Breaking News
light_mode

Rupiah Mendekati Rp18.000 per Dolar AS, Ini Faktor Penyebab dan Dampaknya bagi Masyarakat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
  • print Cetak

Warta Edukasi – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan dan mendekati level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan data perdagangan pada Rabu (3/6/2026) hingga pukul 12.00 WIB, rupiah tercatat melemah 88,50 poin atau sekitar 0,50 persen ke posisi Rp17.927 per dolar AS.

Pelemahan mata uang Garuda terjadi di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian pasar adalah memanasnya situasi geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya permintaan terhadap dolar AS sebagai aset yang dianggap lebih aman.

Kombinasi Tekanan Global dan Domestik

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai pelemahan rupiah saat ini tidak hanya dipengaruhi faktor musiman seperti kebutuhan pembayaran dividen atau musim haji, melainkan merupakan kombinasi tekanan dari luar negeri dan kondisi ekonomi dalam negeri.

Menurutnya, pasar masih mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi memengaruhi pasokan energi global, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi minyak dunia.

“Kondisi ini berdampak langsung pada negara-negara pengimpor energi, termasuk Indonesia, karena kenaikan harga minyak meningkatkan kebutuhan devisa untuk membayar impor energi,” ujar Josua.

Indonesia masih bergantung pada impor minyak mentah dan LPG untuk memenuhi kebutuhan domestik. Ketika harga energi dunia meningkat, kebutuhan dolar AS untuk transaksi impor ikut naik sehingga memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Surplus Perdagangan Menyusut

Dari dalam negeri, tekanan terhadap rupiah juga dipicu menurunnya surplus neraca perdagangan Indonesia.

Data menunjukkan surplus perdagangan pada April 2026 hanya sekitar USD 0,09 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang mencapai USD 3,32 miliar. Secara kumulatif, surplus perdagangan Januari hingga April 2026 tercatat USD 5,64 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD 11,07 miliar.

Menyusutnya surplus perdagangan menyebabkan pasokan dolar AS dari aktivitas ekspor berkurang. Sementara itu, kebutuhan impor bahan baku, energi, dan barang modal masih tinggi sehingga permintaan dolar tetap kuat.

Dampak terhadap Inflasi dan Daya Beli

Pelemahan rupiah juga mulai menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Inflasi Indonesia pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,08 persen, naik dibandingkan April yang berada di angka 2,42 persen.

Kenaikan nilai impor dapat berdampak pada meningkatnya biaya produksi, transportasi, energi, hingga harga pangan. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Bagi masyarakat, pelemahan rupiah biasanya akan terasa melalui kenaikan harga barang impor, biaya perjalanan luar negeri yang lebih mahal, serta meningkatnya biaya produksi berbagai sektor usaha yang masih bergantung pada bahan baku impor.

Peluang Rupiah Menguat Masih Terbuka

Meski demikian, Josua melihat peluang stabilisasi rupiah masih terbuka dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini seiring mulai berkurangnya kebutuhan dolar AS untuk pembayaran dividen perusahaan dan aktivitas musim haji yang sempat meningkat pada April hingga Mei.

Menurutnya, rupiah berpotensi bergerak menguat ke kisaran Rp17.600 hingga Rp17.750 per dolar AS apabila harga minyak dunia menurun, arus modal asing kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia, serta pemerintah mampu menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan fiskal yang kredibel.

Namun, apabila harga minyak kembali meningkat dan ketidakpastian global berlanjut, rupiah berpotensi bertahan di kisaran Rp17.800 hingga Rp18.000 per dolar AS.

Harga Minyak dan Kebijakan The Fed Jadi Penentu

Pengamat pasar modal Ibrahim Assuaibi menambahkan bahwa kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pelemahan rupiah.

Menurutnya, meningkatnya harga minyak membuat biaya impor energi Indonesia semakin besar sehingga kebutuhan dolar AS di pasar domestik terus bertambah.

Selain itu, pasar juga masih menunggu perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan.

Di sisi lain, kenaikan harga energi berpotensi menjaga tingkat inflasi Amerika Serikat tetap tinggi. Kondisi tersebut dapat membuat bank sentral AS atau The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang pada akhirnya mendorong penguatan dolar AS terhadap berbagai mata uang dunia, termasuk rupiah.

Edukasi Ekonomi untuk Masyarakat

Pelemahan rupiah bukan hanya isu yang berdampak pada pasar keuangan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi global, harga energi, arus investasi, hingga kebijakan pemerintah dan bank sentral.

Menjaga stabilitas ekonomi nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar daya beli tetap terjaga serta pertumbuhan ekonomi dapat terus berlangsung di tengah tantangan global yang dinamis. ( Red )

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fun Walk TVRI Lampung di Tubaba Berlangsung Aman dan Lancar

    Semarak Fun Walk Happy Bareng TVRI Lampung di Tubaba, Polres Pastikan Kegiatan Aman dan Lancar

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG BARAT, WARTA EDUKASI – Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat (Tubaba) memastikan pelaksanaan kegiatan Fun Walk Happy Bareng TVRI Lampung yang berlangsung di kawasan Islamic Center, Kelurahan Panaragan Jaya, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat, berjalan aman, tertib, dan lancar, Minggu (7/6/2026). Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Polres Tubaba menerjunkan personel […]

  • totok-yulianto-ucapkan-selamat-juliansyah-lubis-ketua-jpkp-lampung-2026-2031

    totok-yulianto-ucapkan-selamat-juliansyah-lubis-ketua-jpkp-lampung-2026-2031

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi — Penasehat JPKP Provinsi Lampung, Totok Yulianto, menyampaikan ucapan selamat kepada Juliansyah Lubis usai kembali terpilih sebagai Ketua DPW JPKP Provinsi Lampung periode 2026–2031 dalam forum Rapim JPKP Lampung, Sabtu (16/5/2026). Dalam keterangannya, Totok Yulianto menyebut amanah yang kembali diberikan kepada Juliansyah Lubis harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta semangat […]

  • Paripurna Sepi, Komitmen Ikut Absen?

    Paripurna Sepi, Komitmen Ikut Absen?

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh: Wawan Hidayat, Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) Tubaba Tulang Bawang Barat baru saja merayakan hari jadinya. Sebuah momentum yang seharusnya tidak sekadar dirayakan dengan seremoni, tetapi juga direnungkan dengan kesadaran penuh: tentang perjalanan, capaian, dan tentu saja, tanggung jawab yang belum tuntas. Namun, apa yang tampak di ruang Rapat Paripurna Istimewa DPRD […]

  • Geger! Anggota DPRD Tubaba Eli Fitriyana Resmi Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Paket C

    Geger! Anggota DPRD Tubaba Eli Fitriyana Resmi Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Paket C

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Bandar Lampung, Warta Edukasi.Com Perkara dugaan penggunaan ijazah Paket C tidak sah oleh anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat akhirnya memasuki babak baru. Penyidik resmi menetapkan Eli Fitriyana (EF) sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana Sistem Pendidikan Nasional. Penetapan tersangka tertuang dalam Surat Pemberitahuan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nomor: B/207/II/Subdit-IV/2026/Reskrimsus tertanggal 13 Februari […]

  • Ketika Fatayat Kehilangan Cahaya: Rere Abyasa Mengenang Jejak Inspiratif Margaret

    Ketika Fatayat Kehilangan Cahaya: Rere Abyasa Mengenang Jejak Inspiratif Margaret

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle arif
    • 0Komentar

    Jakarta, WARTA EDUKASI.COM – Pagi itu terasa berbeda bagi kader Fatayat NU di berbagai daerah. Kabar wafatnya Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU, Hj. Margaret Aliyatul Maimunah, pada Minggu (1/3/2026), menyebar cepat dan menyisakan hening yang panjang. Bagi sebagian orang, kabar itu adalah berita duka organisasi. Namun bagi Rere Abyasa, Host Podcast Nongkrong Online NU […]

  • Jika Hujan Bisa Bicara, Namamu yang Ia Sebut

    Jika Hujan Bisa Bicara, Namamu yang Ia Sebut

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Oleh : Kades Nuri Derasnya hujan yang turun dari langit selalu membawa berjuta manfaat bagi manusia. Begitu pula cintamu padaku, datang tanpa banyak kata, namun mampu menghadirkan begitu banyak cerita dalam hidupku. Aku ingin kau tahu, diam-diam aku selalu menitipkan harapan yang sama di setiap rintik hujan yang jatuh ke bumi. Harapan sederhana, namun begitu […]

expand_less