PKBM Sinar Amarta Gelar Ujian Kesetaraan Paket A, B, dan C, Dorong Pendidikan untuk Semua
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
- print Cetak

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; module: j; hw-remosaic: 0; touch: (0.38333333, 0.38333333); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 297.35104; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;
Tulang Bawang Barat, warta edukasi — PKBM Sinar Amarta kembali menggelar ujian kesetaraan ijazah Paket A, B, dan C di gedung sekolah setempat, Tiyuh Murni Jaya, Jumat (8/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga dalam membantu masyarakat memperoleh hak pendidikan melalui jalur nonformal.
Ketua Lembaga PKBM Sinar Amarta, Daniel Gatot Sutikno mengatakan pelaksanaan ujian kesetaraan telah rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk pelayanan pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal.
“Alhamdulillah, setiap tahun kami terus melaksanakan ujian kesetaraan di lembaga ini. Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan ijazah yang setara dengan pendidikan formal,” ujarnya saat ditemui di lokasi kegiatan.
Ia menjelaskan, jumlah peserta ujian tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Tercatat sebanyak 115 peserta mengikuti ujian kesetaraan untuk jenjang Paket A ( 8 peserta ), Paket B ( 24 peserta ), dan Paket C ( 83 peserta ).
Menurut Daniel, meningkatnya jumlah peserta menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan mulai tumbuh, baik bagi usia sekolah maupun masyarakat dewasa yang sebelumnya sempat putus sekolah.
“Untuk tahun ini peserta mengalami peningkatan cukup signifikan.
Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas layanan pendidikan nonformal,” katanya.
Lebih lanjut, pihaknya berharap ke depan dapat menjangkau lebih banyak warga melalui kerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak terkait, terutama dalam pendataan anak putus sekolah maupun masyarakat dewasa yang belum memiliki ijazah.
“Kami akan terus melakukan sosialisasi kepada seluruh lapisan masyarakat. Harapannya, tahun depan jumlah peserta kembali bertambah dengan dukungan pemerintah terkait,” jelasnya.
Keberadaan PKBM sendiri dinilai memiliki peran penting dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang terkendala ekonomi, usia, maupun faktor sosial lainnya.
Melalui program kesetaraan, masyarakat tetap memiliki kesempatan memperoleh ijazah yang diakui negara sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan.(Red)
- Penulis: Redaksi

