TKW Asal Cianjur Dipulangkan Usai Viral Bersimbah Darah
- account_circle Redaksi
- calendar_month 13 jam yang lalu
- print Cetak

Cianjur, WARTA EDUKASI – TKW Asal Cianjur Dipulangkan Usai Viral Bersimbah Darah setelah pemerintah menyelesaikan berbagai kendala administrasi dan memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak.
Ai Juariah (43), pekerja migran Indonesia (PMI) asal Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, akhirnya kembali ke Tanah Air usai videonya viral di media sosial saat meminta pertolongan dalam kondisi bersimbah darah di Libya.
Pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya bekerja sama untuk mempercepat proses kepulangan Ai.
Sebelumnya, persoalan administrasi serta situasi politik Libya yang masih mengalami dualisme pemerintahan sempat menghambat proses tersebut.
Namun, seluruh pihak terus berkoordinasi hingga semua persyaratan berhasil diselesaikan.
Pemerintah Selesaikan Kendala Administrasi
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur, Hero Laksono, menjelaskan bahwa Ai Juariah dijadwalkan kembali ke Indonesia setelah seluruh proses administrasi selesai.
“Betul, Ai Juariah (43), TKW asal Babakan Turuy, Desa Sukawangi, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur akan dipulangkan besok (Minggu) dan diperkirakan tiba di Cianjur pada Senin (13/7),” kata Hero kepada kumparan, Sabtu (11/7).
Hero menjelaskan pemerintah berhasil menyelesaikan berbagai kendala administrasi, termasuk persoalan denda yang sebelumnya menjadi hambatan.
Selain itu, negosiasi dengan pihak agensi membuahkan hasil sehingga Ai dapat pulang tanpa harus menanggung biaya tambahan.
KBRI Berperan dalam Proses Kepulangan
Hero menegaskan keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan berbagai instansi, terutama KBRI di Libya yang terus mendampingi dan mengawal proses kepulangan Ai hingga selesai.
“Denda dan proses administrasi yang terkendala konflik dualisme pemerintahan bisa diselesaikan. Setelah negosiasi panjang, akhirnya dari agensi membiarkan Ai untuk pulang. Jadi tidak perlu bayar denda. Tiket pesawat pun dibelikan. Ini tidak lepas dari peran berbagai instansi, terlebih KBRI kita di Libya,” ujarnya.
Dugaan TPPO Akan Didalami
Setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ai akan beristirahat terlebih dahulu di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan menuju Cianjur pada Senin (13/7).
Selanjutnya, penyidik Polres Cianjur akan meminta keterangan Ai terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Polisi mendalami dugaan yang menyebabkan Ai berangkat dan bekerja secara ilegal di Libya.
Hero kemudian menjelaskan rencana pemeriksaan tersebut.
“Rencananya sebelum ke rumah, dibawa dulu ke Mapolres Cianjur untuk memberikan keterangan terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dialaminya hingga membuatnya bekerja di Libya sebagai PMI ilegal,” kata Hero.
Proses Kepulangan Berjalan Hingga Tuntas
Sebelumnya, KBRI di Tripoli memberikan perlindungan dan pendampingan kepada Ai selama menunggu penyelesaian dokumen.
Meski situasi politik Libya sempat memperlambat proses administrasi, pemerintah akhirnya merampungkan seluruh persyaratan.
Dengan demikian, Ai dapat kembali ke Indonesia dan berkumpul bersama keluarganya di Kabupaten Cianjur.
RED | WARTA EDUKASI
- Penulis: Redaksi










