Breaking News
light_mode

Rupiah Tertekan Global, BI Sebut Masih Undervalued dan Siapkan 7 Jurus Stabilisasi

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • print Cetak

Jakarta, warta edukasi – Nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.425 per dolar Amerika Serikat (AS) mendapat perhatian serius dari otoritas moneter. Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa posisi rupiah saat ini sebenarnya masih berada di bawah nilai wajarnya (undervalued), meski didukung fundamental ekonomi domestik yang kuat.

Perry menyampaikan hal tersebut usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5).

Menurut Perry, kondisi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan daya tahan yang solid. Pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 yang mencapai 5,61 persen menjadi salah satu penopang utama. Selain itu, inflasi yang terkendali, pertumbuhan kredit yang tetap tinggi, serta cadangan devisa yang memadai turut memperkuat fundamental rupiah.

“Fundamental ini menunjukkan bahwa seharusnya rupiah stabil dan cenderung menguat,” ujar Perry.

Tekanan Global dan Faktor Musiman

Meski demikian, Perry mengakui bahwa tekanan terhadap rupiah saat ini lebih banyak berasal dari faktor eksternal. Di antaranya adalah kenaikan harga minyak dunia, suku bunga tinggi di Amerika Serikat, serta penguatan dolar AS yang memicu arus keluar modal dari negara berkembang.

Selain itu, faktor musiman pada periode April hingga Juni juga meningkatkan permintaan dolar AS. Kebutuhan tersebut antara lain untuk repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, serta pembiayaan perjalanan ibadah haji.

Tujuh Langkah Stabilisasi Rupiah

Untuk merespons tekanan tersebut, Bank Indonesia bersama pemerintah telah menyepakati tujuh langkah strategis guna menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.

Pertama, intervensi pasar valuta asing secara agresif melalui instrumen spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta Non-Deliverable Forward (NDF) offshore.

Kedua, penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk menarik aliran modal asing masuk ke dalam negeri.

Ketiga, pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder guna menjaga stabilitas pasar keuangan.

Keempat, memastikan likuiditas perbankan tetap longgar agar penyaluran kredit tidak terganggu.

Kelima, pembatasan pembelian dolar AS oleh pelaku domestik hingga kisaran US$25 ribu untuk meredam tekanan permintaan.

Keenam, mendorong penggunaan mata uang yuan dalam transaksi domestik sebagai alternatif pengurangan ketergantungan terhadap dolar AS.

Ketujuh, memperketat pengawasan terhadap perbankan dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian dolar dalam jumlah besar guna menjaga stabilitas sistem keuangan.

Langkah-langkah ini, menurut Perry, telah mendapat persetujuan langsung dari Presiden Prabowo sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah gejolak global.(WeHa)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61%, Lampaui Proyeksi Pemerintah

    Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal I 2026 Tembus 5,61%, Lampaui Proyeksi Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, warta edukasi – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini melampaui proyeksi pemerintah, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan sebesar 5,5 persen. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa nilai Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia […]

  • Ketika Mantan Gubernur Jadi Tersangka: Harapan Baru atau Sekadar Bab Lama yang Terulang?

    Ketika Mantan Gubernur Jadi Tersangka: Harapan Baru atau Sekadar Bab Lama yang Terulang?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Ketika Mantan Gubernur Jadi Tersangka: Harapan Baru atau Sekadar Bab Lama yang Terulang? Oleh : Kang WeHa Penetapan seorang mantan gubernur Lampung sebagai tersangka korupsi bukan sekadar kabar hukum biasa. Ia adalah cermin retak dari wajah kekuasaan yang selama ini tampak rapi, berwibawa, dan penuh janji. Kini, janji itu seperti gugur satu per satu, menyisakan […]

  • Dorong Generasi Muda Melek Politik, PKB Gelar Sekolah Kader Perubahan di Tanjung Sari

    Dorong Generasi Muda Melek Politik, PKB Gelar Sekolah Kader Perubahan di Tanjung Sari

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi.Com – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lampung Selatan menggelar Sekolah Kader Perubahan PKB di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 70 pemuda berusia 17 hingga 35 tahun dari berbagai desa di Kecamatan Tanjung Sari. Program ini bertujuan meningkatkan literasi politik generasi muda sekaligus mendorong keterlibatan mereka […]

  • Ngopi di Balkon Rumah Panggung Menikmati Sungai Way Kiri Tubaba

    Fakta Menarik Orang dengan Kebiasaan Ngopi: Antara Produktivitas dan Risiko yang Perlu Diketahui

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Artikel Oleh : Kang WeHa Kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup jutaan orang di seluruh dunia. Bagi sebagian orang, hari terasa belum dimulai sebelum menikmati secangkir kopi hangat. Dari kalangan pekerja, mahasiswa, hingga pelaku usaha, kebiasaan ngopi sering dianggap sebagai teman setia untuk meningkatkan semangat dan konsentrasi. Namun, di balik aroma khas dan cita […]

  • Riana Sari Yakin Arinal Tak Terima Dana PI, Tantang Pembuktian di Pengadilan

    Riana Sari Yakin Arinal Tak Terima Dana PI, Tantang Pembuktian di Pengadilan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung,warta edukasi — Istri mantan Gubernur Lampung, Riana Sari, menantang pembuktian dugaan aliran dana korupsi di pengadilan setelah Arinal Djunaidi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana participating interest (PI). Riana menyatakan keyakinannya bahwa tuduhan aliran dana kepada suaminya tidak benar dan harus dibuktikan secara objektif di persidangan. Tegaskan Tak Ada Dana Masuk ke […]

  • Tim SAR Temukan Korban Banjir Hanyut di Bandar Lampung

    Tim SAR Temukan Korban Banjir Hanyut di Bandar Lampung

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, wartaedukasi.com – Tim SAR temukan korban banjir hanyut di Bandar Lampung setelah melakukan pencarian sejak Jumat malam (6/3). Tim menemukan korban pada Sabtu (7/3) pagi dalam kondisi meninggal dunia. Sebelumnya, banjir menyeret korban di kawasan Jalan Abdul Hamid, Kecamatan Rajabasa. Hujan deras mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung dan memicu banjir di sejumlah titik. […]

expand_less