Breaking News
light_mode

Ribuan Massa Buay Bulan Bersatu Geruduk Pemda dan DPRD Tubaba, Desak Mediasi dengan PTPN I

  • account_circle Reki
  • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
  • print Cetak

Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi.Com Ribuan massa yang tergabung dalam Buay Bulan Bersatu menggelar aksi penyampaian aspirasi di depan Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) dan Kantor DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Rabu (12/8/2026).

Kedatangan massa bukan sekadar menyampaikan aspirasi. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Tubaba mengambil langkah konkret untuk memfasilitasi pertemuan antara masyarakat adat Buay Bulan Bersatu dengan PTPN I Regional VII Unit Usaha Bunga Mayang.

Massa meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap persoalan yang telah menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait hubungan antara masyarakat adat dan perusahaan.

Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah agar pemerintah tidak memberikan perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) sebelum persoalan yang berkaitan dengan kepentingan dan hak masyarakat dapat diselesaikan secara jelas, terbuka, dan melibatkan seluruh pihak terkait.

Selain persoalan HGU, massa juga mempertanyakan sejauh mana keberadaan perusahaan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Masyarakat meminta kewajiban perusahaan terhadap lingkungan dan warga sekitar benar-benar dijalankan, termasuk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai belum dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Foto Kang WeHa: Aspirasi masyarakat Buay Bulan Bersatu diterima Ketua Komisi I Yantoni, Rabu (12/8/2026).

Pemda Janji Fasilitasi Pertemuan
Perwakilan massa kemudian diterima langsung oleh Wakil Bupati Tubaba, Nadirsyah, di ruang kerjanya.

Pertemuan tersebut menjadi forum dialog untuk menyampaikan tuntutan sekaligus membahas langkah penyelesaian yang dapat ditempuh pemerintah daerah.

Nadirsyah menegaskan bahwa Pemkab Tubaba akan berada di tengah masyarakat dan mendukung penyelesaian persoalan melalui jalur dialog serta mediasi.

Namun, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi tetap dilakukan secara tertib dan tidak berkembang menjadi tindakan anarkis.

“Saya akan memberikan dukungan penuh terhadap warga Buay Bulan Bersatu,” kata Nadirsyah seusai pertemuan.

Ia mengatakan pemerintah daerah akan segera memfasilitasi keinginan masyarakat untuk duduk bersama dengan pihak perusahaan.

Pertemuan lintas pihak akan diupayakan agar persoalan dapat dibahas secara menyeluruh dan tidak berlarut-larut.

“Secepatnya kita akan mengadakan rapat besar dengan semua pihak, seperti BPN, Polres, pihak perusahaan, warga Buay Bulan Udik dan pemerintah daerah,” tegasnya.

  • Berlanjut ke DPRD, Legislator Siapkan RDP

Tidak berhenti di kantor Pemda, massa kemudian bergerak ke Kantor DPRD Tubaba. Di gedung legislatif tersebut, aspirasi masyarakat diterima oleh Ketua Komisi I DPRD Tubaba, Yantoni.

Yantoni menyatakan DPRD akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat dengan berkoordinasi bersama Bupati Tubaba.

DPRD juga meminta agar lembaga legislatif dilibatkan dalam proses pengawalan serta fasilitasi penyelesaian persoalan antara masyarakat dan pihak perusahaan.

“Kita akan berkoordinasi dengan Bupati, sejauh mana pemerintah daerah menindaklanjuti persoalan ini. Apabila tidak terselesaikan, kita akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP),” ujar Yantoni.

Menurutnya, DPRD sebagai representasi masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi warga. Karena itu, apabila penyelesaian melalui pemerintah daerah belum menemukan titik terang, DPRD akan mengambil langkah lebih lanjut sesuai kewenangannya.

“Kita ini wakilnya masyarakat, artinya kita harus berbuat. Bila pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan, DPRD akan mengambil alih untuk berjuang bersama masyarakat,” tegasnya.

  • Massa Beri Waktu Tujuh Hari

Sementara itu, Juru Bicara Buay Bulan Bersatu, Aswar, menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada pemerintah daerah agar segera mengambil sikap dan mempertemukan masyarakat adat Buay Bulan Udik dengan PTPN I Regional VII Unit Usaha Bunga Mayang.

Menurut Aswar, masyarakat memberikan waktu tujuh hari kepada pemerintah untuk menunjukkan langkah konkret dalam memfasilitasi mediasi.

Jika dalam tenggat tersebut tidak terdapat perkembangan maupun titik temu, masyarakat menyatakan siap mempertimbangkan langkah hukum.

“Dalam waktu tujuh hari apabila tuntutan kami untuk mediasi tidak ada langkah dan titik temu, kami akan melakukan langkah-langkah hukum,” kata Aswar.

Meski demikian, Aswar menyebut hasil pertemuan dengan pemerintah daerah memberikan harapan baru bagi masyarakat.

Pemerintah, menurutnya, telah menyatakan kesediaan mengambil langkah sesuai dengan aspirasi yang disampaikan warga.

Kini, masyarakat menunggu realisasi dari komitmen tersebut. Mereka berharap persoalan yang disuarakan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berlanjut pada langkah konkret, terbuka, dan menghasilkan kepastian terhadap tuntutan masyarakat adat.

Aksi Buay Bulan Bersatu pun menjadi penegasan bahwa masyarakat menginginkan persoalan tersebut segera dibuka secara terang melalui meja dialog, dengan melibatkan seluruh pihak yang berkepentingan. (REKI)

  • Penulis: Reki

Rekomendasi Untuk Anda

  • 126 Petani di Lampung Selatan Masih Terjerat Kredit Macet PKBL, Jaminan Sertifikat Belum Dikembalikan

    126 Petani di Lampung Selatan Masih Terjerat Kredit Macet PKBL, Jaminan Sertifikat Belum Dikembalikan

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Lampung Selatan, warta edukasi — Sebanyak 126 petani di Kabupaten Lampung Selatan dikabarkan hingga kini masih menghadapi persoalan kredit macet Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang sebelumnya berada di bawah pengelolaan PTPN VII dan kini masuk ke dalam pengelolaan PT Perkebunan Nusantara I. Para petani mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada kepastian […]

  • TKW Asal Cianjur Dipulangkan Usai Viral Bersimbah Darah

    TKW Asal Cianjur Dipulangkan Usai Viral Bersimbah Darah

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Cianjur, WARTA EDUKASI – TKW Asal Cianjur Dipulangkan Usai Viral Bersimbah Darah setelah pemerintah menyelesaikan berbagai kendala administrasi dan memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak. Ai Juariah (43), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, akhirnya kembali ke Tanah Air usai videonya viral di media sosial saat meminta pertolongan dalam […]

  • Riana Sari Yakin Arinal Tak Terima Dana PI, Tantang Pembuktian di Pengadilan

    Riana Sari Yakin Arinal Tak Terima Dana PI, Tantang Pembuktian di Pengadilan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung,warta edukasi — Istri mantan Gubernur Lampung, Riana Sari, menantang pembuktian dugaan aliran dana korupsi di pengadilan setelah Arinal Djunaidi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana participating interest (PI). Riana menyatakan keyakinannya bahwa tuduhan aliran dana kepada suaminya tidak benar dan harus dibuktikan secara objektif di persidangan. Tegaskan Tak Ada Dana Masuk ke […]

  • Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Bani Ispriyanto menjelaskan program Kampung Nelayan Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir.

    KNMP Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Targetkan 34 Titik Pembangunan

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ahmad Royani, S.H.I
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menjadikan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai salah satu prioritas pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat sektor perikanan daerah. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung, Bani Ispriyanto, mengatakan bahwa KNMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang bertujuan mendukung pengembangan perikanan […]

  • Ramadan 1447 H, Wawan Hidayat Ajak Perkuat Integritas

    Ramadan 1447 H, Wawan Hidayat Ajak Perkuat Integritas

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Momentum Ramadan Perkuat Spiritualitas dan Jurnalistik Tubaba, Warta Edukasi.Com–Ramadan 1447 Hijriyah menjadi momentum refleksi bagi umat Muslim, termasuk insan pers. Pimpinan Redaksi Warta Edukasi.Com, Wawan Hidayat, menyampaikan ucapan selamat sekaligus ajakan memperkuat spiritualitas dan integritas jurnalistik,Selasa (24/2/2026). Ia menyampaikan pernyataan tersebut langsung di kantornya. Karena itu, ia berharap masyarakat menyambut bulan suci dengan semangat perbaikan […]

  • Diduga Berhalusinasi Usai Konsumsi Sabu, Seorang Ayah di Tubaba Tusuk Anak Kandungnya

    Diduga Berhalusinasi Usai Konsumsi Sabu, Seorang Ayah di Tubaba Tusuk Anak Kandungnya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Red WE
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, mengamankan seorang pria berinisial RY (34), warga Tiyuh Cahyo Randu, Kecamatan Pagar Dewa, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), yang diduga melakukan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan kekerasan terhadap anak kandungnya yang masih di […]

expand_less