Diduga Cemari Lingkungan, Warga Tiyuh Tirta Kencana Keluhkan Bau Busuk Limbah Dapur SPPG Kyneta
- account_circle Redaksi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi — Warga Tiyuh Tirta Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari limbah dapur SPPG Kyneta di wilayah tersebut. Limbah yang mengendap di saluran drainase warga diduga kuat mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan sehari-hari.
Bau tak sedap itu, menurut warga, mengalir melalui pipa paralon milik pihak SPPG Kyneta yang sebagian diduga pecah, sehingga limbah meluber dan mengendap di saluran drainase warga.
“Bau benar apalagi saat hujan. Sekarang saja sudah terasa sekali baunya walau belum hujan. Pipa paralonnya pecah, sehingga air limbahnya mampir ke saluran kami. Kami tidak berani bicara kesana, saat makan itu pas mumbul baunya parah gak enak, baunya menyengat sekali, tidak nyaman,” ungkap Katinah, salah satu warga yang ditemui di kediamannya, Rabu (19/8/2026).
Ia berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan agar bau limbah tersebut dapat teratasi. “Seharusnya salurannya digali lebih dalam di bawah sana, jangan sampai airnya mandek dan menggenang seperti ini,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang enggan disebutkan namanya. Ia membenarkan bau busuk berasal dari limbah dapur SPPG Kyneta, namun mengaku takut untuk menyampaikannya langsung kepada pihak pengelola.
“Kami hanya memohon agar salurannya diperbaiki, pipa dipasang hingga ke bawah dengan baik dan tidak pecah seperti ini. Kami ingin duduk santai di depan rumah saja tidak betah karena baunya. Kami ingin menyampaikan saja segan, takut dengan mereka orang kaya,” ujarnya dengan nada cemas.
Terpisah, saat dikonfirmasi di kantor SPPG Kyneta, Kepala SPPG Kyneta, Andrisal, membenarkan adanya limbah yang mengendap di saluran drainase warga dan tidak menampik adanya bau tak sedap tersebut. Namun anehnya, dirinya berdalih bahwa paralon didalam drainase itu pecah di karenakan di gilas kendaraan roda empat.
“Ya kemarin sudah diketahui itu paralon pecah karena di lindas mobil. Saya sendiri baru tiba kemarin sore dan belum sempat memeriksa langsung. Sebenarnya limbah sudah dialirkan melalui sistem pengolahan dan dilengkapi tangki biologi, namun pipanya tergantung dan tidak terpasang sempurna. Yang pasti kami akan perbaiki, karena ini fasilitas milik mitra, Sementara ini pembersihan rutin dilakukan dan limbah penampungan dibuang ke lahan mitra. Soal bau itu sendiri, sejujurnya memang sulit dihilangkan sepenuhnya,” jelas Andrisal.
Sampai saat ini belum ada langkah nyata yang dilakukan pihak pengelola untuk mengatasi keluhan warga. Bagaimana tanggapan instansi terkait dan solusi yang akan diambil? Nantikan perkembangannya selanjutnya. (Reki)
- Penulis: Redaksi










