Breaking News
light_mode

Ketika Ingin Cepat Sampai Mengalahkan Keselamatan

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
  • print Cetak

Opini Publik

Oleh : Kang WeHa

Di tengah mobilitas yang semakin padat, banyak orang merasa waktu adalah segalanya. Keinginan untuk cepat sampai di tujuan sering kali mendorong pengendara mengambil jalan pintas yang berbahaya. Salah satunya adalah melawan arus lalu lintas. Bagi sebagian orang, tindakan ini mungkin dianggap sepele atau sekadar cara praktis untuk menghindari kemacetan. Namun, di balik keputusan singkat itu tersimpan risiko besar yang bisa mengancam keselamatan banyak pihak.

Melawan arah di jalan raya bukan sekadar pelanggaran aturan lalu lintas. Tindakan ini merupakan bentuk ketidakpedulian terhadap keselamatan bersama. Jalan raya dirancang dengan sistem dan aturan tertentu agar arus kendaraan berjalan tertib dan aman. Ketika satu orang memutuskan untuk melawan arah, sistem tersebut langsung terganggu. Pengendara lain yang seharusnya merasa aman di jalurnya justru harus menghadapi potensi bahaya yang tidak terduga.

Sering kali, alasan yang muncul adalah terburu-buru atau ingin mempersingkat waktu perjalanan. Padahal, beberapa menit yang ingin dihemat tidak sebanding dengan risiko kecelakaan yang bisa terjadi. Satu keputusan nekat dapat berujung pada tabrakan, cedera serius, bahkan kehilangan nyawa. Bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi pengguna jalan lain yang sebenarnya sudah mematuhi aturan.

Fenomena ini juga menunjukkan bahwa kesadaran berlalu lintas masih perlu terus dibangun. Taat aturan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai kewajiban karena takut ditilang oleh petugas. Lebih dari itu, kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk tanggung jawab moral terhadap sesama pengguna jalan. Jalan raya adalah ruang publik yang digunakan bersama, sehingga keselamatan di dalamnya juga merupakan tanggung jawab bersama.

Budaya tertib berlalu lintas harus dimulai dari kesadaran individu. Setiap pengendara memiliki peran penting untuk menciptakan jalan yang aman dan tertib. Memilih untuk tetap berada di jalur yang benar, meskipun harus sedikit memutar atau menunggu lebih lama, adalah keputusan kecil yang memiliki dampak besar bagi keselamatan.

Pada akhirnya, perjalanan bukan sekadar tentang seberapa cepat kita sampai di tujuan, tetapi juga tentang bagaimana kita sampai dengan selamat. Sedikit kesabaran di jalan bisa menjadi penyelamat bagi banyak orang. Karena itu, mari lebih bijak saat berkendara. Taat aturan bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan bersama.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, wartaedukasi.com – Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diumumkan setelah pelaksanaan sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sidang isbat berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026), dan dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Dalam konferensi pers seusai sidang, Menag menyampaikan […]

  • “Sarjana dari Mesin Fotokopi: Puisi Satir tentang Kursi DPR dan Ijazah yang Terlalu Rapi”

    “Sarjana dari Mesin Fotokopi: Puisi Satir tentang Kursi DPR dan Ijazah yang Terlalu Rapi”

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Puisi Satir Oleh : Kang WeHa Di gedung yang dindingnya penuh gema pidato,ada map-map tebal berjalan sendiri.Isinya bukan malam panjang bersama buku,melainkan lembaran yang terlalu bersih dari perjuangan. Stempel berdentang seperti palu sidang,mengetuk kenyataan menjadi cerita baru:bahwa seseorang pernah belajar,meski bangku kuliah tak pernah ingat wajahnya. Di negeri ini, rupanya ilmu bisa dicetak ulang,seperti undangan […]

  • Bolo Ngarit, KUR dan Kambing yang Kehilangan Harga Diri

    Bolo Ngarit, KUR dan Kambing yang Kehilangan Harga Diri

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Opini Publik Oleh : Kang WeHa Di kampung-kampung Kabupaten Tulang Bawang Barat, ada satu profesi yang belakangan terasa makin akrab di telinga masyarakat Bolo Ngarit. Pagi mencari rumput. Siang membersihkan kandang. Sore memberi pakan. Malam menghitung cicilan. Di atas kertas semua terlihat seperti kisah sukses ekonomi rakyat. Pemerintah datang membawa slogan pemberdayaan “Peternakan rakyat harus […]

  • Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan 100 Persen Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra Kembali Belajar

    Mendikdasmen Abdul Mu’ti Pastikan 100 Persen Sekolah Terdampak Bencana di Sumatra Kembali Belajar

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Jakarta, Wartaedukasi.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memastikan seluruh sekolah terdampak bencana di wilayah Sumatra telah kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara penuh. Capaian 100 persen ini menjadi fondasi penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sektor pendidikan di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Dalam Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana […]

  • Makna dan Fungsi Seni Lukis di Tengah Masyarakat Tubaba

    Makna dan Fungsi Seni Lukis di Tengah Masyarakat Tubaba

    • calendar_month 11 jam yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Punky Purbowo  Di tengah geliat pembangunan dan derasnya arus digitalisasi, seni lukis di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) hadir bukan sekadar sebagai aktivitas menggambar atau permainan warna di atas kanvas. Ia tumbuh sebagai medium ekspresi, ruang pertemuan sosial, sekaligus cara masyarakat menjaga ingatan tentang identitas daerahnya sendiri. Bagi sebagian orang, lukisan mungkin hanya dipandang […]

  • Rektor UII Tolak Kampus Kelola Dapur MBG: Jaga Nalar Kritis Akademik

    Rektor UII Tolak Kampus Kelola Dapur MBG: Jaga Nalar Kritis Akademik

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kang WeHaJakarta Wartaedukasi – Dilansir dari Media Nasional, Rektor Universitas Islam Indonesia, Fathul Wahid, menyatakan penolakannya terhadap rencana pelibatan perguruan tinggi dalam pembangunan dan pengelolaan dapur program makan bergizi gratis (MBG). Dilansir dari media nasional, Fathul menilai kampus harus tetap menjaga fungsi utamanya sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada peningkatan mutu akademik, riset, […]

expand_less