Hoyak Tabuik Goncang Buperta Cibubur, Meriahkan Jamnas XII 2026
- account_circle ANDI
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Jakarta Timur, Warta Edukasi — Bumi Perkemahan dan Taman Wisata (Buperta) Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, bergemuruh oleh atraksi budaya Minangkabau melalui prosesi Hoyak Tabuik dalam rangkaian pawai budaya Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026, Senin, 17 Agustus 2026.
Jambore Nasional XII yang berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 tersebut diikuti lebih dari 25.000 Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang perkemahan dan pembinaan generasi muda, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman seni, pakaian adat, serta budaya Nusantara.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut diwarnai upacara yang diikuti para peserta Jamnas XII. Upacara dipimpin oleh Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol (Purn.) Budi Waseso, kemudian dilanjutkan dengan pawai budaya yang menampilkan ciri khas masing-masing kontingen Kwartir Daerah.
Kontingen Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Barat tampil membawa tema “Barisan Budaya Ranah Minang”. Mereka menampilkan beragam pakaian adat, kesenian, alat musik tradisional, serta kekayaan budaya dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Salah satu penampilan yang paling menarik perhatian adalah Hoyak Tabuik, tradisi budaya masyarakat Piaman atau Pariaman, Sumatera Barat. Prosesi tersebut berlangsung meriah dengan iringan musik tradisional gandang tambua dan tasa yang dimainkan dengan hentakan ritmis dan energik.
Suasana semakin semarak ketika para peserta Jamnas dan masyarakat yang hadir menyaksikan atraksi tersebut. Ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai daerah tampak antusias menikmati pertunjukan budaya pesisir barat Minangkabau tersebut.
Tidak hanya para peserta Pramuka yang terpukau. Sejumlah perantau Minang yang berada di sekitar Jakarta juga turut hadir menyaksikan Hoyak Tabuik. Bagi masyarakat Minang, khususnya urang Piaman, penampilan tersebut menjadi momentum untuk melepas rindu terhadap tradisi dan suasana budaya kampung halaman.
Kehadiran Hoyak Tabuik dalam Jamnas XII 2026 sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat menjadi sarana mempererat persatuan. Tradisi daerah tidak hanya menjadi warisan masyarakat setempat, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada generasi muda dari seluruh penjuru Nusantara.
Melalui pawai budaya tersebut, semangat Bhinneka Tunggal Ika terasa semakin kuat: berbeda suku, bahasa, adat dan budaya, tetapi tetap berada dalam satu kebersamaan sebagai bangsa Indonesia.
(Andi)
- Penulis: ANDI
- Editor: Redaksi Warta Edukasi










