Breaking News
light_mode

Dari Kereta yang Membeku, Kita Belajar tentang Kekuasaan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • print Cetak

Oleh : Kang WeHa

Dalam film Snowpiercer, dunia telah membeku akibat eksperimen iklim yang gagal. Bumi menjadi bola es. Umat manusia yang tersisa hidup di dalam satu kereta raksasa yang terus bergerak tanpa henti mengelilingi dunia.

Kereta itu bukan sekadar alat transportasi.
Ia adalah sistem. Ia adalah negara.

Di gerbong paling belakang, manusia hidup berhimpitan, kelaparan, makan jatah minim, dan diperlakukan seperti angka.
Di gerbong paling depan, segelintir elite hidup dalam pesta, pendidikan layak, hiburan, bahkan akuarium sushi.

Struktur kereta dirancang seperti kasta berjalan.
Semakin ke depan, semakin tinggi kelasnya.
Semakin ke belakang, semakin dekat dengan penderitaan.

Tokoh dari gerbong belakang akhirnya memimpin pemberontakan. Mereka berjalan menembus satu gerbong ke gerbong lain, membuka mata tentang betapa timpangnya sistem yang mereka jalani selama ini.

Namun yang paling mengejutkan:
pemberontakan itu ternyata sudah diperhitungkan. Sistem membiarkan “revolusi kecil” terjadi agar keseimbangan tetap terjaga.

Dan di ujung perjalanan, pertanyaannya bukan lagi tentang menang atau kalah—
melainkan tentang menghancurkan sistem atau menjadi bagian darinya.


🇮🇩 Ketika Kereta Itu Bernama Demokrasi

Sekarang, mari kita lepaskan layar filmnya.
Dan menatap negeri sendiri.

Bukankah kita juga hidup dalam “kereta” bernama demokrasi?

Semua warga negara punya tiket yang sama: hak pilih, hak bersuara, hak berharap.
Tapi akses terhadap kenyamanan dan keputusan tetap terbagi dalam gerbong-gerbong tak kasat mata.

Ada yang hidup dari gaji pas-pasan, dihantui harga kebutuhan pokok.
Ada yang hidup dari kebijakan, mengatur angka-angka dalam ruang berpendingin udara.

Ada yang berjuang mencari kerja.
Ada yang sibuk membagi proyek.

Struktur sosial kita tak pernah benar-benar datar.
Ia bertingkat. Sistematis. Terpelihara.

Revolusi Lima Tahunan

Dalam film itu, pemberontakan menjadi bagian dari siklus yang sudah dihitung.
Dalam demokrasi kita, perlawanan hadir setiap lima tahun sekali.

Kita memilih.
Kita berharap.
Kita bersorak.

Lalu setelahnya?
Gerbong kembali terkunci.

Elite tetap di depan.
Rakyat tetap berdesakan di belakang.

Yang berubah hanya slogan.
Arah relnya sering kali sama.

Masalahnya Bukan Siapa Duduk di Depan

Masalahnya bukan sekadar figur.
Masalahnya adalah struktur.

Selama akses menuju lokomotif dikontrol oleh lingkaran yang itu-itu saja,
selama kekuasaan berputar dalam orbit oligarki,
selama kebijakan lahir dari kompromi kepentingan, bukan kebutuhan rakyat—

maka demokrasi akan terasa seperti perjalanan panjang tanpa ruang pindah kelas.

Snowpiercer mengajarkan satu hal:
Sistem yang timpang akan selalu memproduksi ketidakadilan, bahkan jika wajahnya berganti.

Negeri ini tak kekurangan pemilu.
Tak kekurangan pidato.
Tak kekurangan janji.

Yang sering kurang adalah keberanian membongkar struktur.

Karena kadang, yang perlu dihancurkan bukan gerbong belakangnya—
tapi cara keretanya dijalankan.

Tamparan Ironinya

“Jika rakyat hanya diizinkan memilih arah perjalanan, tapi tidak pernah diizinkan menyentuh mesin lokomotif, maka demokrasi tak lebih dari perjalanan panjang menuju tujuan yang sudah ditentukan oleh segelintir orang.”

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ali Husin Kembali Maju sebagai Calon Petahana Kepalo Tiyuh Toto Wonodadi, Hadapi Kotak Kosong

    Ali Husin Kembali Maju sebagai Calon Petahana Kepalo Tiyuh Toto Wonodadi, Hadapi Kotak Kosong

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI — Ali Husin kembali mencalonkan diri sebagai Kepalo Tiyuh Toto Wonodadi dalam pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026. Ali Husin merupakan calon petahana yang kembali mengikuti kontestasi untuk melanjutkan kepemimpinannya di Tiyuh Toto Wonodadi. Pada pemilihan kali ini, Ali Husin menjadi satu-satunya calon yang maju, sehingga kontestasi berlangsung […]

  • SMA Negeri 1 Gunung Agung Gelar Bazar Ramadan 2026, Sediakan berbagai Kebutuhan Takjil Puasa Ramadahan

    SMA Negeri 1 Gunung Agung Gelar Bazar Ramadan 2026, Sediakan berbagai Kebutuhan Takjil Puasa Ramadahan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 1Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – SMA Negeri 1 Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, menggelar Bazar Ramadan 2026 yang berlangsung selama enam hari, mulai 8 hingga 13 Maret 2026, Pukul 17.00 – 18.00 WIB. Dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan, SMAN 1 Gunung Agung, menggelar Bazar Ramadhan yang berlangsung di halaman SMA Negeri 1 Gunung Agung. […]

  • Putusan MA Kukuhkan Otto Hasibuan, PERADI Bandar Lampung Gelar Tasyakuran dan Serukan Rekonsiliasi Nasional

    Putusan MA Kukuhkan Otto Hasibuan, PERADI Bandar Lampung Gelar Tasyakuran dan Serukan Rekonsiliasi Nasional

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BANDAR LAMPUNG, Warta Edukasi – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Bandar Lampung menggelar tasyakuran serentak bersama DPC PERADI di seluruh Indonesia, Jumat (5/6/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur atas dikabulkannya Peninjauan Kembali (PK) Nomor 57/TUN/2026 oleh Mahkamah Agung (MA) yang mengukuhkan kepengurusan PERADI di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Otto Hasibuan. […]

  • Aklamasi di Rapim, Juliansyah Lubis Kembali Nahkodai JPKP Lampung

    Aklamasi di Rapim, Juliansyah Lubis Kembali Nahkodai JPKP Lampung

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi – Rapat Pimpinan (Rapim) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Provinsi Lampung menetapkan Juliansyah Lubis kembali memimpin organisasi tersebut untuk periode 2026–2031. Penetapan dilakukan secara aklamasi dalam forum Rapim yang berlangsung di kediaman Juliansyah Lubis, Sabtu (16/5/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus DPW serta Ketua DPD JPKP kabupaten/kota se-Provinsi […]

  • Polres Tubaba Ungkap Curas Rp800 Juta, Tiga Pelaku Ditangkap di Sumatera Utara

    Polres Tubaba Ungkap Curas Rp800 Juta, Tiga Pelaku Ditangkap di Sumatera Utara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Polres Tulang Bawang Barat, Polda Lampung menggelar press release pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) uang sebesar Rp800 juta yang melibatkan tiga tersangka lintas provinsi. Ketiga pelaku masing-masing berinisial AY (58), warga Tiyuh Panaragan Jaya Utama, Kecamatan Tuba Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat; DAF (33), warga Simodong, Kecamatan […]

  • "Setetes Air Kebaikan Lebih Mulia Daripada Tiupan Api Kebencian."

    Jadilah Katak Pembawa Air, Jangan Menjadi Cicak Peniup Api

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Artikel Hikmah Oleh : Majelis sholawat Nariyah Nusantara Bismillahirrahmanirrahim Shalallahu ‘ala Muhammad, Shalallahu ‘alaihi wasallam. Dalam perjalanan hidup, setiap manusia selalu dihadapkan pada dua pilihan: menjadi bagian dari solusi atau menjadi bagian dari masalah. Pilihan itu terkadang tampak sederhana, namun dampaknya bisa sangat besar bagi kehidupan orang lain. Salah satu kisah hikmah yang sering disampaikan […]

expand_less