Breaking News
light_mode

Seorang istri yang mengeluh tentang suaminya pada Ibunya

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
  • print Cetak

INSPIRASI WARTA EDUKASI- Kisah seorang istri yang mengeluh tentang suaminya pada Ibunya

Seorang wanita yang baru saja menikah datang pada ibunya dan mulai mengeluh tentang tingkah laku pasangannya.
Setelah menikah dia baru tahu karakter asli suaminya yang keras kepala, gampang emosi dan sebagainya.

Wanita ini berharap orang tuanya ikut mendukung dia menyalahkan suaminya itu. Namun dia sangat kaget karena saat itu sang ibu hanya diam saja, dan bahkan kemudian ibunya pergi ke dapur sementara wanita ini terus bercerita dan mengikuti ibunya ke dapur.

Lalu sang ibu mulai memasak air. Setelah beberapa waktu akhirnya air pun mendidih.
Sang ibu lalu menuangkan air yang masih panas itu ke dalam 3 gelas yang telah dia siapkan.

Dalam gelas pertama dia memasukkan sebuah telur, di gelas kedua dia memasukkan wortel, sedangkan di gelas ketiga dia memasukkan kopi. Setelah menunggu beberapa saat, si ibu menunjukkan isi ketiga gelas tadi ke putrinya itu.

Dan hasilnya : Wortel yang keras menjadi lunak, telur yang mudah pecah menjadi keras, dan kopi menghasilkan aroma yang harum.

Lalu si ibu mulai menjelaskan,

“Anakku… Masalah dalam hidup itu seperti air mendidih. Namun bagaimana sikap kitalah yang menentukan dampaknya. Kita bisa menjadi,
Lembek seperti wortel
Mengeras seperti telur
Atau harum seperti kopi.

Wortel dan telur bukan mempengaruhi air, tapi merekalah yang berubah karena air panas ini. Sementara kopi malah mengubah air, membuat air ini menjadi harum.

Ibarat kehidupan dalam berumah tangga itu adalah Air, maka jadilah kamu seperti kopi yang membawa keharuman atau bisa membuat rumah tangga kalian nyaman dan harmonis. Berilah nasehat baik dan manis pada suamimu agar dia menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tapi ingat, saat memberi nasehat, jangan memberi nasehat dengan cara yang kasar atau nada membentak. Tetap perlakukan suamimu dengan hormat, sopan, lemah lembut, ramah dan penuh kasih sayang. Beri pengertian yang mudah dia pahami agar suamimu bisa dengan mudah mengerti dan juga senang”.

Sang ibu lalu duduk disamping anaknya dan memegang tangannya lalu lanjut menasehati,

“Jangan pula selalu mengadu atau menceritakan masalahmu kepada orang-orang diluar ranah rumah tangga kalian. Belajarlah ikhlas nak, karena ke-ikhlasan akan berbuah kebaikan. Belajar juga untuk senantiasa bersyukur. Walaupun suamimu seperti yang kamu ceritakan, Insyaa Allah lambat laun dia akan berubah dan luluh dengan sikapmu padanya”.

“Anakku… Menikah adalah menggabungkan dua karakter yang berbeda. Dan adanya pernikahan, karena kamu sendiri yang memilih dan yang menentukan. Nak… Pernikahan itu sekali seumur hidup. Bukan kebersamaan sehari dua hari atau sebulan dua bulan, tapi untuk selamanya.

Dan dalam sebuah pernikahan bukan hanya kalian berdua yang bersatu, tapi kedua keluarga kalianpun ikut terjalin. Dan setiap keluarga pasti memiliki karakter, budaya dan kebiasaan yang berbeda, maka ber-adaptasi-lah nak.

Pasangan yang kamu pilih adalah pasanganmu sampai mati. Salah atau benar, itulah pasanganmu. Untuk itu, saling memahami satu sama lain adalah salah satu kunci untuk memiliki kehidupan pernikahan yang tidak hanya langgeng tapi Insyaa Allah juga bahagia”.

Sang anak akhirnya faham dan memeluk sang ibu sambil berterima kasih.

Akan sangat mudah untuk kita bersyukur pada saat keadaan baik-baik saja, tapi apakah kita dapat tetap bersyukur saat kita ditimpa masalah?

Hari ini kita belajar ada tiga reaksi orang saat masalah datang menghampiri mereka,

Ada yang menjadi lembek, suka mengeluh, dan mengasihani diri sendiri.
Ada yang mengeras, marah, dan menyalahkan pihak lain.
Ada juga yang justru semakin harum, menjadi semakin kuat dan bijaksana.

Itu semua tergantung pilihan kita sendiri bagaimana kita merespon sebuah permasalahan.
#Selfreminder
Semoga bermanfaat….

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Sak Mblengere, NU Sak Lawase”: Pesan Gus Rozaq untuk Panitia Muktamar

    “Sak Mblengere, NU Sak Lawase”: Pesan Gus Rozaq untuk Panitia Muktamar

    • calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
    • account_circle Wawan Hidayat
    • 0Komentar

    Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU Dibubarkan JOMBANG, Warta Edukasi — Suasana hangat mewarnai acara pembubaran Panitia Lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di halaman Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (10/9/2026). Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU, KH Abdurrozaq Sholeh atau Gus Rozaq, menyampaikan […]

  • 333 Warga Bandar Lampung Positif HIV Sepanjang 2025, DPRD dan LSM Desak Langkah Luar Biasa

    333 Warga Bandar Lampung Positif HIV Sepanjang 2025, DPRD dan LSM Desak Langkah Luar Biasa

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Wartaedukasi.com | Bandar Lampung – Sebanyak 333 warga Kota Bandar Lampung terkonfirmasi positif Human Immunodeficiency Virus (HIV) sepanjang tahun 2025. Data tersebut menempatkan Bandar Lampung dalam status siaga darurat kesehatan, sekaligus menjadi daerah dengan temuan kasus HIV tertinggi di Provinsi Lampung. Berdasarkan hasil skrining aktif Dinas Kesehatan, dari total 333 kasus tersebut, sebanyak 227 kasus […]

  • KPK Ungkap Modus “Safe House” Simpan Uang Suap Impor, Rp 5 Miliar Disita di Ciputat

    KPK Ungkap Modus “Safe House” Simpan Uang Suap Impor, Rp 5 Miliar Disita di Ciputat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Wartaedukasi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus penyewaan safe house untuk menyimpan uang hasil dugaan suap dalam kasus importasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Melansir Kompas.com, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut penggunaan safe house untuk menyimpan uang hasil suap dalam perkara tersebut tergolong masif. “Modus-modus penggunaan safe […]

  • Kapolres Tubaba Turun Langsung Bagikan Takjil, Perkuat Pendekatan Humanis Polri di Bulan Ramadhan

    Kapolres Tubaba Turun Langsung Bagikan Takjil, Perkuat Pendekatan Humanis Polri di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com — Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menjaga kondusivitas wilayah selama bulan suci Ramadhan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi turun langsung ke jalan yang dipimpin Kapolres Tubaba, AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., dengan membagikan puluhan paket takjil kepada masyarakat dan pengguna jalan di depan […]

  • Dituding Tambang Ilegal, Pengelola Lahan di Kedamaian Bandar Lampung Buka Suara: “Ini Pemerataan untuk Gudang”

    Dituding Tambang Ilegal, Pengelola Lahan di Kedamaian Bandar Lampung Buka Suara: “Ini Pemerataan untuk Gudang”

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi — Ramainya pemberitaan terkait dugaan aktivitas tambang ilegal dan galian C di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, Kota Bandar Lampung, mendapat tanggapan dari pihak pengelola lokasi. Pihak pengelola yang disebut berinisial YN membantah tudingan bahwa lokasi tersebut merupakan area pertambangan ilegal maupun aktivitas galian C tanpa izin. […]

  • Menkeu Tegas: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Tidak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

    Menkeu Tegas: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS Tidak Masuk Akal, Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, WARTA EDUKASI – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat dinilai tidak masuk akal apabila melihat kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini. Menurut Purbaya, berbagai indikator ekonomi domestik masih menunjukkan kinerja yang relatif kuat sehingga tekanan terhadap rupiah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi […]

expand_less