Breaking News
light_mode

Saat Kurang Optimis, Ini 5 Cara Sederhana untuk Mengatasinya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • print Cetak

Yogyakarta, WARTA DUKES, Ketika masa depan terasa tidak pasti dan semangat menghadapi tantangan menurun, bisa jadi tingkat optimisme Anda sedang melemah.

Seorang terapis pernikahan dan keluarga, Allu Spotts-De Lazzer, LMFT, LPCC, CEDS-S, mengatakan bahwa banyak kliennya mengalami hal serupa. Meskipun cara mengatasi kurangnya optimisme bersifat personal, Lazzer memberikan lima tips sederhana berikut ini.

  • 1. Hadapi dengan Baik

Jangan memaksakan diri untuk bersikap optimis jika memang tidak merasakannya. Konsep “berpura-pura hingga berhasil” bisa membingungkan, terutama jika perasaan sedih atau takut yang dialami cukup mendalam.

Menurut Lazzer, penting untuk mengenali dan menerima apa yang Anda rasakan. Dengan mengidentifikasi emosi seperti takut, sedih, atau merasa rentan, Anda dapat menemukan akar masalahnya.

Penelitian dalam bidang ilmu saraf menunjukkan bahwa menamai emosi dapat membantu mengendalikannya (Psychology Today, 2 Maret).

Dengan mengenali perasaan secara spesifik, Anda bisa lebih mudah menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya di masa mendatang.

  • 2. Perhatikan dan Tantang Pikiran Anda

Jika Anda berpikir “semuanya terasa menyebalkan”, coba telaah kembali. Tidak semua hal selalu buruk.

Misalnya, jika Anda merasa frustrasi karena belum mendapatkan pekerjaan yang diinginkan, lebih baik mengakui perasaan tersebut secara jujur: “Saya kecewa karena belum mendapatkan pekerjaan yang saya harapkan, dan itu membuat saya merasa sedih.”

Lazzer menyarankan untuk menantang pikiran negatif dengan melihatnya secara objektif. Jangan terjebak dalam pola pikir yang tidak membantu. Perhatikan dengan jujur apa yang sebenarnya Anda rasakan dan penyebabnya.

  • 3. Periksa Pemicu

Coba kenali hal-hal yang memicu perasaan kurang optimis. Apakah itu berasal dari pengalaman yang baru saja terjadi, berita buruk, media sosial, atau hubungan yang tidak berjalan sesuai harapan?

Lazzer menyarankan untuk bereksperimen dengan cara merespons pemicu tersebut. Misalnya, jika media sosial membuat Anda merasa tidak cukup baik dibandingkan orang lain, cobalah membatasi penggunaannya untuk melihat apakah itu berdampak pada suasana hati Anda.

  • 4. Perhatikan Faktor Biologis

Perasaan kurang optimis juga bisa dipengaruhi oleh faktor biologis, seperti kurangnya nutrisi tertentu atau kondisi kesehatan yang tidak optimal.

Kekurangan vitamin D, misalnya, diketahui dapat berdampak pada suasana hati. Oleh karena itu, selain mengenali pemicu emosional, penting juga untuk menjaga pola makan sehat dan memenuhi kebutuhan nutrisi agar kesehatan mental dan fisik tetap terjaga.

  • 5. Pantau dan Beri Batas Waktu

Tetapkan batas waktu bagi diri sendiri untuk merasa tidak bersemangat. Jika rasa kurang optimis berlangsung lebih dari dua minggu, itu bisa menjadi tanda episode depresi (American Psychiatric Association).

Memantau kondisi emosional Anda penting untuk memastikan bahwa perasaan tersebut tidak berkepanjangan. Jika merasa sulit mengatasinya sendiri, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan profesional seperti psikolog atau psikiater.

  • Kesimpulan

Menurut Lazzer, hidup kadang memang penuh tantangan, dan sering kali kita tidak menyadari penyebab utama dari menurunnya optimisme.

Oleh karena itu, mengenali dan memahami apa yang kita rasakan menjadi langkah penting untuk mengatasi masalah tersebut.

Dengan menerapkan lima cara sederhana di atas, Anda dapat lebih mudah mengelola perasaan dan menemukan kembali semangat dalam menjalani hidup. (Redaksi)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fakta Terungkap! SDN 1 Sidoharjo Tegaskan Tak Pernah Tuduh Santri Soal Kaca Pecah

    Fakta Terungkap! SDN 1 Sidoharjo Tegaskan Tak Pernah Tuduh Santri Soal Kaca Pecah

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, Warta Edukasi — Polemik dugaan perusakan kaca di SDN 1 Sidoharjo, Kecamatan Jati Agung, akhirnya mendapat kejelasan. Pihak sekolah menegaskan tidak pernah menuduh pihak mana pun, termasuk santri pondok pesantren, sebagai pelaku kejadian tersebut. Kepala SDN 1 Sidoharjo, Enny Kurniasih, menjelaskan bahwa peristiwa kaca pecah baru diketahui saat aktivitas sekolah kembali berlangsung. Namun, […]

  • Gerakan Penghijauan Warnai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Restu: Lingkungan Sehat Cerminkan Pikiran yang Hidup

    Gerakan Penghijauan Warnai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tubaba, Restu: Lingkungan Sehat Cerminkan Pikiran yang Hidup

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tubaba, 30 April 2026 — Wartaedukasi Upaya menciptakan lingkungan kerja yang asri dan nyaman mulai digencarkan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Kegiatan penghijauan yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Dinas, Ir. Restu, ST., MT., menjadi langkah nyata dalam mengubah wajah kawasan perkantoran yang selama ini terkesan gersang dan minim pepohonan. Dalam […]

  • Polisi Turun Tangan! Jumat Berkah Polsek Lambu Kibang Sentuh Hati Santri Ponpes di Tubaba

    Polisi Turun Tangan! Jumat Berkah Polsek Lambu Kibang Sentuh Hati Santri Ponpes di Tubaba

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan jajaran Polsek Lambu Kibang, Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung. Dalam program Jumat Berkah bertajuk “Indahnya Berbagi”, personel kepolisian turun langsung membagikan bantuan sembako kepada para santri Pondok Pesantren Minhajut Tulat di Tiyuh Kibang Budi Jaya, Kecamatan Lambu Kibang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, […]

  • Dari Tiga Serangkai ke Generasi Z: Pendidikan Meningkat, Tapi Kenapa Kualitas Kerja Masih Tertatih?

    Dari Tiga Serangkai ke Generasi Z: Pendidikan Meningkat, Tapi Kenapa Kualitas Kerja Masih Tertatih?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Sejarah mencatat, kebangkitan bangsa Indonesia tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari kesadaran kolektif yang dirintis oleh kaum intelektual muda awal abad ke-20. Salah satu tonggak pentingnya adalah peran “Tiga Serangkai”: Ernest Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Cipto Mangunkusumo. Melalui organisasi Indische Partij, tulisan-tulisan kritis, serta media, mereka membangun kesadaran […]

  • Dari Kentongan hingga Internet: Jejak Teknologi Komunikasi Zaman Dulu yang Jadi Cikal Bakal Era Digital

    Dari Kentongan hingga Internet: Jejak Teknologi Komunikasi Zaman Dulu yang Jadi Cikal Bakal Era Digital

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Perkembangan teknologi komunikasi tidak terjadi secara instan. Jauh sebelum internet dan telepon pintar mendominasi kehidupan modern, manusia telah mengembangkan berbagai cara untuk menyampaikan pesan jarak jauh. Teknologi komunikasi masa lalu inilah yang menjadi fondasi lahirnya sistem komunikasi digital saat ini. Berikut jejak perkembangannya berdasarkan data sejarah dan fakta ilmiah. 1️⃣ […]

  • Seorang istri yang mengeluh tentang suaminya pada Ibunya

    Seorang istri yang mengeluh tentang suaminya pada Ibunya

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    INSPIRASI WARTA EDUKASI- Kisah seorang istri yang mengeluh tentang suaminya pada Ibunya Seorang wanita yang baru saja menikah datang pada ibunya dan mulai mengeluh tentang tingkah laku pasangannya. Setelah menikah dia baru tahu karakter asli suaminya yang keras kepala, gampang emosi dan sebagainya. Wanita ini berharap orang tuanya ikut mendukung dia menyalahkan suaminya itu. Namun […]

expand_less