Breaking News
light_mode

Keikhlasan sebagai Aset Tak Terlihat: Warisan NU dari Ulama ke Umat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
  • print Cetak

Keikhlasan sebagai Aset Tak Terlihat: Warisan NU dari Ulama ke Umat

Oleh: Kang WeHa

Dalam sebuah pernyataan yang sarat makna, Yenny Wahid mengingatkan kembali akar kekuatan Nahdlatul Ulama (NU). Ia menegaskan bahwa organisasi ini sejak awal tidak didirikan untuk gagah-gagahan, bukan pula untuk mengejar jabatan atau keuntungan materi.

Sejak dirintis oleh Hasyim Asy’ari bersama para muasis lainnya, NU dibangun di atas fondasi yang tak kasat mata, namun sangat kokoh: keikhlasan.

Keikhlasan inilah yang menjadi “aset tak terlihat” atau intangible asset yang justru menjadi kekayaan terbesar NU. Berbeda dengan aset material yang bisa dihitung, dilihat, dan disentuh, keikhlasan bekerja dalam sunyi—namun dampaknya nyata dan berjangka panjang.

Dalam perspektif modern, kita sering mengenal istilah tangible asset sebagai kekayaan yang berbentuk fisik—uang, gedung, atau aset lainnya. Namun NU justru tumbuh besar bukan karena kekayaan semacam itu, melainkan karena sesuatu yang tidak tampak: ketulusan para ulama dalam mengajar, dan kesetiaan jamaah dalam mengamalkan ajaran.

Nilai ini pula yang diwariskan oleh Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dalam perjalanan hidupnya, ia tidak hanya menjadi tokoh besar bangsa, tetapi juga representasi nyata dari praktik keikhlasan dalam berkhidmat kepada umat.

Keikhlasan tersebut menjelma menjadi energi kolektif. Para ulama NU tanpa lelah menyebarkan ilmu di tengah masyarakat. Di sisi lain, umatnya dengan penuh kesadaran menjalankan syiar, melakukan riyadhoh, dan menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan membumi.
Tidak heran jika hingga hari ini NU tetap berdiri kokoh, bahkan dikenal sebagai organisasi Islam terbesar di dunia. Kekuatan itu bukan semata karena jumlah, melainkan karena ruh yang menghidupinya.

Di tengah zaman yang semakin materialistik, pesan ini terasa semakin relevan. Bahwa tidak semua kekayaan bisa diukur dengan angka. Ada nilai-nilai yang justru menjadi fondasi peradaban—dan keikhlasan adalah salah satunya.

NU telah membuktikan bahwa ketika sebuah gerakan dibangun atas dasar ketulusan, ia tidak hanya akan bertahan, tetapi juga tumbuh melampaui zamannya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi editorial bertema pemberantasan korupsi dengan simbol transparansi, dokumen anggaran, jabat tangan, dan uang sebagai representasi konseptual praktik korupsi di Indonesia.

    Berantas Korupsi Sambil Korupsi? Ironi Negeri di Tengah Deretan Skandal Bernilai Triliunan Rupiah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Redaksi Korupsi selalu menjadi musuh bersama. Hampir setiap pergantian pemerintahan, slogan pemberantasan korupsi kembali digaungkan. Penindakan dilakukan, operasi tangkap tangan digelar, tersangka diumumkan, sementara komitmen membangun pemerintahan yang bersih terus diulang dalam berbagai forum resmi. Namun di sisi lain, publik justru disuguhi ironi yang sulit diabaikan. Ketika satu kasus korupsi dibongkar, tidak lama kemudian […]

  • Mulyadi Kembali Pimpin PMI Kota Pariaman, Terpilih Aklamasi untuk Periode 2026–2031

    Mulyadi Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua PMI Kota Pariaman Periode 2026–2031

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Pariaman, Warta Edukasi – Mulyadi, S.Ap kembali dipercaya memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pariaman setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) IV PMI Kota Pariaman Tahun 2026 yang digelar di Aula Pendopo Wakil Wali Kota Pariaman, Sabtu (6/6/2026). Muskot IV merupakan forum tertinggi PMI yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali untuk mengevaluasi kinerja […]

  • RUU Perampasan Aset: Jangan Biarkan Korupsi Menjadi Kejahatan yang Tetap Menguntungkan

    RUU Perampasan Aset: Jangan Biarkan Korupsi Menjadi Kejahatan yang Tetap Menguntungkan

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle wawa
    • 0Komentar

    RUU Perampasan Aset dan Harga Mahal Sebuah Korupsi Oleh: Wawan Hidayat Korupsi bukan sekadar persoalan pelanggaran hukum. Korupsi adalah kejahatan yang dampaknya langsung maupun tidak langsung dirasakan oleh masyarakat luas. Ketika uang negara dikorupsi, yang sesungguhnya hilang bukan hanya angka dalam laporan keuangan negara. Yang hilang bisa berupa ruang kelas, jalan desa, layanan kesehatan, bantuan […]

  • Rapat Deadlock, Buay Bulan Bersatu Ancam Duduki Lahan PTPN 1

    Rapat Deadlock, Buay Bulan Bersatu Ancam Duduki Lahan PTPN 1

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Rapat Buay Bulan Bersatu dan PTPN 1 Belum Temui Kesepakatan TULANG BAWANG BARAT — Rapat antara perwakilan Buay Bulan Bersatu (B3) dan PTPN 1 yang digelar di Kantor PTPN 1 Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026), belum menghasilkan kesepakatan terkait persoalan lahan yang disengketakan. Rapat tersebut dihadiri pimpinan PTPN 1, Wakil Bupati Tulang Bawang Barat Nadirsyah, Anggota […]

  • AI dan Internet Satelit Jadi Tren Teknologi di Indonesia 2026, Dunia Pendidikan Ikut Bertransformasi

    AI dan Internet Satelit Jadi Tren Teknologi di Indonesia 2026, Dunia Pendidikan Ikut Bertransformasi

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Redaksi Wartaedukasi.com – Perkembangan teknologi digital di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan signifikan pada 2026. Dua teknologi yang saat ini menjadi perbincangan luas adalah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan layanan internet satelit, yang dinilai mampu mendorong percepatan transformasi digital di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Teknologi AI kini semakin mudah diakses masyarakat melalui berbagai platform digital. […]

  • Bedah Rumah Mbah Surip, Saat Kepedulian Menjadi Rumah Baru Harapan

    Bedah Rumah Mbah Surip, Saat Kepedulian Menjadi Rumah Baru Harapan

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi.com — Sudah bertahun-tahun Mbah Surip menjalani hidup di rumah sederhana yang kondisinya jauh dari kata layak. Dinding yang mulai rapuh dan bangunan yang menua menjadi saksi perjalanan hidupnya. Namun, Kamis (25/6/2026), semuanya berubah. Di Dusun V Jati Sari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, sebuah rumah baru berdiri kokoh. Rumah itu bukan […]

expand_less