Breaking News
light_mode

MERDEKA YANG DIRAYAKAN, KEADILAN YANG MASIH DIPERJUANGKAN

  • account_circle Wawan Hidayat
  • calendar_month 5 menit yang lalu
  • print Cetak

Opini Publik

Oleh : Wawan Hidayat Ketua DPD JPKP Tubaba

Setiap tanggal 17 Agustus, merah putih berkibar di seluruh penjuru negeri. Panggung-panggung kemerdekaan berdiri megah, pidato tentang nasionalisme menggema, dan kata “merdeka” diteriakkan dengan penuh semangat. Namun pertanyaannya, apakah kemerdekaan hari ini hanya sebatas seremoni, atau benar-benar telah hadir dalam kehidupan rakyat?

Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka bukanlah waktu yang singkat. Negeri ini telah melahirkan gedung-gedung tinggi, jalan tol yang membentang, teknologi yang berkembang, dan berbagai capaian pembangunan. Tetapi di balik semua itu, masih tersimpan ironi yang sulit disembunyikan.

Di banyak daerah, termasuk Kabupaten Tulang Bawang Barat, kemerdekaan sering kali terasa berbeda antara yang berada di ruang kekuasaan dan mereka yang hidup di lapisan bawah masyarakat. Ketika pejabat berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, masih ada rakyat yang berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketika laporan pembangunan dipenuhi angka keberhasilan, masih ada warga yang mempertanyakan manfaat nyata pembangunan itu bagi kehidupan mereka.

Kemerdekaan sejatinya bukan hanya soal bebas dari penjajahan asing. Kemerdekaan adalah ketika rakyat bebas dari kemiskinan, bebas dari ketidakadilan, bebas dari kesenjangan kesempatan, dan bebas menyampaikan kritik tanpa rasa takut. Jika masih ada masyarakat yang merasa jauh dari akses pendidikan berkualitas, layanan kesehatan yang layak, atau peluang ekonomi yang setara, maka kemerdekaan itu belum sepenuhnya selesai diperjuangkan.

Tulang Bawang Barat dikenal sebagai daerah yang memiliki visi pembangunan dan ikon-ikon kemajuan yang membanggakan. Namun pembangunan fisik tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan. Jalan yang mulus tidak selalu berarti kesejahteraan yang merata. Gedung yang megah tidak otomatis mencerminkan kehidupan rakyat yang lebih baik. Sebab ukuran sesungguhnya adalah apakah petani semakin sejahtera, apakah pemuda memiliki pekerjaan yang layak, apakah UMKM tumbuh, dan apakah masyarakat merasakan kehadiran negara dalam kehidupan mereka.

Ironinya, di era kemerdekaan modern, penjajahan tidak lagi datang dengan senjata. Ia hadir dalam bentuk ketimpangan, ketergantungan ekonomi, birokrasi yang berbelit, serta praktik-praktik yang menjauhkan rakyat dari hak-haknya. Kita merdeka secara politik, tetapi belum tentu merdeka secara ekonomi. Kita merdeka mengibarkan bendera, tetapi belum tentu merdeka dari berbagai persoalan yang membelenggu kehidupan rakyat sehari-hari.

Karena itu, memaknai kemerdekaan hari ini bukan hanya mengenang jasa para pahlawan. Kemerdekaan harus menjadi keberanian untuk berkata jujur bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang belum selesai. Kritik terhadap keadaan bukanlah bentuk kebencian kepada bangsa, melainkan wujud cinta yang menginginkan Indonesia menjadi lebih baik.

Pada usia ke-81 Republik Indonesia, mungkin pertanyaan paling penting bukan lagi “Apakah Indonesia sudah merdeka?” melainkan “Siapa saja yang sudah benar-benar merasakan kemerdekaan itu?”

Sebab kemerdekaan yang sejati bukan diukur dari seberapa meriah perayaannya, melainkan dari seberapa banyak rakyat yang merasakan keadilan, kesejahteraan, dan harapan dalam hidupnya.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka bukan sekadar kata. Merdeka adalah keadilan yang harus dirasakan oleh semua.

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPMPTSP Tubaba Hibahkan Buku ke Perpustakaan Daerah, Dorong Penguatan Literasi Siswa dan Masyarakat

    DPMPTSP Tubaba Hibahkan Buku ke Perpustakaan Daerah, Dorong Penguatan Literasi Siswa dan Masyarakat

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedkasi.com – Dalam upaya memperkuat budaya literasi di daerah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Tulang Bawang Barat (DPMPTSP Tubaba) menghibahkan sejumlah koleksi buku bacaan pribadi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kepala DPMPTSP Tubaba, Drs. Ahmad Hariyanto, M.M., menyampaikan bahwa hibah tersebut merupakan bentuk […]

  • Satu Jam Lebih Awal untuk Pelayanan Maksimal, Polri Jalankan Program ASRI

    Satu Jam Lebih Awal untuk Pelayanan Maksimal, Polri Jalankan Program ASRI

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, wartaedukasi.com – Komitmen menghadirkan pelayanan publik yang prima terus diperkuat jajaran Kepolisian melalui program ASRI Polri (Satu Jam Awal Resik). Program ini mewajibkan seluruh personel memulai hari kerja dengan satu jam penuh kepedulian terhadap kebersihan dan kerapian lingkungan kerja. Melalui program tersebut, setiap anggota membersihkan ruang kerja masing-masing, mulai dari meja, kursi, hingga peralatan […]

  • Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61%, Lampaui Proyeksi Pemerintah

    Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61%, Lampaui Proyeksi Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, warta edukasi – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini melampaui proyeksi pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,5 persen. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia […]

  • Sekolah Desa FORMADES: Menghidupkan Kesadaran Kolektif dan Daya Tawar Desa

    Sekolah Desa FORMADES: Menghidupkan Kesadaran Kolektif dan Daya Tawar Desa

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Forum Membangun Desa (FORMADES), WartaEdukasi.com — Desa sejatinya memiliki pengetahuan yang hidup dan tumbuh dari pengalaman warganya. Pengetahuan tentang musim, tata air, produksi pangan, relasi sosial, hingga strategi bertahan di tengah tekanan ekonomi telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat desa. Namun, yang kerap absen adalah ruang untuk menata pengetahuan tersebut menjadi kesadaran kolektif. Tanpa […]

  • Dituding Tambang Ilegal, Pengelola Lahan di Kedamaian Bandar Lampung Buka Suara: “Ini Pemerataan untuk Gudang”

    Dituding Tambang Ilegal, Pengelola Lahan di Kedamaian Bandar Lampung Buka Suara: “Ini Pemerataan untuk Gudang”

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi — Ramainya pemberitaan terkait dugaan aktivitas tambang ilegal dan galian C di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, mendapat tanggapan dari pihak pengelola lokasi. Pihak pengelola yang disebut berinisial YN membantah tudingan bahwa lokasi tersebut merupakan area pertambangan ilegal maupun aktivitas galian C tanpa izin. […]

  • Ketua DPW PSI Lampung menyerahkan mandat pembentukan DPD PSI Tulang Bawang Barat kepada Eko Sunarko di Kantor DPW PSI Lampung.

    CEO Cyber Group Resmi Terima Mandat Bentuk DPD PSI Tulang Bawang Barat, Target Rampungkan Struktur dalam Dua Pekan

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Sahadi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Lampung, Achmad Ridho Julian, secara resmi menyerahkan mandat pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Tulang Bawang Barat kepada Ketua APINDO Tulang Bawang Barat sekaligus CEO Cyber Group, Eko Sunarko. Penyerahan mandat tersebut berlangsung di Kantor DPW PSI Lampung pada […]

expand_less