Breaking News
light_mode

Skandal Dana Desa di Lampung Selatan, Kades Bangunan Jadi Tersangka

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
  • print Cetak

Lampung Selatan, wartaedukasi — Kasus korupsi dana desa kembali terjadi di Kabupaten Lampung Selatan. Kepala Desa Bangunan, Kecamatan Palas, berinisial IS (45), resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Lampung Selatan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penyalahgunaan anggaran desa tahun 2024.

Penahanan dilakukan pada Rabu (29/4/2026). IS dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kalianda untuk masa penahanan awal selama 20 hari.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Selatan, Agung Trisa Fadilah Burdan, mengatakan penetapan tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup.

“Penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara,” ujarnya.

Kerugian Negara Rp651 Juta
Berdasarkan hasil penyidikan, total anggaran yang dikelola Desa Bangunan pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp2,04 miliar. Anggaran tersebut terdiri atas Dana Desa sebesar Rp1,44 miliar dan Alokasi Dana Desa sekitar Rp534 juta.

Namun, dalam pelaksanaannya, ditemukan dugaan penyimpangan yang menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp651 juta.

Dugaan Modus Penyimpangan
Penyidik mengungkapkan adanya indikasi ketidaksesuaian penggunaan anggaran, termasuk kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Modus yang diduga digunakan antara lain mark-up anggaran, kegiatan fiktif, serta manipulasi laporan keuangan desa.
Praktik tersebut dinilai menghambat pembangunan desa dan merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama dari dana tersebut.

Penyidikan Masih Berlanjut
Kejari Lampung Selatan menegaskan bahwa penyidikan perkara ini masih terus dikembangkan. Tidak menutup kemungkinan akan ada pihak lain yang turut dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Penyidikan masih berjalan dan berpotensi mengarah pada pihak lain yang terlibat,” kata Agung.

Dampak bagi Masyarakat
Kasus ini tidak hanya berdampak pada kerugian negara, tetapi juga menghambat pembangunan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

Dana desa yang seharusnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat menjadi tidak optimal akibat dugaan penyimpangan tersebut.

Harapan Efek Jera
Tersangka dijerat dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penegakan hukum ini diharapkan memberikan efek jera serta menjadi peringatan bagi aparatur desa agar mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa pengawasan terhadap dana desa perlu diperkuat. Transparansi dan integritas menjadi kunci agar dana publik benar-benar dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.(Haris)

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Tubaba Tinjau Kesiapan Pos Pam Exit Tol Lambu Kibang Jelang Ops Ketupat Krakatau 2026

    Kapolres Tubaba Tinjau Kesiapan Pos Pam Exit Tol Lambu Kibang Jelang Ops Ketupat Krakatau 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, Warta Edukasi – Guna memastikan kesiapan pengamanan dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026, Kapolres Tulang Bawang Barat (Tubaba) AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melakukan kunjungan ke Pos Pengamanan (Pos Pam) Exit Tol Lambu Kibang, Kecamatan Lambu Kibang, Senin (17/03/2026). Kunjungan tersebut didampingi oleh para Pejabat Utama (PJU) Polres Tubaba. Kedatangan rombongan disambut langsung […]

  • Dari Tiga Serangkai ke Generasi Z: Pendidikan Meningkat, Tapi Kenapa Kualitas Kerja Masih Tertatih?

    Dari Tiga Serangkai ke Generasi Z: Pendidikan Meningkat, Tapi Kenapa Kualitas Kerja Masih Tertatih?

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHa Sejarah mencatat, kebangkitan bangsa Indonesia tidak lahir dari ruang kosong. Ia tumbuh dari kesadaran kolektif yang dirintis oleh kaum intelektual muda awal abad ke-20. Salah satu tonggak pentingnya adalah peran “Tiga Serangkai”: Ernest Douwes Dekker, Suwardi Suryaningrat, dan Cipto Mangunkusumo. Melalui organisasi Indische Partij, tulisan-tulisan kritis, serta media, mereka membangun kesadaran […]

  • Diskualifikasi Brian Uriarte dan Adrian Fernandez mengubah klasemen Moto3 2026. Veda Ega Pratama kini naik ke posisi tiga dan semakin dekat dengan persaingan gelar juara dunia.

    Diskualifikasi Dua Rival Utama Buka Peluang Veda Ega Pratama Bersinar di Moto3 2026

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    WARTA EDUKASI – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mendapat keuntungan besar dalam persaingan Moto3 musim 2026 setelah dua rival utamanya, Brian Uriarte dan Adrian Fernandez, dijatuhi sanksi diskualifikasi akibat pelanggaran teknis yang berbeda. Keputusan yang diumumkan setelah investigasi resmi Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan penyelenggara MotoGP tersebut mengubah peta persaingan klasemen sementara sekaligus […]

  • Safari Ramadhan Tiyuh Dwikora Jaya: Perkuat Ukhuwah, Bangun Kebersamaan di Mushola Baitissalam

    Safari Ramadhan Tiyuh Dwikora Jaya: Perkuat Ukhuwah, Bangun Kebersamaan di Mushola Baitissalam

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Tulang Bawang Barat, wartaedukasi.com – Pemerintah Tiyuh Dwikora Jaya kembali menggelar kegiatan Safari Ramadhan sebagai bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan kali ini dipusatkan di Mushola Baitissalam, Dusun 003, dan dipimpin langsung oleh Kepalo Tiyuh Dwikora Jaya, Dian Dwi Antoro. Safari Ramadhan tersebut dihadiri oleh aparatur tiyuh, tokoh […]

  • Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Kelas Menengah Mulai Terjepit: Ancaman Krisis Sosial Mengintai

    Rupiah Tembus Rp17.700 per Dolar AS, Kelas Menengah Mulai Terjepit: Ancaman Krisis Sosial Mengintai

    • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    JAKARTA, WARTA EDUKASI – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran. Pada perdagangan awal pekan, Senin (18/5/2026), rupiah bergerak di kisaran Rp17.590 hingga Rp17.660 per dolar AS. Tekanan berlanjut pada Selasa (19/5/2026), ketika nilai tukar menyentuh sekitar Rp17.725 per dolar AS. Melemahnya rupiah bukan hanya menjadi persoalan pasar keuangan, tetapi mulai […]

  • Ranting Muslimat NU Tiyuh Candra Mukti Gelar Santunan Anak Yatim Piat

    Ranting Muslimat NU Tiyuh Candra Mukti Gelar Santunan Anak Yatim Piat

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TUBABA , WARTA EDUKASI – Ranting Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Tiyuh Candra Mukti akan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu pada Minggu, 5 Juli 2026, bertempat di Masjid Baiturrohman, RK 003 RT 013, mulai pukul 13.00 WIB. Kegiatan sosial dan keagamaan tersebut menjadi wujud kepedulian Muslimat NU terhadap anak-anak yatim piatu sekaligus mengajak masyarakat […]

expand_less