai magma dan gas masih […]

  • Kepala Disdikbud Lampung Thomas Amirico memberikan keterangan kepada media mengenai pelaksanaan SPMB SMA Unggulan Lampung 2026 yang diikuti sekitar 34 ribu pendaftar.

    SPMB SMA Unggulan Lampung 2026 Melonjak, Cerminan Tingginya Kepercayaan Masyarakat terhadap Pendidikan Berkualitas

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle WeHa
    • 0Komentar

    Lampung, Warta Edukasi – Minat masyarakat terhadap sekolah unggulan di Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah pendaftar SMA Unggulan Provinsi Lampung mencapai sekitar 34 ribu peserta didik. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 14 ribu […]

  • Gerak Cepat! Tiyuh Mekar Sari Jaya Gelar “Gerakan Penimbunan Seribu Lubang” Demi Keselamatan Warga

    Gerak Cepat! Tiyuh Mekar Sari Jaya Gelar “Gerakan Penimbunan Seribu Lubang” Demi Keselamatan Warga

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, waetaedukasi.com – Pemerintah Tiyuh Mekar Sari Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap infrastruktur desa dengan menggelar kegiatan gotong royong bertajuk Gerakan Penimbunan Seribu Lubang. (14/02/2026) Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat memperbaiki jalan poros tiyuh yang mengalami kerusakan dan berlubang, yang selama ini dikeluhkan warga […]

  • Menebar Maslahat, Semangat Hijrah yang Digaungkan MIN 2 Lampung Selatan di Muharam 1448 H

    Menebar Maslahat, Semangat Hijrah yang Digaungkan MIN 2 Lampung Selatan di Muharam 1448 H

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi.com— Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah menjadi momentum refleksi bagi keluarga besar MIN 2 Lampung Selatan. Di tengah semangat hijrah yang kembali digaungkan umat Islam, Kepala MIN 2 Lampung Selatan, Nurkholis, S.Pd.I., M.M., mengajak seluruh warga madrasah untuk menjadikan Muharam sebagai titik awal menebar maslahat dan menghadirkan manfaat yang lebih […]

  • Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Hadiri Upacara Forkopimda Masuk Sekolah di SDN 20 TBU

    Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Hadiri Upacara Forkopimda Masuk Sekolah di SDN 20 TBU

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Udik, wartaedukasi, 27 April 2026 — Pelaksanaan kegiatan Forkopimda Masuk Sekolah berlangsung khidmat di SDN 20 Tulang Bawang Udik, Kampung Karta Raharja, Kecamatan Tulang Bawang Udik, pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Bapak Rodianto, S.Pd., M.Pd. Upacara tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah […]

  • Sepiring Nasi dan Waktu yang Hilang: Tafsir Kehidupan dari Pengajian Gus Baha

    Sepiring Nasi dan Waktu yang Hilang: Tafsir Kehidupan dari Pengajian Gus Baha

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Wartaedukasi – Dalam sebuah pengajian yang disampaikan oleh ulama kharismatik KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, terselip perumpamaan sederhana namun menggelitik nalar. “Gajah itu makannya banyak sekali, tapi waktunya tidur ya tidur. Kamu mencari makan sepiring saja dibela-belain sampai tidak bisa tidur.” Sekilas, ungkapan ini terdengar ringan, […]

expand_less