Hari Lahir Pancasila 2026: Meneguhkan Nilai Sila Pertama di Tengah Tantangan Zaman
- account_circle Redaksi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

Ketua PC NU Tubaba
Oleh: KH. Nurhadi, S.Pd.I
Ketua Tanfidziyah PCNU Tulang Bawang Barat
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah berbagai tantangan sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, nilai-nilai Pancasila tetap menjadi kompas moral bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dari lima sila yang menjadi dasar negara, Sila Pertama, “Ketuhanan Yang Maha Esa,” memiliki posisi yang sangat fundamental. Sila ini bukan sekadar simbol keagamaan, melainkan sumber moral yang menjiwai seluruh sila lainnya. Tanpa landasan ketuhanan, keadilan dapat kehilangan nurani, persatuan dapat kehilangan makna, dan kemanusiaan dapat kehilangan arah.
Ketuhanan yang Mengajarkan Kemanusiaan
Sila pertama mengajarkan bahwa setiap manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki martabat dan kehormatan yang sama. Karena itu, kehidupan beragama tidak boleh menjadi alasan untuk saling merendahkan, membenci, atau memecah belah sesama anak bangsa.
Indonesia dibangun di atas keberagaman agama, suku, budaya, dan bahasa. Para pendiri bangsa menyadari bahwa perbedaan tersebut bukan ancaman, melainkan kekayaan yang harus dirawat dengan semangat toleransi dan saling menghormati.
Ketuhanan Yang Maha Esa mengajarkan bahwa semakin tinggi keimanan seseorang, seharusnya semakin tinggi pula rasa kasih sayang, kepedulian sosial, dan penghormatannya terhadap sesama manusia.
Tantangan Sila Pertama di Era Digital
Di era media sosial saat ini, nilai-nilai ketuhanan sering kali diuji oleh berbagai fenomena yang memprihatinkan. Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, fitnah, hingga perpecahan akibat perbedaan pilihan politik menjadi bukti bahwa sebagian masyarakat masih belum menjadikan nilai agama sebagai pedoman dalam berinteraksi.
Ironisnya, tidak sedikit orang yang rajin beribadah tetapi mudah menghina dan menyakiti orang lain melalui media sosial. Padahal esensi ajaran agama adalah membangun akhlak, kejujuran, dan persaudaraan.
Sila pertama mengingatkan bahwa keimanan tidak cukup hanya diwujudkan dalam ritual, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Ketika seseorang mampu menjaga lisan, menghormati perbedaan, dan membantu sesama, saat itulah nilai Ketuhanan benar-benar hadir dalam kehidupan.
Ketuhanan dan Tanggung Jawab Sosial
Ketuhanan Yang Maha Esa juga mengajarkan bahwa setiap jabatan, amanah, dan kekuasaan pada akhirnya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, nilai ini menjadi benteng moral bagi para pemimpin agar menjalankan tugas dengan jujur, adil, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Bagi masyarakat, sila pertama menjadi pengingat bahwa keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari materi, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada orang lain. Gotong royong, kepedulian terhadap kaum lemah, serta semangat membantu sesama merupakan wujud nyata pengamalan nilai ketuhanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Merawat Indonesia dengan Spirit Ketuhanan
Hari Lahir Pancasila bukan hanya seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk kembali merefleksikan sejauh mana nilai-nilai Pancasila telah hadir dalam kehidupan kita. Bangsa ini membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Sila Pertama mengajarkan bahwa Indonesia akan tetap kokoh apabila rakyatnya menjadikan nilai ketuhanan sebagai fondasi dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Dari keluarga, sekolah, tempat ibadah, hingga ruang publik, semangat Ketuhanan Yang Maha Esa harus terus ditanamkan sebagai sumber persatuan dan kekuatan bangsa.
Di Hari Lahir Pancasila 2026 ini, mari kita jadikan nilai Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai cahaya yang menerangi perjalanan bangsa. Karena ketika hubungan manusia dengan Tuhan terjaga dengan baik, maka hubungan manusia dengan sesama pun akan berjalan dengan penuh kedamaian, keadilan, dan persaudaraan.
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
“Memperkokoh Ketuhanan, Merawat Persatuan, dan Menghadirkan Keadilan bagi Seluruh Rakyat Indonesia.”
- Penulis: Redaksi





